Jawaban atas alasan kenapa tidak menikah
Ada yang ngasih jawaban, perlu gue cantumin blognya ga yaaa? heuehhe
random thought from a woman.. and maybe these are what all women thought,,
- Lo ga perlu berbagi ranjang atau sofa dengannya?
- Ga perlu nyuci piring yang ga lo pake, ga perlu nyapu debu yang ga lo bawa dan ga perlu masak lebih?
- Ga perlu berebut cenel TV?
- Mau balik subuh, bisa!?
- Bisa makan porsi berdua buat lo sendiri?
- Cuma perlu mengingat 1 hari tanggal penting dalam setahun, hari ulang tahun lo?
- Ada janji ama temen kapan aja, bisa donk?
- Ga ada yeng perlu di rawat dan di jaga?
- Waktu wiken, ga perlu buru-buru bangun?
- Ga perlu malu karna muka lo masih kusam di waktu pagi?
- Lempar kaos sana-sini, letak baju dimana aja…ga ada yang ngomel?
- Klo lagi butuh ‘temen’, tinggal kasi tiket gratis atau voucher makan ?
- Ga perlu capek mencari kado ulang tahun atau anniversary?
- ga perlu jaim depan mertua?
- Berisik waktu makan? siapa yang larang??
- Mau beli lensa? suka-suka?
- Mau travelling? kemana aja kapan aja donk?
- Bisa begadang dengan siapa aja dan dimana aja?
- Gue udah bilang hidup lebih bebas belum??
- Ga perlu capek melapor apa yang sudah dilakuin hari ini?
- Mau ngomong apa aja ga ada yang ngelarang?
- Browsing sana browsing sini ga ada yang ngomel?
- Ga nyuci motor ga ada yang berisik?
- Isi kamar mandi cuma peralatan lo doank?
- Waktu single, ga perlu ada ‘drama kehidupan’?
- Kamar berantakan? biarin aja dulu?
- Ga perlu gelas klo minum dari botol?
- Ga perlu minta maaf?
- Ga da yang nyela lo waktu lo ngomong salah?
- Ga perlu berbagi apapun dengan siapapun?
- Kalo pulang kerja, lo ga perlu ‘kerja’ lagi?
- Kalo bilang ‘Gue masih single’, lo ga perlu bohong?
- Bisa menyimpan semua uang yang lo dapat?
- Pergi ke club, ga perlu sembunyi-sembunyi?
- Yang paling penting, sewaktu single..lo bisa diam kapan aja?
- Lo ga perlu berbagi ranjang atau sofa dengannya
- Ga perlu nyuci piring yang ga lo pake, ga perlu nyapu debu yang ga lo bawa dan ga perlu masak lebih
- Ga perlu berebut cenel TV
- Mau balik subuh, bisa!
- Bisa makan porsi berdua buat lo sendiri
- Cuma perlu mengingat 1 hari tanggal penting dalam setahun, hari ulang tahun lo
- Ada janji ama temen kapan aja, bisa donk
- Ga ada yeng perlu di rawat dan di jaga
- Waktu wiken, ga perlu buru-buru bangun
- Ga perlu malu karna muka lo masih kusam di waktu pagi
- Lempar kaos sana-sini, letak baju dimana aja…ga ada yang ngomel
- Klo lagi butuh ‘temen’, tinggal kasi tiket gratis atau voucher makan
- Ga perlu capek mencari kado ulang tahun atau anniversary
- ga perlu jaim depan mertua
- Berisik waktu makan? siapa yang larang?
- Mau beli lensa? suka-suka
- Mau travelling? kemana aja kapan aja donk
- Bisa begadang dengan siapa aja dan dimana aja
- Gue udah bilang hidup lebih bebas belum?
- Ga perlu capek melapor apa yang sudah dilakuin hari ini
- Mau ngomong apa aja ga ada yang ngelarang
- Browsing sana browsing sini ga ada yang ngomel
- Ga nyuci motor ga ada yang berisik
- Isi kamar mandi cuma peralatan lo doank
- Waktu single, ga perlu ada ‘drama kehidupan’
- Kamar berantakan? biarin aja dulu
- Ga perlu gelas klo minum dari botol
- Ga perlu minta maaf
- Ga da yang nyela lo waktu lo ngomong salah
- Ga perlu berbagi apapun dengan siapapun
- Kalo pulang kerja, lo ga perlu ‘kerja’ lagi
- Kalo bilang ‘Gue masih single’, lo ga perlu bohong
- Bisa menyimpan semua uang yang lo dapat
- Pergi ke club, ga perlu sembunyi-sembunyi
- Yang paling penting, sewaktu single..lo bisa diam kapan aja
- Keuntungan akumulasi
- Perlu 10.000 jam untuk menjadi seorang Expert
- Budaya
well yeah ga punya sofa king size? Hmm,, kalo udah punya,, yakin mau dipake sendiri?
