Riky Kurniawan

Hiatus on Photography

3 months, 3 weeks ago - Tag: Dream, Love, Opinion, Photography, Travelling - No Comment (0)

Untuk sementara berpikir menghiatuskan diri dari salah satu hobby, dengan berbagai pertimbangan. Bukan ga suka atau bosan dengan hobby ini, gue sangat menikmati dengan apa yang dilakukan selama menjalani kegiatan ini. Tapi sepertinya, skala prioritas membuat hobby ini harus mengalah dengan prioritas lainnya. Mungkin suatu saat kita bisa bertemu lagi, fotografi.

Gue ingat banget masa-masa awal ketika senang dengan fotografi. Ribuan halaman artikel dan buku mengenai fotografi dibaca (no kidding!), milis fotografi jadi sarapan pagi, klub fotografi di ikutin, semua teknik fotografi dipelajari, ga pernah bosan melihat gallery fotografer kondang dan membaca data-data teknis di balik sebuah jepretan, dan akhirnya receh demi receh berhasil dikumpulkan dan ditukar dengan sebuah EOS 450D. Sudah saatnya mempraktekkan apa yang sudah dipelajari.

Beberapa tempat berhasil diabadikan dalam sebuah frame, beberapa model berhasil dijebak dirayu untuk difoto kecantikan wajahnya, dan momen-momen bersama menjadi kenangan indah untuk diingat nanti.

Sama seperti hobi lelaki pada umumnya, ini bukan hobby murah. Selalu saja ada racun untuk terus meningkatkan hasil jepretan. Mulai dari lensa, lampu blitz, tripod, dan aksesoris lainnya. Untung saja pendapatan pas²an, jadinya tidak terlalu lapar mata pada barang-barang ini. Berusaha stick to the plan, selama masih bisa mengabadikan objek yang menurut gue bagus, itu sudah cukup untuk kepuasan pribadi. Pujian dari orang-orang sekitar hanyalah bonus, dan heeei..gue seorang Pisces, seni adalah hal yang mengalir dalam tubuh kami.

Lalu kenapa memutuskan untuk hiatus? karena ada banyak hal-hal penting yang sepertinya harus diprioritaskan. Gue mau memasukkan batu-batu besar dalam tempayan hidup sebelum batu-batu kecil masuk. Jangan sampai ketika wajan penuh, gue baru menyadari ada banyak hal yang lebih indah terlewatkan dalam hidup ini.

Mungkin suatu saat gue akan kembali lagi untuk (agak) serius menekuni hobi ini. Tentu saja, dengan gear yang lebih mumpuni, tempat yang lebih jauh dan indah. Untuk sementara kamera hanya akan keluar, ketika sangat dibutuhkan, bukan ketika diinginkan.

—————————————-
Kupelihara Rindu Itu
tak langsung kuumbarumbar
kupinjam sedikitsedikit saja
biar tak habis biar bersisa

kupelihara rindu itu
tak langsung kutuangtuang
kusimpan buat besok dan lusa
biar sedia biar masih ada

kupelihara rindu itu
biar hidup biar tak hampa

rizapn . 06april2009 . 16:03wib.

Update Q1 2010

4 months ago - Tag: Dream, Fun, Love, Travelling - Comment (3)

Q1 2010 sudah berakhir. Sebelumnya ingin mengucapkan Selamat hari Buruh kepada buruh di dunia (termasuk gue), jika tidak ingin menjadi buruh dan mendapatkan penghidupan yang layak cari kesempatan di luar sana…selalu ada “ladang” yang bisa digarap untuk membuat hidup lebih baik. Don’t complain, change!

Juga, selamat hari Pendidikan Nasional, selamat buat yang sudah lulus ujian nasional pertama dan untuk yang ga lulus, belajar lebih keras karena masih ada kesempatan kedua. Dan hey! ga lulus UAN bukan akhir dari segalanya…hidup lo lebih berharga, jangan akhiri dengan sekaleng obat serangga atau berbuat yang akan kau sesali nanti.

Di awal tahun, membuat beberapa mimpi untuk diraih di 2010. Hey..Walopun kiamat 2 tahun lagi, kita harus tetap optimis bukan? heuehe

Mimpi di Q1 2010 tidak terlalu banyak dan muluk-muluk dan beruntung bisa mewujudkannya. Gue berhasil menaklukkan dan mendapatkan yang terbaik dari Bangkok-Phuket-Krabi. Untuk cerita mengenai petualangan di luar sana, silahkan baca post terdahulu. Gue juga akan sangat menikmati menceritakan kembali jika ditemani segelas Frappucino Mint. Sebuah pengalaman yang…ah sudahlah, lo pasti ngerti.

