Antusias pembeli dalam launching Esia Gayaku
Esia kembali membuat gebrakan. Kali ini Esia mengeluarkan hape murah dengan fitur canggih untuk meramaikan pasar gadget nasional. Hape yang memiliki segudang fitur ini dibanderol dengan harga hanya Rp.99.000 saja. Esia mencoba memberikan pilihan pada masyarakat dengan memanfaatkan fenomena Facebook yang saat ini sedang membooming.
Seperti biasanya, setiap acara yang diadakan Esia selalu mendapat antusias yang meriah dari masyarakat. Promosi yang secara nyentrik tampil di halaman koran nasional mampu membius masyarakat untuk hadir dan membeli produk anyar yang melengkapi jajaran koleksi hp murah dari Esia tersebut.
Tampaknya Esia ingin mengulangi kesuksesan penjualan hp huawei C2601 yang legendaris terdahulu.
Esia bekerjasama dengan vendor Nexian menawarkan sebuah HP yang sesuai dengan kebutuhan terkini masyarakat yang gaul dan trendy. HP yang diberi nama Esia Gayaku kaya akan fitur gaul diantaranya facebook, fitur karaoke, radio FM dan fitur musik yang dikemas dengan desain yang mungil nan trendy. Tawaran Esia ini memberikan jawaban ke masyarakat bahwa hp canggih ga perlu mahal.
Dengan membaca tren yang berkembang di masyarakat, rasanya tak lengkap fitur sebuah hp jika tidak bisa mengakses jejaring pertemenan yang sedang populer yaitu Facebook. Melihat ‘kebutuhan pokok’ itulah Esia berusaha masuk ke pasar hp gaul dengan menawarkan fitur yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat tapi dengan harga murah, sesuai dengan ciri khas Esia murah tapi berkualitas.
Launching hp Esia gayaku diadakan di Plasa EX tanggal 25 November 2009, acara yang semula dibuka pukul 11 siang sudah dipadati pengunjung dari pagi hari. Pengunjung datang dari berbagai daerah di Jakarta berdatangan jauh sebelum waktu launching yang dijanjikan. Alhasil antrian sudah berbaris panjang ketika mendekati siang hari. Bahkan, pada pukul 8 sudah ada yang datang demi mendapatkan antrian paling depan dan membawa pulang hp yang seharusnya dijual dengan harga Rp. 299.000.
Pada jam 11, lantai dasar dan parkir plasa EX sudah banyak dikerumuni massa yang tak sabar untuk segera memiliki hp Esia gayaku, padahal acara sendiri baru akan dimulai pada pukul 11.30. Jumlah calon pembeli yang hadir sepertinya jauh diatas perkiraan dari panitia yang ‘hanya’ menyediakan jatah kurang dari 10.000 nomor untuk alokasi Jakarta.
Panitia pun kewalahan dan ingin acara di undur hingga pukul 3 untuk persiapan yang lebih matang. Peserta yang sudah datang dari pagi tidak rela harus menunggu lagi dan beberapa dari mereka berinisiatif untuk membantu agar antrian menjadi lebih rapi, penjualan pun diteruskan. Untuk mendapatkan hp tersebut dengan harga miring, calon pembeli diwajibkan untuk menukarkan brosur iklan Esia gayaku ketika membeli produk.
Jumlah panitia juga ditambah untuk melayani calon pembeli yang sudah datang dari jauh dan rela mengantri dari pagi hari.
Tak heran jika masyarakat rela mengantri demi mendapatkan hp murah dengan spesifikasi radio FM, bisa Facebook-an, warna 65 ribu di layar 1.5 inchi, baterai yang tahan 120 jam pada kondisi siaga, 3 jam waktu bicara, bisa menyimpan 500 kontak dan 350 sms yang tersedia dalam warna orange, hijau dan hitam.
Dengan kelebihan yang ditawarkan tersebut, wajar saja antrian yang awalnya hanya ada di dalam gedung plasa EX dipindahkan ke area parkir yang lebih luas dan lega. Sukses terus untuk Esia akan inovasi produk murah dan bersaing!
Jadi, mau gaya ga harus mahal kaan..