siapa yang nyuruh cuci piring n nyapu,sepertinya lo Cuma diam baca Koran dan menikmati kopi yang gue buat..
we have two TVs, right?
yuk ahh,, kita sama2 balik subuh, jangan kaget kalo ketemu di suatu tempat ya
bukannya memang makan selalu 2 porsi ya?
ga perlu diingat, nanti gue ingatkan.
kalo temen lo semua sibuk, mau janjian sama siapa? mending kalo ada gue
dan ga ada yang akan ngerawat dan ngejaga
loh bukannya kita ga akan buru-buru bangun pas wiken?
kenapa mesti malu, toh ya sama-sama kusam
ga ada yang ngomel dan ga ada yang beresin.
hmm, kenapa mesti spending lebih, kalau ada gue?
ga perlu koq, gue yang bakal milih buat diri sendiri. Tugas lo? Kasih aja duitnya…
ga bisa deny bagian ini, gue juga ga mau jaim depan mertua.
gada yang larang, cuma mungkin calon client lo bakal ilfeel dan ga jadi bisnis bareng lo
hei yah,, gue suka lo beli lensa baru, artinya gw bisa dipotret lebih bagus donk?
kalo gue punya duit, gue boleh ikut, dan kita bisa kemana aja dan kapan aja
skip this part!
lebih bebas, dan lebih ga diperhatiin
gue juga udah tahap percaya harusnya, tinggal lo aja gimana.
nggak ada, tapi dinding pun punya telinga. So becareful!
iya, karena lo sibuk dengan yang maya, dan melewatkan kesempatan menarik dengan yang nyata. gue ngomel Cuma buat “menyadarkan” lo koq..
iya, ga nyuci artinya kan lo minta gue yang nyuci dengan cara halus. Walaupun ngomel, lo kan terbebas dari nyuci motor
heu euh, peralatan mandi yang dibeli sendiri. Tapi, ada apa ya dengan tambahan peralatan mandi dari gue?
hey, u live in your drama, single or not u will live on it!
bukannya enak kalo ada yang beresin,
gue bakal nyiapin banyak botol aqua kalo lo mau, tapi siapin aja duit yang banyak, karna lo kudu spending lebih.kalo pake gelas kan lebih hemat
skiiip.,,
gue ga nyela, Cuma kasih tau yang bener
yakin ga mau berbagi cinta?
hahha, kerjaan after work bukannya menyenangkan.
bukannya lebih enak bilang “I’m happily married man”?
hahha,, gue juga punya uang kalo lo ga mau kasih.
well then yeah,, lo emang belum siap buat settle
dan tidak bisa berbagi ketika lo lagi butuh berbagi
Alasan kenapa tidak menikah
O dear God up there,..send me a beautiful, rich, sexy, pious nice-looking and emotionally-stable woman…I’ll vow to love her because of You.
Fakta yang mengejutkan namun tak terbantahkan

Lo pernah nonton August Rush? Buat lo yang pernah nonton, kebayang ga siy punya anak dengan bakat seperti itu? Paduan genetik seorang ibu pianist dan ayah vokalis bisa menghasilkan keturunan dengan bakat yang luar biasa.
Selama ini kita tau bahwa faktor kesuksesan itu ada 2, bakat dan kerja keras. Jika punya bakat tapi tidak mau bekerja keras, maka hasil yang dikeluarkan tidak akan maksimal. Jika tidak punya bakat tapi mau kerja keras, lo juga bisa sukses. Ada lagi yang percaya dengan faktor X, faktor kebetulan. Faktor yang bisa datang kapan saja dan ada campur tangan tuhan di dalamnya.
Selama ini, faktor di atas yang gue imani. Tapi setelah membaca buku ini, iman gue goyah.
“Outlier” is a scientific term to describe things or phenomena that lie outside normal experience
Anomali, jika diartikan.
Di buku ini, Malcolm Gladwell ini mengulas beberapa fakta penting bagaimana orang-orang sukses bisa meraih pencapaian yang luar biasa. Bukan karena bakat atau kerja keras. Mereka bekerja sebanyak manusia normal dan dengan bakat yang rata-rata.
Apa yang membedakan mereka dengan orang lain, Malcolm menyebut beberapa faktor:
Malcolm menyadari bahwa anak-anak yang lahir pada bulan² awal akan memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan anak-anak yang lahir bulan²akhir di tahun yang sama. Karena anak-anak tersebut memiliki kesempatan yang lebih besar dan jam belajar yang lebih lama dari teman-temannya.
