Apa yang gue dapat setelah ESQ?
Beberapa hari lalu gue ikutan training leadership ESQ. Karena status lebay gue di Facebook, banyak teman yang bertanya tentang apa itu ESQ, apa yang disampaikan di sana dan manfaatnya setelah gue ikutan.
Gue sendiri ketika mendapatkan pertanyaan ini agak bingung menjawabnya. Untuk teman-teman yang punya banyak waktu dan sadar dalam kondisi emosi yang kurang baik, gue menyempatkan diri menyampaikan gambarannya. Selain itu, kebanyakan hanya menjawab simple dan tidak tendeng aling. Ini soal pengalaman yang harus dirasakan sendiri. Sama halnya ketika gue melakukan travelling ke suatu tempat, akan sulit menceritakan bagaimana perasaan dan pengalaman gue selama melakukan perjalanan.
Mungkin pengalaman gue berbeda dengan teman yang ikut bersama, mungkin juga pengalaman kita berbeda dengan pengalaman 500 orang lainnya.
Lalu bagaimana menyampaikan ke orang-orang apa yang gue dapat selama 3 hari tersebut?
Mungkin kira-kira begini:
- Makanannya enak
- Technologi yang digunakan dahsyat
- Ruangannya dingin
- Banyak dapat kenalan
- Ini bukan pengajian, tapi training kepemimpinan
- EQ+IQ+SQ
- Banyak Gamesnya
- Undangan makan siang bareng
- Lo jadi tau alasan kenapa harus beribadah
Sesi makan siang adalah sesi yang paling ditunggu-tunggu. Entah kenapa, rasanya makanan yang disediakan begitu enak. Mungkin karena makan secara bersama sembari ngobrol atau mungkin karena energi yang habis ketika masa training sehingga membuat perut membutuhkan asupan energi lebih banyak.
Selama masa training emosi akan dipermainkan, energi akan diperas, dan logika akan di guncang oleh beberapa fakta yang ada.
4 layar lebar 4x6M dengan sound system berkekuatan 40KW menjadi sarana penyampaian materi. Animasi 3D juga digunakan untuk membantu kita memvisualisakan keagungan-NYA.
Lo ga akan bosan mendengarkan materi selama 3 hari penuh. Ini bukan pengajian yang hanya mempertanyakan iman tapi juga pembelajaran yang menggelitik kemampuan logis.
Teman yang sudah menggunakan syal dan jaket pun masih merasakan dingin dari ruangan yang besarnya lebih luas dari studio 1 blitzmegaplex.
Lumayanlah menambah jaringan silaturrahmi.
Setelah lulus dari ini, lo ga bakalan jadi sufi. Lo akan lebih mengenali diri lo sendiri dan alasan kenapa lo diciptakan olehNYA. Lo akan menemukan kebahagiaan hakiki bukan kebahagiaan semu yang lo dapat dari mencari harta, kekuasaan ataupun cinta.
Mendapatkan harta atau kekuasaan adalah hal yang wajar tapi itu bukanlah menjadi fokus atau prioritas utama dalam hidup.
Apalagi mencari cinta dengan berperilaku seperti pelacur.
Training ini akan mengajarkan kita untuk menggabungkan 3 kecerdasan manusia. Kecerdasan yang selama ini kita kotak-kotakkan.
Seharusnya 3 kecerdasan ini bekerja secara sinergi.
Banyak permainan banyak hadiah. Gue sendiri terpilih menjadi King ESQ eksekutif angkatan 90. yay!
Sepulang dari ESQ gue mendapatkan beberapa hadiah seperti buku, DVD dan boneka…heuehhe
Pada hari ketiga, entah kenapa nama gue masuk dalam daftar orang yang diajak makan siang bersama Ary Ginanjar dan beberapa tokoh. Dari rombongan yang ada, mungkin gue salah satu dari orang yang bukan siapa-siapa. Sungguh sebuah kehormatan.
Dapat souvenir lagi…
Mungkin kita memang rajin sholat, mungkin kita rutin berpuasa Senin-Kamis atau mungkin kita dengan mudahnya mengeluarkan uang untuk berzakat.
Tapi apakah kita tau esensi kenapa kita melakukan itu?