Imajiner Doa
IMAJINER DOA
oleh: Ratih Sanggarwati
Doa yang kupanjatkan ketika aku masih gadis
“Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang sholeh. Beri aku suami yang dapat kujadikan imam dalam keluargaku.”
Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah
“Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah, agar mereka dapat mendoakanku ketika nanti aku mati dan menjadi salah satu amalanku yang tidak pernah putus.”
Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir
“Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islami yang baik meskipun mahal, beri aku rizki untuk itu ya Allah….”
Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku sudah mulai sekolah
“Ya Allah….. jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda.”
Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku sudah beranjak remaja
“Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yang mengkhawatirkanku.
Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibarat buah Yang sedang ranum.”
Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku menjadi dewasa
“Ya Allah entengkan jodohnya,berilah jodoh yang sholeh pada mereka, yang bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluarga kami.”
Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah
“Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu & anak ini, aku takut kehilangan perhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia akan ikut suaminya.”
Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan
“Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat. Aku inginkan nama pemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan teritoria wibawaku sebagi ibu dari ibunya cucuku.”
Ketika kupanjatkan doa-doa itu,
aku membayangkan Allah tersenyum dan berkata……
“Engkau ingin suami yang baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baik dan sholehah?
Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau jadi makmum yang baik?”
“Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan pada suamimu.
Jangan egois begitu……
masak engkau ingin anak yang sholehah hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu….
tentu mereka menjadi sholehah utama karena-Ku, karena aturan yang mereka ikuti haruslah aturan-Ku.”
“Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam,
karena apa?…… prestige? …… atau….
engkau tidak mau direpotkan dengan mendidik Islam padanya?
Engkau juga harus belajar,
Engkau juga harus bermoral Islami,
Engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha mengkhatamkannya.”
“Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya
dengan mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat?
Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan Kehormatan umat-Ku.”
“Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu,
seolah engkau tidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku.
Percayalah kalau anakmu dari bibit, bebet, bobot yang baik maka yang sepadanlah yang dia akan dapatkan.”
“Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu.
Aku yang memiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan kehendaknya.
Aku tetap mencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku,
bahkan ketika dia melupakan-Ku.
Aku tetap mencintainya.”
“Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah dari anakmu, berilah kebebasan
untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadi amanahnya.”
Lantas…… aku malu…… dengan imajinasiku sendiri….
aku malu……
aku malu akan tuntutanku…….
Maafkan aku ya Allah……
lantas aku malu dengan imajinasiku sendiri.
Kuekuatsu
Kayla Silverfox: Why the moon is so lonely?
Logan: Why?
Kayla Silverfox: Because she used to have a lover.
His name was Kuekuatsu and they lived in the spirit world together.
And every night, they would wander the skies
together. But, one of the other spirits was jealous. Trickster wanted the Moon for himself. So he told Kuekuatsu that the Moon had
asked for flowers; he told him to come to our world and pick her
some wild roses. But Kuekuatsu didnt know that once you leave the
spirit world, you can never go back. And every night, he looks up
in the sky and sees the Moon and howls her name. But… he can
never touch her again.
Kuekuatsu means the “Wolverine”
Logan: I thought you were the Moon and I was your Wolverine. But it turns out you’re the Trickster, and I’m just the fool who got played.
Self-fulfilling prophecy dan statistic
Thanx to Yos, atas inspirasinya.
Gue pengen bahas yang namanya Self-Fulfilling Prophecy. Seperti biasa, kita mulai dengan defenisi agar kita sama-sama melihat binatang yang sama.
The self-fulfilling prophecy is, in the beginning, a false definition of the situation evoking a new behavior which makes the original false conception come ‘true’. This specious validity of the self-fulfilling prophecy perpetuates a reign of error. For the prophet will cite the actual course of events as proof that he was right from the very beginning.[1]
Mengenai konsep Self fulfilling prophecy ini pernah gue bahas 2008 lalu, tapi sekarang relevansinya adalah dengan Statistika.
