Riky Kurniawan

How to assembling Rubix from scratch for dummies

6 months ago - Tag: Fun - No Comment (0)

Iseng mode on, disela-sela kerjaan kantor…

How to assembling Rubix from scratch for dummies

[bigger image]

Solo Backpacking ke Bangkok-Phuket-Krabi

6 months, 1 week ago - Tag: Dream, Fun, Photography, Travelling - Comment (37)
Solo Backpacking to Thailand

Persiapan sebelum perjalanan.
10-16 Februari lalu akhirnya melakukan perjalanan pertama ke luar negeri, sebuah pengalaman 6 hari yang penuh dengan wow-moment. Tiket ini dibeli pada masa promo Rp.0 dari AirAsia 9 bulan lalu (Mei 2009). Biasanya AirAsia melakukan promo Rp.0 untuk beberapa destinasi populer 2 kali setahun, silahkan daftar ke layanan Red Alert untuk mendapatkan informasi promo ini.

Dari rencana awal, ada beberapa jalur harus dibatalkan karena waktu terlalu singkat, tiket yang seharusnya Jakarta -Bangkok-Malaysia-Jakarta terpaksa harus diubah menjadi Jakarta-Bangkok-Phuket-Jakarta. Salah satu resiko yang harus diambil dari sebuah rencana. Sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan Malaysia, tidak ada yang menjadi daya tarik di negara tersebut selain 2 menara-tinggi-gue-lupa-namanya, ditambah adanya konflik pribadi dengan negara tetangga tersebut.

Waktu selama 9 bulan itu dimanfaatkan untuk 2 hal: mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk menyusun itinerary (catatan perjalanan) dan menabung. Dari draft itinerary yang disusun, maka minimal harus menabung sebanyak 300ribu selama 8-9 bulan, untuk detail biaya akan dijabarkan lebih lanjut.
(more…)

2012 minus 2

8 months, 1 week ago - Tag: Dream, Fun, Love, Profile - Comment (7)

Tahun lalu apa-aja-yang-pengen-gue-capai tidak dijadikan konsumsi publik. Evaluasinya adalah beberapa hal lupa dijalanin karena tidak dicatat, tapi target yang masuk daftar have-to-do alhamdulillah sukses dijalanin seperti melanjutkan kuliah dan aktif di organisasi sosial. Kalo gue simpulkan, tahun lalu adalah tahun kesabaran dan komitmen. Kalo di tahun² sebelumnya, gue bisa dengan seenaknya lakuin ini itu kesana kemari..kalo tahun ini ga bisa begitu karena beberapa kegiatan seperti kuliah dan Klub sosial sangat menyita waktu.

Jika dibandingkan antara tahun 2008 dan 2009, gue semakin meyakini sebuah hipotesa bahwa jika kita membagi mimpi kita pada dunia, dunia akan berkonspirasi dan bersinergi bersama untuk mewujudkannya. Jangan takut untuk tidak bisa mewujudkan mimpi yang ada, tapi takutlah untuk takut bermimpi.

Dengan menggabungkan metode S.M.A.R.T dan teknik MindMap, gue mencoba merangkai dan memvisualisasikan target tahun depan. Semuanya Insya Alloh bisa dicapai, this is a promise I make to fellow readers and to myself. Insya Alloh buat orang on-time (makhluk langka!) seperti gue, adalah 95% usaha kita dan 5% ketentuan Alloh. 5% itu kalau di surat kontrak masuk ke pasal Force Majeure.

Resolusi 2010

Resolusi 2010

Rubicaholic

8 months, 2 weeks ago - Tag: Fun, Photography - Comment (5)

Selama 4 hari di sela² gawean kantor dan kuliah, gue belajar bagaimana cara menyusun rubik. Candu ini berawal dari berita di TV ada yang bisa menyusun rubik dalam waktu hanya 17 detik. Gue dan Nda berdecak kagum dengan dan penasaran gimana bisa nyusun kotak 3×3 tersebut.

