Protected: 8 tahun menuju 8 bulan
Lowongan CPNS
Lagi banyak lowongan CPNS akhir-akhir ini, sepertinya negara lagi butuh banyak abdi negara.
Masih belum minat kecuali KPK.
Ada yang bisa share kenapa mau melamar jadi PNS atau kenapa ga mau jadi PNS?
- http://www.pom.go.id/public/berita_aktual/data/1_cpns_pengumuman.pdf
- http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=4001&Itemid=202
- http://www.lapan.go.id/cpns/index.php?vpage=register.php
- http://www.nakertrans.go.id/uploads/doc/Pengumuman%20Penerimaan%202009.pdf
- http://www.depnakertrans.go.id/uploads/doc/Formulir%201%20dan%202.pdf
- http://cpns.bpn.go.id/default/
- http://sdm.ristek.go.id/cpns/
- http://www.esdm.go.id/download/cpns2009/Pengumuman%20CPNS%202009_lengkap.pdf
- http://116.90.165.194/
- http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=4012&Itemid=202
- http://penpeg.dephan.go.id/cpns2009.html
- http://www.penerimaancpns.dkp.go.id/DKP/
- http://setjen.diknas.go.id/index.php?fuseaction=pengumuman.pengumumandetail&id=43
- http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=199&Itemid=57
- http://rekrutmen.bappenas.go.id/
Aktif di milis
Selama ini banyak ikut milis. Mulai dari programming, fotografi, database, komunitas, kuliner, travelling, OS platform, gadget, sosial, pengembangan diri, lowongan kerja, sampai milis junk pun diikuti.
Bukan berarti ga ada kehidupan di luar sana karena harus membaca setiap email masuk, tapi karena suka sistem milis yang membuat informasi tersentralisasi. Gue bisa tau headline informasi dan topik terpanas dengan lebih cepat, kalo pengen tahu detail tinggal baca koran atau googling.
Sering dari email yang dibaca ada pertanyaan-pertanyaan yang bisa gue jawab, tapi terkadang agak sungkan karena faktor malu. Malu takut salah, malu dianggap sok tahu, malu tidak memberikan informasi secukupnya dan malu-malu yang lain. Secara etika milis, gue tahu bagaimana cara menjawab yang baik tapi faktor low-self-esteem yang membatalkan jari menekan tombol Send.
Tapi nyesel juga klo ada pertanyaan dan jawaban yang dikasi sesuai dengan jawaban gue. Sepertinya sudah harus memberanikan membagi informasi walaupun cuma satu ayat, asal jangan satu baris saja karena one-liner adalah pendosa dibeberapa milis.
There is no such thing as too much information.
How I met their mother
Rencana semasa kuliah, pengen nikah di umur 30an. Gue mikir masih banyak ambisi yang harus diraih, semisal menguasai dunia. Makanya ga terlalu ambil pusing dengan rencana pra-nikah. Gue mikir, di umur segitu gue dah dewasa (apa defenisi dewasa sebenarnya?), secara emosi stabil, secara finansial mapan dan mungkin jadi sedikit lebih ganteng. Pada umur itu gue ngerasa ga akan ada cewek yang akan menolak pinangan dari seorang pengeran kodok yang punya rumah, mobil dan suka travelling.
Tapi, rencana berubah setelah gue ngobrol ngalor-ngidul dengan teman, namanya Ismail (some of you may know him).
Topiknya ringan, isinya kosong (lho!). Waktu itu gue lagi tidur-tiduran di kamar kosnya dengan dia dengan lembut membelai rambut gue (!). Kagalah, kita lagi makan di warung padang samping sekret BNCC. Dia nanyain, “K, target nikah umur berapa?” santai gue jawab “30an”. Dia spontan jawab, “kelamaan”. Dia menyingkirkan piring di depannya dan memberikan gue beberapa analisa.
- Berapa umur nyokap waktu elo nikah?
- Berapa umur elo waktu anak masuk sekolah dan kuliah
- Dapetin cewek waktu elo punya segalanya ga seru man!
- Kualitas cinta waktu lo nothing
- Berapa waktu yang elo punya nikmatin masa sukses anak elo
Sekarang umur 22, dan nyokap umurnya 45..berarti waktu nikah umur 29, nyokap udah 52. Anggap nyokap masih bisa datang ke pernikahan, trus punya anak umur 30 (anggapan sukses di malam pertama). Waktu umur nyokap segitu apa masih bisa dia main-main ama cucu, menikmati mengurus cucu hasil perkawinan anaknya. Menggendong cucu dan dipanggil nenek oleh anak dari anaknya adalah salah satu kebahagiaan orang tua. Apa bisa ngasi kesempatan itu ketika umur nyokap elo udah bangkot. Itu juga dengan asumsi klu nyokap masih ada atau sisa umurnya masih panjang melihat cucunya tumbuh berkembang.