Semester 2 juga sudah berakhir, dan puas dengan hasil yang di dapat. Target IPK hampir tercapai, dari target IPK 3,5 cuma bisa dapat 3,4. Satu hal yang membuat bangga adalah nilai 4 untuk mata kuliah Manajemen Pemasaran. Jika flashback ke belakang, gue ga percaya dengan perubahan yang terjadi dalam diri. Pernah di ruang ber-AC dingin, keringat membasahi baju dan hampir bisa dipastikan baju itu bisa diperas hanya karna gugup menceritakan 7-9 paragraf artikel dalam bahasa inggris di kelas les bahasa Inggris. Dan dengan keluarnya nilai pada mata kuliah yang membutuhkan jam terbang presentasi yang banyak dan bagaimana cara mengemas ide sehingga menarik untuk disampaikan, sudah cukup membuktikan ada perubahan baik dalam diri.

Yang gue percaya adalah bukan seberapa besarnya pencapaian yang bisa kita raih, tapi seberapa besar margin atas pencapaian kita tersebut dibandingkan dengan diri kita terdahulu. Konsep yang berlaku juga pada, bukan seberapa banyak profit centre (salary, sidejob, profit) yang bisa kita raih dalam sebulan/setahun tapi seberapa besar margin saving (cost center – profit center) yang berhasil kita dapat dalam bulan/tahun tersebut. Jadi jangan anggap remeh pencapaian yang bisa diraih, meskipun itu kecil di mata orang lain.

Mengenai kerjaan kantor, ada surprise yang gue sendiri belum berani memimpikannya. Apa yang dikerjakan selama ini ternyata bernilai baik bagi orang lain dan mereka merasa pantas untuk memberikan sesuatu yang lebih. Mendapatkan kesempatan untuk promosi. Ada perubahan struktur organisasi pada department tempat bekerja, dan perlu diadakan seleksi untuk menempati pos-pos baru. Diberikanlah penawaran kepada orang-orang yang dirasa mampu. Tersedia 3 pos baru yang harus direbutkan oleh 5 orang, dan semuanya di luar daerah. Salah satu daerah yang diberikan adalah Regional Sumatera bagian Selatan, which is senang banget karena bisa berkumpul dengan keluarga. Di satu sisi masih belum bisa kembali ke daerah karena sudah terbiasa dengan kultur kejamnya kota, tapi di satu sisi gue dalam masa-masa labil dan merasa tidak ada alasan kuat yang membuat bertahan di sini. Tapi kesempatan tidak datang dua kali, apapun itu harus diperjuangkan.

Setelah melalui proses seleksi, gue ga lolos. Tapi manajemen menempatkan di pos baru yang lebih seru dan tidak pernah ditawarkan sebelumnya. Mereka melihat potensi lebih cocok untuk ditempatkan di Head Office. Alhamdulillah, somebody’s notice. Dan sekarang melakukan sesuatu yang lebih passionate dan berharap bisa mengeluarkan potensi terbaik dalam diri.

Tidak semua cerita harus bernada bahagia. Ini sebuah cerita lama namun sepertinya akan sulit untuk berhenti. Apa yang lo rasain jika seseorang yang pernah atau sedang kau cintai melakukan sesuatu yang menyakiti dirinya sendiri dan membuat kecewa orang-orang yang menyayanginya. Mengetahui kondisi seperti itu, penyakit saviour-complex gue kambuh dan ingin mebantu dengan cara apapun. Orang boleh bilang ini tindakan pahlawan kesiangan, kenapa harus peduli pada orang yang yang sudah menginjak-injak harga diri lo, atau malah tidak menghargai cinta lo. Gue sudah sering menerima tamparan ini dari orang-orang terdekat, tapi ada beberapa hal yang menurut gue tidak bisa mereka mengerti. My love is unconditional, no matter how hard she push me away there is something that can’t change.