Akhirnya minggu lalu gue membeli rubik pertama. Jujur aja, gue rada nyesel baru kenal ama permainan ini. Kenapa? karena banyak banget nilai-nilai yang bisa di dapat dari permainan sederhana ini. Gue yang sangat amat lemah dalam hal memorizing dan dimensi, membutuhkan permainan seperti ini. Waktu tes IQ SMU dulu, nilai test ruang dimensi gue adalah nilai yang paling ancur.

rubik pertama ini gue beli di Gramedia Semanggi Plasa, tepatnya di sudut Corbuzier Shop. Dari si penjual, ada beberapa tipe rubik berdasarkan kualitas, bentuk dan warna. Karena ini permainan baru, gue ga mau neko² dulu. Rubik 3×3 is fine for a start. Rubik 3×3 ini ada banyak ragam, mulai dari yang asli sampai yang DIY (Do it Yourself). Secara komposisi warna, sama aja. Yang membedakan adalah kualitas putaran (mudah diputar dan sulit diputar) dan apakah warnanya di cat atau pake stiker.

Rubik 3×3 terdiri dari 6 warna. Selain itu, ada 2 standar komposisi warna yang diakui International. Yaitu komposisi ala USA dan komposisi ala Jepang. Yang membedakan hanya susunan warna hijau dan biru saja. Sebuah fakta yang tidak mempengaruhi hasil akhir.

1 hari pertama gue pengen tes tanpa bantuan apapun, dan hasilnya adalah sebuah susunan kubus yang tidak berpola. Tidak ingin membuang waktu lebih banyak, gue pun mulai mencari artikel dan tutorial mengenai rubik ini. Ternyata, selama ini gue hanya melompat-lompat dalam tempurung. Banyak banget metode dan algoritma yang harus dilakukan untuk bisa menyusun sebuah rubik. Ada metode layer by layer, metode corner dna metode lainnya. Untuk yang beginner kaya gue, metode layer by layer adalah awal yang bagus untuk belajar.

Selain belajar algoritma dari Jessica Fridrich tersebut, ga ada salahnya juga menonton video berseri berikut: video menyusun rubik seri satu dan video menyusun rubik seri dua.

Jika sudah mempelajari algoritma yang ada, rubik tidak lagi menjadi sebuah benda yang menakutkan lagi. Dan sekarang, dalam waktu 5 menit rubik sudah tersusun kembali. Masih jauh dari rekor dunia < 20 detik dan rekor Virkill dkk di komunitas rubik. Mereka bisa menyelesaikan rubik dengan mata tertutup dan hanya satu tangan.

rubik

Nilai-nilai yang gue dapat selama belajar Rubik:
1. Ga usah gengsi belajar dari metode yang sudah ada, belajar tanpa metode hanya akan menghabiskan waktu. Fakta #16. Jika seseorang mencoba secara acak untuk menyelesaikan permainan ini, maka waktu yang diperlukan akan melebihi umurnya sendiri.
2. Lupa makan, lupa nelpon pacar, lupa kerja karna penasaran nyusun rubik.
3. Setelah berhasil, pola pikir ruang kita akan meningkat tajam.
4. Klo udah bisa, starving for speed and another challenge buat selesaikan rubiknya.
5. Ini ga cuma berlaku buat rubik aja, semuanya bisa dipelajarin jika sungguh-sungguh. Nothing is impossible if you desperately want it.

Fakta menarik mengenai Rubik.

Bangsa Kasihan

8 months, 2 weeks ago - Tag: Book&Movie, Dream, Fun, Love, Opinion, Profile - Comment (1)

Kasihan bangsa yang mengenakan pakaian yang tidak ditenunnya,
memakan roti dari gandum yang tidak mereka panen,
dan meminum anggur yang mereka tidak memerasnya.

Kasihan bangsa yang menjadikan orang dungu sebagai pahlawan
dan menganggap penindasan sebagai hadiah.

Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur,
sementara menyerah padanya ketika bangun.

Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan,
tidak sesumbar kecuali di atas reruntuhan,
dan tidak memberontak kecuali ketika lehernya sudah berada di antara pedang dan landasan.

Kasihan bangsa yang negarawannya srigala,
filosofnya gentong nasi,
dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.

Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya dengan terompet kehormatan
namun melepasnya dengan cacian, hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan terompet lagi.

Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu menghitung tahun-tahun berlalu
dan orang kuatnya masih dalam gendongan.

Kasihan bangsa yang terpecah-pecah, dan masing-masing pecahan menganggap dirinya sebagai bangsa.

dari : Kahlil Gibran, “Cinta Keindahan Kesunyian”, Yayasan Bentang Budaya, 1997.

Recent Comments

About

  • Only a man in a silly-red-shirt, digging for a kryptonite on this one-way street.
    (Still) trying to be something more than just a blip on the radar-screen

Elsewhere

Syndications

Meta

God, grant me the serenity to accept the things I cannot change; the courage to change the things I can; and the wisdom to know the difference.