Apa yang kita rasakan ketika dan setelah sholat? apakah kosong, tanpa makna dan tidak berasa apa-apa?
Apa yang kita dapat setelah kita berpuasa? apa kita masih bisa menahan nafsu?
Apa yang kita pelajari dari zakat? apakah kita masih sering menyakiti orang lain?
Apakah kita paham atau paling tidak tahu arti dari bacaan sholat kita?
Itu sedikit dari pengalaman yang bisa gue bagi, selebihnya adalah pengalaman yang hanya bisa dirasakan oleh hati dan sulit untuk dibagi.
Mudah-mudahan kita semua bisa menjadi pemimpin dan mengarahkan makmum kita menuju ridho-NYA.
Emotional Spiritual Quotient
Ada yang pernah ikutan ga? share donk pengalaman spiritualnya.. *berasa banyak yang baca blog ini
Lagi butuh yang beginian, sebelum tanduk merah di kepala gue makin tumbuh.
===========================
Membaca buku ini, seperti menguak tabir rahasia tentang adanya korelasi yang sangat kuat antara dunia usaha, profesionalisme dan manajemen modern, dalam hubungannya dengan intisari Islam, yaitu Rukun Iman dan Rukun Islam. Pemahaman dan pendalaman kedua unsur inti ini, telah melahirkan sebuah pemikiran baru yang segar yang dinamakan ESQ atau Kecerdasan Emosi dan Spiritual. Penulis buku ini, Ary Ginanjar, adalah seorang pengusaha muda yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal mengenai keagamaan atau psikologi. Ia mendalami bidang keagamaan dengan mandiri melalui metode “kemerdekaan berpikir”. Dalam buku ini, ia berusaha menggabungkan Emotional Intelligence (EQ) yang didasari dengan hubungan antara manusia dengan Tuhannya (SQ), sehingga menghasilkan ESQ: Emotional and Spiritual Quotient. Ary Ginanjar memaparkan pemikirannya melalui sebuah ESQ Model, yang menggambarkan seluruh pemahaman dan fenomena secara komprehensif. Bermula dari titik fitrah, berlanjut kepada pembangunan prinsip hidup yang membangun mental, hingga ketangguhan sosial yang dirangkumkan secara berintegrasi.
Buku ini terdiri dari empat bagian yang masing-masing memaparkan mengenai unsur-unsur yang terdapat pada ESQ Model. Pada bagian satu ( Zero Mind Process–Penjernihan Emosi), penulis mengharapkan pembaca dapat berpikir secara jernih terlepas dari belenggu pemikiran yang selama ini menghalangi kecerdasan emosi manusia. Hasil dari penjernihan emosi ini dinamakan “God-Spot” atau fitrah. Pada bagian dua ( Mental Building), Ary Ginanjar menjelaskan tentang arti pentingnya alam pikiran. Di tahap ini, penulis menjabarkan mengenai cara membangun alam berpikir dan emosi secara sistematis berdasarkan Rukun Iman yang diperkenalkan dengan istilah Enam Prinsip, yaitu:
Star Principle – Prinsip Bintang (Iman kepada Allah)
Angel Principle – Prinsip Matahari (Iman kepada Malaikat)
Leadership Principle – Prinsip Kepemimpinan (Iman kepada Nabi dan Rasul)
Learning Principle – Prinsip Pembelajaran (Iman kepada Al Qur’an)
Vision Principle – Prinsip Masa Depan (Iman kepada Hari Kemudian)
Well Organized Principle – Prinsip Keteraturan (Iman kepada Ketentuan Allah)
Pada bagian tiga (Personal Strength–Ketangguhan Pribadi), berisi mengenai penjabaran mengenai tiga langkah pengasahan hati yang dilaksanakan secara berurutan dan sangat sistematis berdasarkan Rukun Islam. Langkah ini dimulai dengan Mission Statement (Dua Kalimat Syahadat), dilanjutkan dengan Character Building (Shalat 5 Waktu) dan diakhiri dengan Self Controlling (Puasa). Dengan melakukan ketiga langkah ini, pembaca diharapkan dapat memiliki ketangguhan pribadi. Menurut penulis, ketangguhan pribadi perlu diimbangi dengan ketangguhan sosial yang dapat diwujudkan dengan pembentukan dan pelatihan untuk melakukan sinergi dengan orang lain atau dengan lingkungan sosialnya. Pelatihan yang diberikan dinamakan Strategic Collaboration atau Langkah Sinergi (Zakat) dan Total Action atau Langkah Aplikasi Total (Haji).
