(sedikit dari) Creme de la creme Indonesia
“There are three ways to make money. You can inherit it. You can marry it. You can steal it.”
– Italian proverbs.
Di blog sebelah, temen gue pernah bilang kalo jadi orang kaya di Indonesia mudah sekali. Dengan jumlah penduduk pasar yang luas dan konsumen yang bodoh bisa dibodohi, masuk klub Crème de la crème bukan satu mimpi yang sulit dicapai. Dengan prduk sederhana tapi dikemas dengan bahasa marketing yang indah, batu bata bisa nelpon pun laris manis di sini. Lalu kenapa masih banyak juga orang miskin di Indonesia? sama seperti saya, mereka termasuk kasta pemalas.
Ada sebagian yang terlahir beruntung, sangat. Mewarisi kekayaan yang na’udzubillah banyaknya, mampu menikmati fasilitas kelas satu, berada di antrian terdepan (bahkan ga perlu ngantri), dan kemudahan lainnya. Yup, I’m dead agree that money is not everything..but money can buy you everything, no?
Lalu siapa saja (sebagian) mereka di negeri ini yang hidup di kasta itu?
Muhammad Lutfi, berhasil membangun Mahaka Group pada 1993 bersama rekan-rekannya (Wishnu Wardhana, Erick Thohir dan Harry Zulnardy). Bisnis pertamanya adalah pengolahan kapur di Timika, Irian Jaya. Lalu melebar ke energi geotermal untuk kebutuhan pembangkit listrik panas bumi di Patuha (Jabar) dan Dieng (Jateng). Begitu seterusnya, jejaring bisnis mereka semakin meluas. Lutfi adalah lulusan Pepperdine University, California. Pernah menjabat sebagai ketua BPD Hipmi Jaya 98-01 dan dipilih sebagai tokoh Young Global Leaders 2008.
Sejak 16 Mei 05, aktifitas bisnisnya berhenti namun tetap memegang saham di Mahaka Group yang telah dibesarkannya. Karena portfolionya yang mumpuni, bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono mengangkatnya sebagai katua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Erick Thohir, Teddy Thohir (sang ayah) melarangnya untuk mengurus bisnis keluarga. Bersama rekan lainnya, dia membangun kerajaan Mahaka Group.
Lulusan National University, Amerika Serikat. Diangkat sebagai presiden direktur Mahaka Group sepeninggal Muhammad Lutfi yang dipercaya sebagai ketua BKPM.
Erick lebih dikenal dikalangan media, ini dikarenakan jejaring bisnisnya yang menguasai sektor ini. Mulai dari Radio, Production House, Koran, hingga TV hasil kolaborasi bersama Anindya Bakrie dan Roslan P Roslani, TV One.
Sukanto Tanoto, memulai karir bisnisnya dari menyuplai peralatan dan material ke perusahaan minyak. Lalu melebarkan sayapnya ke industri kayu dengan membangun CV Karya Pelita. Tahun 95 keluarga ini mengambil alih kepemilikan bisnis kertas Asia Pacific Resources Inetrnational. Saat ini memiliki kerajaan RGM (Raja Garuda Mas) International yang fokus di bidang kertas, minyak sawit dan energi.
Putra Sampurna, pernah menjadi orang terkaya Indonesia ketika HM Sampoerna yang didirikan kakeknya dibeli oleh perusahaan kretek Philip Morris. Kabar yang tersiar dibalik pengalihan saham keluarga ini adalah adanya kekhawatiran dari keluarga atas hobi judi dari anak Sampoerna ini. Pria yang hobi berjudi ini merupakan lulusan Houston University. Sempat membangun kerajaan bisnis perbankan namun akhirnya gagal.
Eka Tjipta Widjaja, pendiri dari Sinar Mas Group. Perusahaan ini sangat berpengalaman bermain di bisnis retail. Entah sudah berapa banyak bungkus minyak goreng, margarin, atau mi instan yang didistribusikan hingga ke pelanggan di pelosok tanah air. Datang dari China ke Indonesia ketika berumur 17 dan mulai berjualan biskuit. Namun, kertas dan minyak sawit yang menjadi sumber keberuntungannya. Kerajaan Eka Tjipta juga mulai merambah bisnis telekomunikasi dengan ingin dibelinya provider telekomunikasi CDMA yang dulu dibawah Bimantara, Mobile-8. Tapi akhirnya membangun operator dengan nama Smart Telecom.
Anindya Bakrie, mulai ditunjuk sebagai presiden direktur di beberapa perusahaan di bawah bendera Bakrie Group. Bakrie Group sendiri mempunyai belasan bisnis unit mulai dari pipa, konstruksi, metal dan baja, konstruksi, telekomunikasi hingga perkebunan. Saat ini Anindya (ANB), memegang kendali penuh atas provider CDMA dengan bendera Esia dan stasiun televisi yang juga sahamnya dimiliki oleh raja media dunia Rupert Murdoch, ANTV.
Tertarik jadi bagian klub Creme de la creme seperti mereka? kerja keras donk! masih sempat-sempatnya baca blog ini…hehehe
It's nice to have your comment(s) here »»
Yosu
@TOSSSS!
Sesama kasta pemalas dan pencerita tentang orang-orang kaya!