Kita apa yang kita pikirkan. Seperti teorema dari Thomas “If men define situations as real, they are real in their consequences.” Celakanya lagi, seringkali apa yang kita pikirkan di-drive oleh pandangan umum yang dibentuk secara sadar atau tidak sadar dalam masyarakat. Pandangan itu dibentuk sedemikan rupa dengan bagan-bagan batang atau kue pie yang berwarna-warni. Kita menyebutnya Statistik.
Self Fulfilling Prophecy
Gue asumsiin lo sudah pernah menonton Star Wars, dan tau dengan karakter Anakin Skywalker. Lahir sebagai Jedi tangguh namun tewas sebagai Sith yang kejam. Anakin bermimpi bahwa Padme Amidala akan meninggal, Anakin pun berusaha desperately sekuat tenaga untuk menyelamatkannya. Apapun cara ditempuh, bahkan untuk menggunakan black power yang bisa digunakan jika Anakin berubah menjadi Sith. Akhirnya, Padme meninggal di waktu Anakin mempelajari ilmu tersebut.
Statistic
Ini ilmu yang hebat menurut gue. Ilmu ini bisa membuat SBY memenangkan pemilu secara landslide. Untuk negara yang suka mengikuti trend seperti Indonesia, ilmu ini sangat mumpuni sebagai pembenaran akan sesuatu. Misalnya, merokok itu ga sehat. Tapi secara statistik orang merokok itu panjang umurnya. Maka merokok tidak sehat menjadi tidak relevan (Logical Fallacy). Sama seperti ilmu-ilmu lainnya, statistik juga berguna bagi kemaslahatan umat.
Self Fulfilling Prophecy dan Statistic
Gue melihat hubungan yang erat antara statistik dan Self Fulfilling Prophecy. Seringkali kita berpikir berdasarkan statistik yang ada sehingga mengaburkan objektifitas kita akan sesuatu. Padahal hidup itu dinamis. Kita tidak bisa mengandalkan data masa lalu untuk sesuatu yang selalu berubah. Mungkin kita bisa menebak masa depan dengan deviasi/simpangan tertentu, tapi seringkali bias deviasi ini terlalu besar sehingga apa yang kita pikirkan jauh dengan apa yang akan terjadi nantinya.
Apa yang gue jabarkan di atas seringkali terjadi pada diri sendiri. Kita percaya pada statistik yang membuat tindakan dan perkataan kita dipengaruhi olehnya. Bukan berarti setiap hasil statistik jelek, yang harus dihindari adalah jika statistik yang mengungkapkan fakta negatif mendorong kita membenarkan pernyataan tersebut. Jika statistik mengenai hasil positif, wajib untuk kita imani.
Tidak hanya statistik, sebuah mimpi pun bisa menjadi Self Fulfilling Prophecy yang bisa mengendalikan pikiran dan tindakan kita.
baca juga:
1. http://en.wikipedia.org/wiki/Placebo_effect
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Pygmalion_effect
3. http://en.wikipedia.org/wiki/Hawthorne_effect
8 tahun menuju 8 bulan
Rasanya terlalu sayang jika cerita ini disimpan begitu saja. Saya memutuskan untuk berbagi, mungkin sebagai pengingat diri sendiri agar tetap istiqomah mencari atau nanti diceritakan kepada anak-anak seperti salah satu episode dalam serial “How I met your Mother”.
Mohon maaf jika terlalu banyak drama di dalamnya, saya berusaha menjadi seoarang cerpenis biar cerita ini tak lekang oleh waktu. Pada dasarnya saya melankolis, namun koleris seringkali mengambil alih. Dan untuk saat ini, biarlah sisi melankolis berteriak lepas.
Kisah ini bermula 8 tahun lalu. Ketika pindah ke sebuah SMU di kota Palembang. Sama seperti ketika menghadapi suasana kerja baru, perasaan saya campur aduk.
Takut, tidak nyaman, asing dan aneh menemani saya yang duduk di belakang tanpa kenalan. Perut mual keringat bercucuran menggambarkan suasana hati saat itu. Ketika yang lain bermain dan jajan di kantin sekolah, saya berpura-pura membaca di kelas.
