Put First Things First
DECLARE
CURSOR quality_of_life IS //cursor initialisation
SELECT task_name, cost, duration, predecessor, due_date, priority
FROM MY_LIFE@RK_DATABASE
WHERE status = ‘IS_NOT_DONE’
ORDER BY priority DESC, due_date; //get the dataset
qty quality_of_life%ROWTYPE; //set datatype for each record
BEGIN
OPEN quality_of_life; //open the cursor
LOOP
FETCH quality_of_life INTO qty;
EXIT WHEN quality_of_life%NOTFOUND; //exit when there is no data
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(‘YOU SHOULD DO THIS FOLLOWING TASK: ‘ || qty.task_name);
UPDATE MY_LIFE SET status = ‘IS_DONE’ WHERE task_name = qty.task_name;
DBMS_LOCK.SLEEP(‘30′);//consider this is a pleasure to myself for every updated task
END LOOP;
CLOSE quality_of_life; //cursor need to be closed, so memory bloated won’t happened
END;
Riky is [thinking] to make some new resolutions before the end of this year
Near-death experience
Kalo hidup ini sebuah permainan RPG, gue adalah karakter dengan skill pas-pasan, magic-bar/mana/cast-spell paling pendek, experience paling sedikit dan senjata paling sederhana. Tapi beruntung, gue dikelilingi oleh orang-orang luar biasa yang kemampuannya jauh lebih mumpuni.
Gue bersyukur karenanya.
Beberapa hari ini, gue dipusingkan karena “mainan” gue rusak seketika. Corrupt. Unrecoverable. Mainan yang membuat 60% itu mungkin, mainan yang membuat angka 4 diberikan, dan mainan yang mengizinkan gue untuk terus belajar.
Hanya karena kesalahan kecil tapi amat sangat fatal. Rookie-mistake, they called it. Musibah berawal dari komputer yang dimatikan secara bar-bar, tanpa mengikuti kaidah yang baik dan benar.
Sebuah mainan dengan kapasitas 19GB size of data, menguap begitu saja bagai embun pagi hari yang hilang perlahan disinaran mentari pagi *lebay*. Sebenarnya tidak benar-benar hilang juga siy, tapi seperti kotak harta karun yang lo ga bisa buka karena kuncinya rusak.
Sedari pagi hingga sore, gue berkutat dengan command-command yang gue sendiri ga ngerti. Gue dihadapkan oleh banyak error dengan kode ORA
iikuti-nomor-nomor-aneh. Semua petunjuk dan ajian yang gue dapat dari Internet tidak bisa membantu gue, malah menenggelamkan gue lebih dalam. I’m so desperate. I would sell my soul to get it running. * No kidding *
Akhirnya gue nyerah dan mencoba bertanya ke milis, berharap di sore menjelang weekend masih ada yang terjaga dan memberikan petunjuk mengenai masalah yang sedang gue hadapi. Di saat gue tersesat ini, gue ga berharap banyak.
Ternyata ada yang mencoba membantu memberikan solusi. Seorang DBA Indonesia yang bekerja di Singapore merespon email gue dengan beberapa langkah. Dari petunjuk-petunjuk yang dia berikan lewat milis, masih belum bisa menyelesaikan masalah. Langkah yang dia berikan sudah bagus sekali -menunjukkan kapasitasnya sebagai DBA top-markotob- hanya saja masalah yang gue hadapi sudah sangat kompleks dan bisa dibilang, mustahil untuk diselamatkan.
Hingga malam, gue terus mencoba. Pak Endrue, yang tadi membalas di email bertanya lewat chat gmail, sampai dimana status DB-nya? Konstan, belum ada progress. Hingga dini hari, dia terus memonitoring dan memberi petunjuk. *Gila lu Ndro, jam 12 malam masih di kantor!* Esia pa bilang sampai jam 12 malam? sampai jam 1 gue cobain semua command, langkah, petunjuk, ajian yang diberikan pak Endrue. Tapi hasilnya nihil. Database tidak bisa sampai pada status open.