Old habit hard to die. Ketika sebuah per ulir sudah ditarik sedemikan rupa, akan sulit untuk mengembalikan ke bentuk semula. Diperlukan tindakan yang persisten, periodik dan kondisi ekstrim untuk bisa mengembalikan itu. Mencari sesuatu pada tempat dan cara yang tidak tepat hanya akan membuat situasi semakin sulit dan complicated. Meskipun gue harus menerima kenyataan bahwa tidak semua yang kita inginkan bisa kita dapat, gue harus melakukan sesuatu bahkan cara yang ekstrim sekalipun. Gue ga tau apakah cara yang sudah dilakukan akan berhasil, tapi jangan pernah kehilangan harapan. Jika bukan gue, mungkin suatu saat akan ada orang lain atau cara lain yang bisa. Do not give up on someone you love, when you give up..you just lose hope and don’t give permission to HIS way to work.

Have faith! You’ve done your best.

Sekarang mencoba untuk berhenti jadi manusia goa. Sadar bahwa cahaya itu cuma sebuah lilin/ atau obor atau bahkan api unggun. Gue harus bisa mencari cahaya lain di luar sana yang lebih hangat atau bahkan memberikan cahaya pada orang banyak.

Travelling terakhir adalah ke Bali. Tidak banyak yang bisa diceritakan di sini. Mungkin kurang bisa mengeksplorasi Bali, sehingga kurang ngerasa greget menikmati perjalanan. Jika diberikan kesempatan untuk kembali, mungkin akan dicoba kembali dengan mood yang lebih baik.

Yang bisa disimpulkan adalah, ketika lo sudah pernah melihat sesuatu yang lebih menarik maka hal lainnya akan menjadi biasa saja. Karena itu jadi mengerti kata teman yang belum mau diving ke Raja Ampat, karena dia takut ketika dia diving ke tempat lain makanya rasanya akan biasa-biasa saja.

Ubud

Tari barong

Kintamani

Penari Bali

GWK

.sekian

K’naan – Wavin Flag Versi Remix

4 months ago - Tag: Opinion - No Comment (0)

Looping forever in my playlist, along with Jai Ho by the Pussy Cat Dolls.
—————————————
Ooooooh Wooooooh
Give me freedom, give me fire, give me reason, take me higher
See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud
In the streets our heads are lifting, as we lose our inhibition,
Celebration its around us, every nations, all around us
Singing forever young, singing songs underneath that sun

Lets rejoice in the beautiful game.

And together at the end of the day.

WE ALL SAY!

When I get older I will be stronger

They’ll call me freedom Just like a wavin’ flag
And then it goes back
And then it goes

When I get older I will be stronger
They’ll call me freedom
Just like a wavin’ flag
And then it goes back
And then it goes

Oooooooooooooh woooooooooohh hohoho
Give you freedom, give you fire, give you reason, take you higher
See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud
In the streets our heads are lifting, as we lose our inhibition,
Celebration, its around us, every nations, all around us
Singing forever young, singing songs underneath that sun

Lets rejoice in the beautiful game.

And together at the end of the day.
WE ALL SAY

When I get older, I will be stronger
They’ll call me freedom
Just like a wavin’ flag

And then it goes back
And then it goes
Wooooooooo Ohohohoooooooo ! OOOoooooh Wooooooooo

And everybody will be singing it

Wooooooooo ohohohooooo

And we are all singing it……!

Antara Pemasaran dan Keuangan

5 months, 3 weeks ago - Tag: Dream, Fun, Opinion, Profile - Comment (7)

Ga berasa mau masuk semester 3, sekarang lagi minggu UAS. Di semester 3 dan 4 ada beberapa peminatan yang bisa dipilih: Pemasaran, Keuangan, SDM dan Perbankan.

Secara syarat masuk peminatan Perbankan adalah harus punya pengalaman 2 tahun di dunia perbankan, jadi hanya tinggal 3 pilihan buat gue. Dari 3 ini, pilihan lebih berat antara Pemasaran dan Keuangan.