Inti dari buku ini adalah untuk menjadi seorang yang sukses, tidak hanya dibutuhkan intelegensi yang tinggi tapi juga kecerdasan emosi yang tidak hanya berorientasi pada hubungan antar manusia semata tapi juga didasarkan pada hubungan manusia dengan Tuhannya. Buku ini mensinergikan kebenaran ajaran Islam dengan penemuan ilmiah dan teori-teori dari para pakar ilmu pengetahun di “Barat”, khususnya ilmuwan di bidang EQ atau kecerdasan emosi.
Buku yang perlu dibaca, tidak hanya oleh kalangan agamawan atau ilmuwan tetapi juga oleh masyarakat umum. Dan hendaknya dijadikan bahan acuan pemikiran dan langkah bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan umat Islam khususnya demi kemajuan bangsa dan negara secara keseluruhan.
[source:http://www.iptek.net.id/ind/?mnu=9&ch=buku&id=541]
Kontemplasi Ikhlas
Ikhlas itu harusnya seperti Buang Air Besar.
Lo ga perlu pake mikir, pusing dan ga rela karena makanan enak yang lo nikmatin di restoran Jepang semalam, keluar dengan lancarnya dari perut lo…
Lo ga perlu mengingat-ingat lezatnya Unagi Roll, Spiky Tuna, Ramen & Chicken Katsu atau pedasnya wasabi ketika benda kuning itu mengalir lembut dan jatuh ke selokan.
Apa yang lo rasain setelah berhasil mengeluarkannya dengan lancar? Lega!
Tapi, jangan lupa cuci tangan biar bisa nikmatin lagi yaa…
Tuhan pasti sedang bercanda

Luigi: What do you want to buy?
Edmund Dantes: I want to buy Revenge!
Pernah nonton Count of Monte Cristo? Di atas salah satu adegan ketika Edmund Dantes menemukan harta karun yang informasinya dia tau dari kenalan ketika dipenjara.
Edmund Dantes adalah korban pengkhianatan sahabat karibnya Ferdinand Mondego yang sangat iri melihat sahabat karibnya mendapatkan segalanya. Meskipun miskin dan polos, hidupnya sangat bahagia dan Ferdinand tidak ingin itu. Dengan akal liciknya, Ferdinand menipu daya dan menjebloskan Dantes ke penjara semacam Alcatraz. Dengan segala kepolosan tersebut, Dantes menerima hukuman tersebut. Hingga pada akhirnya Dantes menemukan kebenaran dan ingin membalas dendam.
Kalo lo nonton, paradigma lo akan berubah akan sebuah penderitaan dan balas dendam. Film serupa yang gue rekomendasikan lainnya seperti Kill Bill, Law Abiding Citizen, Shawsank Redemption dan lainnya.
Film ini, masuk ke dalam film bergenre revenge. Film revenge adalah genre favorit gue setelah genre Superhero. Karena dengan menonton film seperti ini, pikiran lo akan disuguhi permainan pikiran yang apik dan dialog yang cerdas.
Kembali pada dialog di atas. Dantes telah menemukan segala-galanya yang bisa membuat dia menguasai dunia. Tapi apa yang dia inginkan, Balas Dendam.
Kenapa harus balas dendam? tidak bisakah kita melepaskan segala sesuatunya dengan ikhlas. Kadang balas dendam adalah cara untuk bisa melupakan masa lalu yang kelam.
Lalu bagaimana jika lo mengalami kepedihan yang berat oleh seseorang? mari kita simak diskusi berikut:
————-
Deviousa (D): jadi, apakah kau akan membiarkan dia mengacak-acak hidup lo?
Romeo(R): apa yang bisa gue lakuin buat mengembalikan kondisi gue
D: balas dendam
R: Bagaimana caranya? dia lebih pintar dan sepertinya apa yang akan dilakukan sudah tidak akan ada efeknya. Dia sudah bebal. Antibodinya sudah resistan terhadap rasa sakit. Hei, Angelica..tolong aku, aku ingin lepas.