Biaya pendidikan mahal, dan akan menjadi mahal sekali klo elo mau pendidikan yang bagus buat anak. Pada waktu anak umur 4 tahun, elo dah mulai mikir buat masukin dia playgroup. Mungkin sampai SMP atau SMU masih sanggup biayain. Tapi klo sudah masa kuliah umur 20 tahun, elo udah 49 tahun. Mungkin masih usia produktif untuk kerja, tapi masih kerja buat biayain anak elo dan bukan demi masa tua. Buat ini, mungkin bisa diakalin pake asuransi pendidikan siy.
Dengan sebotol wine di bar trus ngajakin doi ke apartemen/rumah gampang kan? Atau nenteng-nenteng gadget keren, pake dasi + kemeja trus nongkrong di Starbux atau Oh la la, dengan mudah bisa dapat cewek yang sama desperatenya ama elo. *gue manyun.
Keknya seru aja bangun semua dari awal. Pas bagian ini gue lupa, dia ngomong apa.
Masa lo ga mau jalan-jalan bareng anak lo atau menikmati masa tua lo dengan tenang. Ga ngarepin ditanggung anak siy, tapi ya sedikit icip-icip rejekin anak keknya nikmat banget kali yaaa..
Awalnya iman gue ga goyah, karena gue orangnya keras kepala. Gue masih dengan keyakinan bahwa gue belum jadi siapa-siapa sebelum umur 30an. Namun, sejauh ini berlari, rasanya kesepian juga lari-lari sendiri…jadi pengen ada yang nemenin dan terkadang gue jadi ingat analisa temen tadi. Pengen ada yang nemenin sahur, pengen ada yang jadi makmum sehingga gue bisa belajar jadi imam yang baik, pengen ada yang nunggu/dijemput waktu pulang, pengen ada alasan kenapa kerja banting tulang seharian, pengen ada alasan gue balik cepat, pengen ada tempat curhat, pengen ada yang belai rambut waktu gue lagi down, pengen ada yang ngatur finansial, pengen ada yang ngaturin jadwal gue yang berantakan, pengen ada yang ngecupin waktu lagi lelah dan pengen ada yang ngangetin di malam hari yang dingin. Huaaaa, pengen semuanya..terlebih lagi karena gue pengen melengkapin agama gue.
Ada masanya gue cerita tentang aktifitas, ada masanya gue cerita kerjaan, mungkin sudah ini masanya gue membuat sebuah cerita bagaimana gue bisa ketemu dengan ibunya anak2. ^^
So readers, let the story of ‘How I Met Their Mother’ begins…
Great Lessons of Life
- When someone lies to you, it teaches you that things are not always what they seem. The truth is often far beneath the surface. Look beyond the masks people wear if you want to know what is in their hearts. Remove your own masks to let people know who you really are.
- When someone steals from you it teaches you that nothing is forever. Always appreciate what you have. You never know when you might lose it. Never take your friends or family for granted, because today and sometimes only this very moment is the only guarantee you may have.
- When someone inflicts injury upon you, it teaches you that the human state is a very fragile one. Protect and take care of your body as best as you can, it’s the one thing that you are sure to have forever.
- When someone mocks you, it teaches you that no two people are alike. When you encounter people who are different from you, do not judge them by how they look or act, instead base it on the contents of what is in their hearts.
- When someone breaks your heart, it teaches you that loving someone does not always mean that the person will love you back. But don’t turn your back on love, because when you find the right person, the joy that one person brings you will make up for all of your past hurts. Times a thousand fold.
- When someone holds a grudge against you, it teaches you that everyone makes mistakes. When you are wronged, the most virtuous thing you can do is forgive the offender without pretense. Forgiving those who have hurt us is often the most difficult and painful of life’s experiences, but it is also the most courageous thing a person can do.
- When a loved one is unfaithful to you, it teaches you that resisting temptation is man’s greatest challenge. Be vigilant in your resistance against all temptations. By doing so, you will be rewarded with an enduring sense of satisfaction far greater than the temporary pleasure by which you were tempted.
- When someone cheats you, it teaches you that greed is the root of all evil. Aspire to make your dreams come true, no matter how lofty they may be. Do not feel guilty about your success, but never let an obsession with achieving your goals lead you to engage in malevolent activities.
- When someone ridicules you, it teaches you that nobody is perfect. Accept people for their merits and be tolerant of their flaws. Do not ever reject someone for imperfections over which they have no control.
- When someone loves us, it teaches us love, kindness, charity, honesty, humility, forgiveness, acceptance, and all of these can counteract all the evil in the world. For every good deed, there is one evil deed. Man alone has the power to control the balance between good and evil, but because the lessons of love are not taught often enough, the power is too often abused.
- When you enter someone’s life, whether by plan, chance or coincidence, consider what your lesson will be. Will you teach love or a harsh lesson of reality? When you die, will your life have resulted in more loving or more hurting? More comfort or more pain? More joy or more sadness? Each one of us has the power over the balance of the love in the world. Use it wisely!