Kelebihan jika memilih peminatan Pemasaran adalah gue suka membaca buku-buku strategi pemasaran, bagaimana sebuah produk bisa mempengaruhi kehidupan banyak orang dan menganalisa data (sales forecast, market survey, atau quesioner). Ga enaknya, dapetin data marketing untuk bahan thesis susah banget, butuh kerja keras karena datanya tidak disediakan begitu aja. Ada banyak siy metode pengumpulan data yang bisa dilakukan, tapi buat dapetin data primer butuh waktu dan tenaga. Data sekunder pemasaran bisa didapat dengan mudah dari Internet. Bicara soal data dari Internet, pak Nukman pernah melakukan kuisioner kecil-kecilan di twitter, dan diambil kesimpulan bahwa data yang diambil dari internet itu tidak belum bisa dijadikan referensi karya ilmiah, kecuali jurnal ilmiah yang di-share di internet.
Ide sementara gue adalah melobi pihak marketing kantor untuk berbagi data demi kepentingan riset atau kuisioner dengan hadiah menarik, iPhone misalnya (gue aja ga punya!)..yaa, apa aja dey demi kelancaran thesis.

Kalo gue milih peminatan Keuangan, masalah jadi sebaliknya. Untuk mendapatkan data, sangat amat mudah sekali. Jurnal atau laporan keuangan bisa diakses bebas, semua perusahaan yang listing di Bursa Efek (perusahaan tbk) pasti menyediakan data ini. Jadi dengan data yang ada, bisa dipastikan ga akan sulit menyusun thesis. Yang menjadi sulit adalah, sejak SMU pelajaran Akuntansi adalah momok buat gue. Gue selalu gagal untuk membuat kolom kiri dan kanan menjadi seimbang.

Dua-duanya siy sama serunya, membaca data dan mengubahnya menjadi informasi untuk diambil tindakan berdasarkan analisa.

Jadi gimana ya? mau mudah tapi ga suka atau sulit tapi suka.

hhmm..daripada pusing mikirin ini, mending gue belajar buat UAS dulu dey…sibuk mikirin yang masih jauh, mending kerjain tugas yang di depan mata.

Pakai blog gratisan atau ngurus sendiri?

6 months ago - Tag: Fun, Opinion, Technology - Comment (6)

Baiknya yang mana ya? sebenarnya siy bukan nyari mana yang baik atau engga, cuma soal kenyamanan aja.

Menurut gue kalo pakai blog sendiri (dengan hosting tentunya), kita diberi kebebasan dalam mengurus blog kita. Bisa dengan mudah menentukan themes/plugin yang mau dipakai dan punya legacy atas klaim kita di dunia maya.
Berbeda dengan blog gratisan, kita dipaksa untuk mengikuti pilihan yang terbatas dari penyedia layanan..bisa siy diakalin dengan widget atau themes modifikasi tapi dengan embel-embel nama domain penyedia layanan, menurut gue kepanjangan dan ga personal. Yang bikin enak, selain gratis tentunya reliabilitas data yang disimpan di server layanan, berbeda dengan ngurus sendiri yang kalau ada masalah harus, well..ngurus sendiri.

Ada banyak pertimbangan memilih blog gratisan dan ngurus sendiri, tapi menurut gue yang paling berat adalah masalah legacy vs keberadaan posting setelah “gue ga bisa ngurus lagi”. Dua hal ini menjadi pertimbangan berat buat gue. Bagi sebagian orang mungkin masalah ini ga penting, geje atau masalah kecil.

Gue sempat mikir, misal gue ga dikasih kesempatan lagi buat ngeblog…siapa yang mau ngurus blog gue waktu gue ga ada, padahal gue pengen postingan-postingan gue menjadi sebuah legacy jejak langkah gue. Rather bit extreme, but that’s the only way I know to live eternally…a life worth remembering. Mungkin bisa dengan menulis buku, tapi gue bukan penulis komersil yang baik. Takutnya malah ngerugiin penerbit, struktur kalimat di blog ini ga jelas.

Solusinya pakai blog gratisan, data kita bisa diakses selama penyedia layanan tetap bertahan. Tapi…gue ga suka pakai embel-embel domain layanan gtu, gmana donk?

Atau pakai domain parking atau domain forwarder aja kali ya? mungkin ini jalan tengah yang bisa diambil. Alamat sesuai keinginan kita tapi penyimpanan data di urus oleh layanan penyedia blog. Artinya gue harus migrasi postingan blog ini…hmmm

ga penting banget yak? yeah well,..just another rambling thought aja, ^^

Recent Comments

About

  • Only a man in a silly-red-shirt, digging for a kryptonite on this one-way street.
    (Still) trying to be something more than just a blip on the radar-screen

Elsewhere

Syndications

Meta

God, grant me the serenity to accept the things I cannot change; the courage to change the things I can; and the wisdom to know the difference.