Great Lessons of Life
- When someone lies to you, it teaches you that things are not always what they seem. The truth is often far beneath the surface. Look beyond the masks people wear if you want to know what is in their hearts. Remove your own masks to let people know who you really are.
- When someone steals from you it teaches you that nothing is forever. Always appreciate what you have. You never know when you might lose it. Never take your friends or family for granted, because today and sometimes only this very moment is the only guarantee you may have.
- When someone inflicts injury upon you, it teaches you that the human state is a very fragile one. Protect and take care of your body as best as you can, it’s the one thing that you are sure to have forever.
- When someone mocks you, it teaches you that no two people are alike. When you encounter people who are different from you, do not judge them by how they look or act, instead base it on the contents of what is in their hearts.
- When someone breaks your heart, it teaches you that loving someone does not always mean that the person will love you back. But don’t turn your back on love, because when you find the right person, the joy that one person brings you will make up for all of your past hurts. Times a thousand fold.
- When someone holds a grudge against you, it teaches you that everyone makes mistakes. When you are wronged, the most virtuous thing you can do is forgive the offender without pretense. Forgiving those who have hurt us is often the most difficult and painful of life’s experiences, but it is also the most courageous thing a person can do.
- When a loved one is unfaithful to you, it teaches you that resisting temptation is man’s greatest challenge. Be vigilant in your resistance against all temptations. By doing so, you will be rewarded with an enduring sense of satisfaction far greater than the temporary pleasure by which you were tempted.
- When someone cheats you, it teaches you that greed is the root of all evil. Aspire to make your dreams come true, no matter how lofty they may be. Do not feel guilty about your success, but never let an obsession with achieving your goals lead you to engage in malevolent activities.
- When someone ridicules you, it teaches you that nobody is perfect. Accept people for their merits and be tolerant of their flaws. Do not ever reject someone for imperfections over which they have no control.
- When someone loves us, it teaches us love, kindness, charity, honesty, humility, forgiveness, acceptance, and all of these can counteract all the evil in the world. For every good deed, there is one evil deed. Man alone has the power to control the balance between good and evil, but because the lessons of love are not taught often enough, the power is too often abused.
- When you enter someone’s life, whether by plan, chance or coincidence, consider what your lesson will be. Will you teach love or a harsh lesson of reality? When you die, will your life have resulted in more loving or more hurting? More comfort or more pain? More joy or more sadness? Each one of us has the power over the balance of the love in the world. Use it wisely!
Separuh Jiwaku Pergi
Nulis ini sambil nyambi sembari lagi sedang *word abuse* nonton Just Alvin di Metro TV, tokoh yang diangkat adalah Anang. Kita semua tahu bahwa Anang sedang dirundung masalah. Bukan masalah Anang dan KD yang akan gue angkat dan ga mau juga menjadikan postingan ini sebuah berita ghibah. Yang pengen gue garis bawahi adalah sikap yang ditunjukkan Anang dalam menghadapi masalahnya. Anang begitu tenang meskipun emosinya sedang meluap-luap. Dia bisa menjawab pertanyaan Alvin dengan bijaksana. Dia bisa menerangkan kenapa dia mengambil keputusan dengan baik dan lancar. Dia tetap menghargai (mantan) istrinya dan tidak menyalahkan keadaan, dia ikhlas.
Kata-kata yang gue suka terlontar dari Anang adalah alasan kenapa anak-anak harus ada dibawah asuhan dia, dia mengatakan bahwa anak adalah amanah Illahi yang menjadi tanggung jawab si bapak. Karena ibu bisa saja kawin lagi dan mempunyai anak dengan suami barunya, yang menjadi masalah apakah suami baru mau menerima anak yang bukan darah dagingnya. Juga bahwa dia selama 13 tahun sudah berusaha mempertahankan hubungan keluarganya meskipun dia sudah lama tahu kondisi (mantan) istri. Dia memposisikan dirinya sebagai kepala keluarga yang harus bisa bertindak laiknya seorang kapten, yang harus tenang dalam menghadapai badai rumah tangga. Dia tau betul posisinya sebagai Imam.
Semoga Anang bisa kembali menemukan Separuh Jiwanya yang kini telah pergi.
penting ga penting: info Anang&KD ini sama hebohnya buat gue dengan info gempa Tasikmalaya kemarin. Dan salutnya lagi, koq gue bisa kelewatan info ini yaaaa…secara gosip pagi jadi temen sarapan,,hauahahha..daripada nonton berita korupsi yang bikin makan ati, mendingan liat tampang artis yang bikin seger pagi hari.