Datanglah dua orang wanita dan mereka duduk di bangku depan, mereka biasa saja. Namun yang membuat pertemuan itu berkesan adalah senyuman dan keramahan yang membuat nyaman. Saya langsung suka dengan salah satu dari mereka, pada pandangan pertama.
Dan pada saat itu, saya telah melakukan kebodohan.
Saya menyukai cewek yang menjadi idola seantero sekolah. Cantik, pintar, dan populer. Bagaimana bisa anak baru, turun-naik bus, unpopular, average, mediocre dan ga pinter-pinter amat bisa masuk ke dalam liga A seri merebut-hati-si-cewek-populer. Bisa masuk di Liga B saja cost a fortune buat gue. Sadar dengan posisi klasemen yang tidak menguntungkan, perasaan itu dipendam. Berusaha untuk tampil bagus tidak tampil salah dan tidak menunjukkan rasa suka menjadi rutinitas. Dari jauh saya memperhatikan orang-orang yang berusaha mendekatinya, dari jauh melihat siapa yang berjalan dengannya dan siapa saja yang bisa menaklukkan hatinya. Berada pada satu kelas selama 2 tahun, menjadi sebuah keuntungan tersendiri. You may call me a stalker, but I prefer to be called observer. :p
To make it short, she is more than someone and I’m just a no one.
Pada waktu SMU, saya masuk pada kasta paling bawah pergaulan. Mungkin hanya beberapa teman yang mengenal. Jarang bermain di kantin, jarang ngumpul setelah balik, dan tidak ikut kegiatan ekstrakurikuler. Saya menghindari banyak kontak sosial disebabkan oleh rasa minder karena tidak ada yang bisa ditunjukkan sebagai identitas pribadi. Identitas ini bisa berbentuk piala, sesuatu beroda 2 atau 4, atau benda kecil dengan banyak tombol. Jadi bisa dibayangkan bagaimana orang dengan karakter seperti di atas, dengan bodohnya nekatnya melakukan pendekatan.
Hampir 2 tahun rasa ini dipendam. Teman-teman tahu, mereka mencoba memaksa untuk menunjukkan perasaan ini. Hingga pada waktu mendekati kelulusan, saya mencoba untuk melakukan pendekatan.
Contoh pendekatan bodoh yang dilakukan adalah…ah, tak usahlah diceritakan bagaimana berusaha hanya untuk di-notice. Bagaimana melakukan sesuatu agar GPSnya berbunyi dan menunjukkan bahwa saya ada, bahwa ada tambahan satu orang yang sedang mengantri untuk masuk ke dalam fans-clubnya. Bisa jatuh harga diri ini jika penonton tahu apa saja yang sudah dilakukan dan reaksi apa yang dia berikan.
Puncak dari semua itu ketika memberanikan diri datang ke rumahnya untuk menyatakan perasaan, tentu saja berharap untuk diterima apa adanya. Ya..ya, saya tahu ‘apa adanya’ berarti apa ada tampang keren? apa ada hape canggih? apa punya prestasi?
Tetap mencoba berpikir positif, melupakan apa yang telah dilakukannya selama ini adalah karena ketidaktahuan dirinya. Bukankah ketika jatuh cinta tahiu pun berasa coklat.
Saya masuk ke rumahnya, dan disambut oleh pembantunya. Sepertinya dia tahu maksud kedatangan. Air putih disiapkan untuk mengguyur, eh bukan..sebagai persiapan saya jika gugup. Ya, dia tau saya tidak PD-an.
Saya menjelaskan alasan kenapa ujug-ujug datang ke rumah, dia maklum. Tidak banyak yang dia katakan, hanya sebuah syarat. Syarat yang jika terpenuhi, dia berjanji untuk menimbang permintaan tadi. Bukan 1000 candi yang dia minta, juga bukan mengubah kapal menjadi gunung. Adalah jika bisa diterima di Perguruan Tinggi dengan logo Gajah di Bandung.
Berat memang, namun tekad sudah bulat. Bersama beberapa teman, kami intensif di kota kembang untuk bisa meningkatkan passing grade kelulusan. Tujuan hanya dua, masuk ke fakultas idaman saya dan mendapatkan dia.