Waktu SMP-SMA, gue sempat menganalisa kejadian ini. Beberapa teman yang menurut gue outstanding -baik secara pergaulan atau akademis- kebanyakan adalah mereka yang lahir pada bulan Januari-Februari.
Tak peduli apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda minati, untuk bisa hebat dan terkenal Anda harus mengikuti hukum 10.000 ini. Tak terkecuali Beethoven, Ronaldo atau bapak ini. Untuk bisa melakukan sesuatu, mungkin mudah..tapi untuk mahir dan menghasilkan masterpiece dari sesuatu, lo harus bekerja 10.000 jam terlebih dahulu.
Dulu, gue sempat kagum dengan kemampuan matematis anak-anak Indonesia. Mereka dengan mudahnya menyabet emas, perak apalagi perunggu di lomba matematika kancah Internasional. Gue bilang itu dulu sebuah anugerah, tapi setelah membaca analisis dari Malcolm Gladwell..ternyata semuanya biasa saja.
Bahkan hal yang simple seperti quote/peribahasa, bisa menujukkan tingkat survavilitas suatu bangsa.
Sebenarnya ga ada yang baru, semua resep dan rahasia tentang kesuksesan sudah berserakan di mana-mana. Seperti kata temen gue mengenai filosofi: Bisa-Mampu-Mau.
Saya yakin, banyak dari kita yang bisa dan mampu, namun terhambat karena tidak mau.
13.08 2009
Hari ini, 2 tahun lalu gue membuka chapter baru dalam hidup. 13 Agustus 2007 Gue dipinang oleh sebuah perusahaan telekomunikasi anak negeri. Tak terasa waktu cepat berlalu dan sudah 24 purnama gue lalui bersama orang-orang di dalamnya.
Dari cerita teman-teman seangkatan, 2 tahun mereka sudah kawin cerai dengan banyak perusahaan. Tentu saja alasannya mencari yang lebih baik (memang seharusnya begitu). Mulai dari segi jobdesc atau gaji.
Dulu, gue juga sering ’selingkuh’ dengan tawaran beberapa perusahaan. Ketika masih bekerja gue mengikuti beberapa tawaran dari perusahaan lain. Tapi semakin sering gue mengikuti proses perekrutan, semakin gue menyadari bahwa semua pekerjaan adalah sama. Sama dalam artian bahwa ‘Try to make a living’.
Ini memang bukan pekerjaan terbaik di dunia yang gue idam-idamkan, tapi paling tidak masih bisa gue jalani. Bukankah esensi dari kebahagiaan adalah ‘menikmati yang dimiliki, bukan menginginkan yang tak dimiliki’?
Gue (dan mungkin lo), mungkin sedikit dari orang yang beruntung yang masih bisa menikmati menjalani sebuah pekerjaan. Banyak orang yang saat ini masih mencari pekerjaan karena status pengangguran mereka, dan yang paling kasihan adalah mereka yang sudah bekerja tapi tidak bisa menikmati pekerjaannya.
Apa yang sudah gue dapat 2 tahun ini?
Materi? ga banyak..gue masih belum bisa nyicil rumah dan biaya nikah.
Pengalaman? gue merasa kemampuan menjadi downgrade.
Teman? hey..gue bisa mendapatkan teman di mana saja.
Lingkungan kerja? dimana-mana sama aja, gue pernah ngerasain yang lebih tertekan lagi.
Lalu apa yang membuat gue masih bertahan sampai saat ini? Pertanyaan sama yang sering gue tanyakan dan seringkali membuat gue takjub dengan jawaban yang muncul, dedikasi dan loyalitas. Terdengar bodoh, bukan?
Dedikasi&loyalitas yang gue maksud bukanlah sesuatu yang ingin gue tunjukkan ke perusahaan, tapi sesuatu yang ingin gue buktiin ke diri gue sendiri. Apakah gue bisa mensyukuri apa yang gue dapat dan menjalaninya dengan ikhlas atau gue dengan mudahnya mencari sesuatu di luar sana? Tidak ada target berapa lama lagi gue harus membuktikan ini, tapi waktu 2 tahun bukanlah waktu yang sebentar dan gue sudah cukup puas dengan apa yang gue lakukan.
Jangan Pernah Menyerah – D’Massive
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi
Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi
Back to Reff 1
Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa
=============================
Lagu ini selalu terngiang dalam kepala. Acapkali secara tak sengaja berbisik mendendangkannya. Waktu di kantor, di perjalanan, bahkan waktu boker.
Walaupun lirik dan melodinya sederhana, terasa pas banget dan enak di dengar.
Kesempurnaan hanya miliknya, yang hanya bisa kita lakukan adalah mensyukuri apa yang ada dan tak henti untuk berusaha.