Angelica: Dari apa yang telah dia lakukan, akupun tak bisa bertindak banyak. Kali ini aku setuju pada Deviousa.
D: Melalui orang lain yang mereka sayang.
R: ada ide?
D: mau rasa sakit seperti apa yang kau mau? mari kita diskusikan…
..dan rencana demi rencana seolah mengalir bebas di kepala. Sangat detail, mulai dari rencana belum dieksekusi hingga bahkan ketika rencana itu telah dieksekusi. Bagaimana jika Romeo sudah menemukan “harta karun” seperti Dantes yang bisa membuat dia dengan mudahnya membeli Revenge? Jika ini dijalankan, efeknya luar biasa dan permanent. Trust Romeo on this, he always do things elegantly.
Kekecewaan telah menutupi mata hati.
Ketika rencana hampir dieksekusi…Tuhan menyapa dan memberikan kehangatannya melalui teman-teman.
Akhirnya Romeo sadar, harus ikhlas. Tidak perlu memberikan rasa sakit yang sama, tidak perlu memberi kesadaran karena itu bukan lagi jadi tanggung jawab, tidak perlu berdalih untuk menyelamatkan orang agar tidak ada korbanm berikutnya, salurkan emosi melalu do’a. Putuskan mata rantai dendam itu.
————-
Ah Tuhan…kau pasti sedang tertawa di atas sana. Melihat hambamu terombang-ambing atas cobaan kecilmu. Jika ini adalah caramu untuk menghapus dosa-dosa masa lalu ku, tolong Tuhan..berikan cobaan yang lebih berat lagi.
I think I should back to Survival Mode
So, what’s the plan Ky? If I tell you, then I have to kil* you.
Life is a storm, my young friend. You will bask in the sunlight one moment, be shattered on the rocks the next. What makes you a man is what you do when that storm comes. You must look into that storm and shout as you did in Rome. Do your worst, for I will do mine! Then the fates will know you as we know you: as Albert Mondego, the man! -Mondego
Ya sudahlah..
Di saat gundah, Bondan Prakoso dan Fade2Black paling bisa mengembalikan tingkat insekuritas.
Dari single Perdana Bondan Prakoso ft Fade 2 Black di album ke tiganya, yang berjudul “Ya Sudahlah” telah diputar serempak di seluruh Indonesia….
==============================
B:
Ketika mimpimu yg begitu indah,tak pernah terwujud..ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu,dan tak pernah sampai..ya sudahlah (hhmm)
*reff:
Apapun yg terjadi, ku kan slalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih..coz everything’s gonna be OKAY
Santoz:
Satu dari sekian kemungkinan
kau jatuh tanpa ada harapan
saat itu raga kupersembahkan
bersama jiwa, cita, cinta dan harapan
Lezz:
Kita sambung satu persatu sebab akibat
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
menuntun ke arah mata angin bahagia
kau dan aku tahu,jalan selalu ada
titz:
juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
bagai deras ombak yang menabrak karang
namun ku tahu..ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
hadapi ini bersamaku hingga ajal datang
B:
Sempat kau berharap keramahan cinta,tak pernah kau dapat..ya sudahlah
yeeah..dengar ku bernyanyi..lalalalalala
heyyeye yaya dedudedadedudedudidam..semua ini belum *****hir
back to *reff
F2B:
satukan langkah..langkah yg beriring!
genggam hati, rangkul emosi!
B:
Genggamlah hatiku, satukan langkah kita
F2B:
Sama rasa, tanpa pamrih
ini cinta..across da sea
B:
peluklah diriku..terbanglah bersamaku, melayang jauh.. (come fly with me, baby)
F2B:
Ini aku dari ujung rambut menyusur jemari
sosok ini yg menerima kelemahan hati
yea..aku cinta kau..(ini cinta kita)
cukup satu waktu yes.(untuk satu cinta)
satu cinta ini akan tuntun jalanku
rapatkan jiwamu yo tenang disisiku
rebahkan rasamu..untuk yg ditunggu
BAHAGIA..HINGGA UJUNG WAKTU..