—-
Separuh Jiwaku Pergi
Memang indah semua
Tapi berakhir luka
Reff:
Benar ku mencintaimu
Tapi tak begini
Kau khianati hati ini
Kau curangi aku
Kau bilang tak pernah bahagia
Selama dengan aku
Itu ucap bibirmu
Kau dustakan semua
Yang kita bina
Kau hancurkan semua
Catatan sebelum mudik
Besok mudik, yay!
Sebelum mudik dan secara puasa tinggal 2 hari lagi (kalo jadi lebaran hari Minggu), gue pengen evaluasi kegiatan selama 2bulan terakhir.
Ibadah
Sebenarnya agak sensitif ngomongin ibadah di ruang publik, takut masuk kategori Riya’. Karena niatan pengen evaluasi dan introspeksi (Alhamdulillah jika ada menganggap Syiar), gue tulis beberapa kegiatan selama Ramadhan.
Apa yang berubah selama Ramadhan? Alhamdulillah, sampai kemarin tetap istiqomah menjalankan ibadah sunnah Ramadhan. Berbeda banget dengan tahun sebelumnya. Selama kuliah, lebih banyakan ga taraweh karna sibuk belajar bermain game dan kegiatan kampus. Selama awal kerja, sibuk mencari perhatian bos biar dapat nilai bagus bekerja dengan rajin. Dan baru kali ini bisa penuh menunaikan tanpa paksaan buku catatan Ramadhan semasa SD dulu. Kebetulan masa kuliah sedang hiatus, jadi bisa berkonsetrasi untuk ibadah.
Apa yang kurang selama Ramadhan? Sahur! bisa dihitung berapa kali gue sahur selama sebulan. Paling males bangun sahur karena faktor kesendirian *curcol*
Sepertinya sudah waktunya mencari ‘teman sahur’, buat Ramadhan tahun depan. Do’akan saja, bisa segera mendapatkan pendamping hati *ngarep
Pengalaman paling indah selama Ramadhan adalah bisa qiyaamul lail bersama-nya di Istiqlal, semoga kesempatan kemarin bukan yang pertama dan terakhir.
Kerjaan
Kita lagi ngerjain proyek 5S. Ini proyek follow-up dari hasil training yang disponsorin kantor. Secara background IT, ini merupakan hal yang baru. 5S/5R diadopsi dari metodologi lingkungan kerja yang dipakai di Jepang yaitu Seiri (Ringkas), Seiton (Rapih), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), Shitsuke (Rajin). Selain bagus untuk lingkungan kerja, konsep ini juga bagus untuk pengembangan pribadi. Rada malas membahas ini, silahkan baca mengenai 5S
Terus juga, di minggu terakhir Ramadhan banyak sekali undangan berbuka puasa. Sengaja pakai kata sekali, karena setiap hari kita harus menentukan jatah siapa pergi kemana, apa mereka tidak mengatur jadwal untuk mengundang kita ya *sok penting.
Walhasil, program diet yang gue jalanin jadi berantakan, screw buffet menu!
2 hari kemarin, gue juga sempat ditugaskan ke Palembang untuk roll-out project. Berkah Ramadhan, karena gue dikasi kesempatan untuk berbuka dan sahur bareng keluarga.
—
Selama 5 hari gue mudik, sudah ada itinerary yang harus dijabanin. Maksud hati juga pengen liburan, bukan (sekedar) silaturrahmi. So here we go welcoming a victory day!
Semoga amalan kita bisa diterima Alloh SWT dan menjadikan derajat kita lebih tinggi di sisi-NYA.
How mature am I?
Not bad.
| What is your level of maturity?
EXCELLENT Your Grade: A. You have arrived! |
| Click Here to Take This Quiz Brought to you by YouThink.com quizzes and personality tests. |
Untuk menghibur diri sendiri karena telah melakukan sesuatu yang bodoh.
.tentang cinta
….
RK: bedain penasaran sama cinta apa?
InP: ya cinta,,mau kebanting ma kelempar2 tetep aja sama
InP: klo perasaan fluktuatif..
….
dan saya pun berpikir,…apakah selama 8 tahun kebelakang, perasaan saya tidak berubah padanya walaupun sudah kebanting dan kelempar2?