Gue nyerah (untuk sementara), sudah saatnya mengistirahatkan badan dan pikiran.
Saturday nite
Setelah work-hard *udah hard belum?* tapi belum ketemu solusinya, gue pengen play-hard. Tak disangka tak dinyana, kebetulan ada teman gue yang bisa dapetin free-pass masuk suatu club. Padahal, gue cuma mau nanyain harga, hahaha..Thanx Jul. Besoknya udah harus bangun lagi buat menghadiri pernikahan teman gue. Ada apa dengan bulan ini, apakah ini musim kawin? hehehe
It was Lucky
Gue udah ga ada minat buat nyelamatin datanya. Tapi pas gue ngecek ada beberapa reply-an di milis mengenai masalah gue, gue jadi penasaran lagi. Dengan beberapa command dan do’a, VOILA…database bisa open lagi. Up and Running smoothly. I’m so damn lucky.
Dan ini adalah hari yang indah. *Tersenyum lebar*
Terima kasih buat member indo-oracle yang sudah memberikan petunjuk-petunjuk yang bermanfaat.
Untuk masalah dan alternatif solusi berkaitan dengan apa yang gue alami, bisa langsung join di milis indo-oracle dan membaca pesan di sini *registered-member-required*.
This blog is too heavy to discuss about technical-kind-of-thing, but..if you have the same problem as I had. You already know who’s to call
Oracle for Dummies series (2): Instalasi
Melanjutkan seri terdahulu, kali ini saya akan membahas mengenai instalasi Oracle.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah perencanaan. Proses instalasi Oracle terdiri dari 6 tahap, diantaranya: Membaca release note untuk memastikan sistem yang kita gunakan sesuai dengan versi Oracle yang kita install, Merencanakan proses instalasi, hal-hal berkenaan mengenai tahap pre-instalasi, Instalasi software, hal-hal berkenaan mengenai tahap post-instalasi, dan memulai bekerja di database baru.
Informasi mengenai teknis instalasi silahkan meluncur ke alamat ini. Maaf saya tidak menjelaskan detail di blog ini karena penjelasan di website tersebut lebih komprehensif. *ahlesyan*
Untuk demo instalasi, Saya sudah buatkan screencast-nya dan bisa di download di-sini:
http://www.sharekingdom.com/download/2493/screencast_oracle_installation.zip
Kenapa screencast? kalo a picture worth a thousand words, then a screencast worth a million pictures.
Oracle for Dummies series (1): Mukaddimah
Disclaimer:
There is no disclaimer for this series. This series is intended for dummies (like me), so if you think you are an expert please be gentle tousme. If you want to copy part of or whole material in this writing, do not hesitate (If you provide a backlink to my blog,,,Thank You).

Oracle yang dimaksud di tulisan ini bukanlah seorang dewa/i kebijaksanaan bagi orang Yunani atau karakter fiksi dalam Trilogi Matrix yang mempunyai kemampuan untuk melihat masa depan. Tapi sebuah produk RDBMS yang dimiliki oleh Oracle Corp.
(more…)
Materialized View
Seperti biasa, mari kita awali dengan sebuah analogi ![]()
Berapa penduduk Bumi Indonesia? terakhir gue cek di buku SMU, jumlah penduduk Indonesia ‘tercatat’ sebanyak 220 juta jiwa.
Misalnya, semua data penduduk Indonesia kita simpan di sebuah databank yang kita namakan NKRI, dan databank tersebut terdiri dari beberapa tabel yang saling berhubungan. Data pribadi penduduk seperti nama, alamat, gender, pekerjaan, status, pendidikan atau tanggal lahir/usia disimpan dalam satu table yang kita namakan penduduks (sengaja dikasih ’s’, biar sesuai konvensi..hehehe). Selain penduduks, juga ada tabel propinsis, kotas, perusahaans, ras…ok, cukup segitu dulu aja tabelnya.
(more…)