Namun, kapasitas otak ternyata tidak mampu menaklukkan soal-soal ujian. Saya gagal masuk ke Fakultas favorit, dan saya kehilangan kesempatan mendapatkannya. Kecewa, pasti.
Dan di sinilah saya sadar, saya harus berubah. Harus bisa melupakan dia.
Di masa-masa krisis jatidiri saya berkenalan dengan sekelompok weirdy-freak yang mengaku-ngaku jago komputer. Dunia IT selalu menarik dan bisa berkenalan dengan orang-orang dengan minat yang sama menjadi pelarian. Untuk bisa mengalihkan pikiran dari dia. Setiap kegiatan yang diadakan oleh komunitas tersebut diikuti, berusaha untuk ‘standing in the crowd’, berusaha untuk sibuk, berusaha untuk ‘menjadi seseorang’. Saya tak ingin hanya datang, duduk dan mendengarkan dosen lalu pulang dengan passing grade tinggi. Saya ingin berubah dan tidak ingin dianggap bukan siapa-siapa.
3 tahun berjuang, dan lumayan menampakkan hasil. Saya cukup puas dengan apa yang telah dilakukan dan sudah bisa melupakan dia. Entah kenapa hati ini sulit untuk jatuh cinta, setiap saya mendekati wanita…saya berharap itu dia. Dan portfolio pacaran selama kuliah, nothing. Bukan sesuatu yang bisa dibanggakan, bukan? That’s the fact.
Tapi saya tetap tidak bisa lari, setiap mereview apa yang sudah saya lakukan, selalu mengingatnya. Apa yang sudah di lakukan, sedikit banyak karena dirinya. Walaupun saya melakukan sendiri, tapi motivasi dibelakangnya adalah dia.
Setelah 4 tahun berpisah, kami kembali dipertemukan. Dan sepertinya dia mulai menyadari keberadaan saya. Cinta lama bersemi, dan saya mencoba kembali. Walaupun kali ini keberadaan saya sudah diakui, ternyata tidak mudah untuk masuk dalam hidupnya. Kisahnya dengan seseorang yang spesial di masa lalu, membuat agresi-agresi saya mental. Maklum, memang sulit melupakan seseorang dan kembali kami harus terpisahkan. Lagi-lagi cinta saya kandas.
Dia sibuk dengan pekerjaannya, dan saya sibuk dengan kegiatan pribadi. And history repeats itself.
Tak mudah melupakan dia (lagi), saya melakukan pendekatan yang berbeda untuk kembali melupakan dia. Mencari hobi sebagai pelarian dan kompetisi sebagai penyaluran emosi.
Tak sampai setahun, dia kembali lagi. Kali ini saya mencoba untuk hati-hati, namun tak bisa. Saya tetap bisa menerima dia apa adanya, apapun kisah yang dibawanya dan seperti apapun dia. Akhirnya kami saling menerima cinta masing-masing. Kita pun menjalaninya, bagi saya apa yang dijalani bersamanya lebih indah dari mimpi sekalipun.
Kita berbagi cerita, saling mengagumi dan saling mendukung satu sama lain. Tak ada alasan untuk tidak membawa hubungan ini ke tingkat yang lebih serius. Tapi…
Ada sesuatu yang membuat kita berpikir ulang, dan memutuskan untuk berpisah.
Setelah menjalani waktu bersama, kami belum bisa menemukan alasan yang kuat untuk meneruskan cerita ini. Mungkin saya belum bisa mengerti dia sepenuhnya atau saya yang terlalu banyak menuntut.
Ada beberapa hal yang bisa saya pelajari. Cinta membutuhkan kepercayaan yang tidak hanya sekedar diucap dengan kata-kata, tetapi harus ada komitmen dari dua orang untuk menjaga kepercayaan itu walaupun panasnya seperti bara api. Cinta itu seperti makhluk hidup, dia bisa tumbuh dan berkembang. Tapi jika ada hama, dia pun bisa layu. Jika tidak dipupuk dan disiram setiap waktu. Bahkan untuk sebuah cinta yang diperjuangkan selama 8 tahun.
