Riky Kurniawan

Review Spiderman 3

3 years, 4 months ago - Tag: Book&Movie, Opinion

Spiderman 3, sebagai salah satu dari sekian banyak “The Most Anticipated Movies” di tahun 2007 ternyata mengecewakan.

Spoiler Alert!!

Film berdurasi 156 menit ini berkisah tentang kelanjutan kehidupan seorang fotografer lepas yang berubah drastis karena terkena gigitan laba-laba hasil genetik dan berubah dari seorang geek menjadi the-amazing-friendly-neighborhood Spiderman. Peter Parker (Tobey mcGuire) menjadi tinggi hati setelah banyak menerima pujian dan penghargaan atas alter-egonya, Spiderman. Kebanggaan tersebut menjadikannya tinggi hati dan melupakan masalah sekitarnya yang menjadi runyam ketika dia tidak peduli terhadap Mary Jane (Kirsten Dunst), cewek pujaannya sedari SMU dulu.

Mengetahui bahwa pembunuh kakeknya (Uncle Ben Parker) masih berkeliaran lepas, Peter Parker menjad lepas kendali dan membiarkan dendam menggerogotinya. Di lain pihak, pembunuh kakeknya tersebut, Flint Marko (Thomas Haden) telah berubah menjadi Sandman. Manusia pasir rekaan genetik.

Menyadari bahwa kekuatannya tidak sepadan dengan Sandman, Spiderman pun putus asa. Di waktu yang sama, sebongkah benda kimiawi tak diketahui telah jatuh ke bumi dan mencari “tempat berkembang biak”. Secara kebetulan (atau tidak), benda kimiawi tersebut tumbuh dan berkembang pada diri Spiderman yang menjadikan Spiderman menjadi lebih lincah, lebih kuat, lebih cerdik….dan lebih brutal. Zat kimiawi tersebut diketahui akan tumbuh sesuai induk semangnya dan mempengaruhi hingga akhirnya…dikuasai.

Sepeninggal Norman Osborn (Green Goblin, Willem Dafoe), Harry terus dihantui dan terobsesi untuk membalaskan dendam ayahnya. Melanjutkan “perjuangan” ayahnya, Harry pun manjadi “The New Goblin”…berpakaian ala ninja, dan menaiki hi-tech skateboard dan dilengkapi persenjataan mutakhir.
Membunuh Spiderman guna membalaskan dendam ayahnya, misi utama New Goblin.

Tidak dapat membunuh secara fisik, Harry menggunakan cara lainnya melalui MJ. Harry tahu, dengan membunuh perasaan Peter Parker sama saja dengan membunuh Spiderman perlahan-lahan. Dan ketika tiba waktunya nanti, Spiderman akan mudah ‘tuk ditaklukkan.

Setelah kecewa atas keputusan Mary Jane yang memutuskannya, tindakan Peter semakin menjadi-jadi. Namun akhirnya ia sadar, bahwa Hero pun butuh untuk ditolong. Spiderman sadar bahwa parasit yang membuat dirinya lupa daratan harus dilepaskan.

Parasit tersebut lepas, namun sayang dia telah berkembang biak dan berpindah ke Eddie Brock yang membuatnya menjadi seorang Venom. Venom terobsesi membunuh Spiderman karena Eddie telah dipermalukan oleh Peter perihal pengaduan pemalsuan foto Spiderman. Sebuah skandal seumur hiduo bagi seorang fotografer, ketahuan akan skandal tersebut sama saja membunuh seorang jurnalis dengan kameranya sendiri.

Dengan kepentingan yang sama, Venom pun bekerjasama dengan Sandman untuk mengakhiri hidup Spiderman. Dengan menjadikan Mary Jane sebagai umpan, Spiderman kewalahan menghadapai 2 villain sekaligus. Beruntung New Goblin tahu bahwa Spiderman tidak bersalah atas kematian ayahnya, sehingga New Goblin mau membantu Spiderman. Terjadilah pertarungan dua lawan dua, 2 Heroes vs 2 Villain.

Dengan sangat disayangkan, New Goblin mati oleh skatenya sendiri dan Venom diledakkan dengan Goblin Bomb oleh Spiderman. Sedangkan Sandman sendiri dibiarkan bebas oleh Sandman karena Sandman ternyata tidak bersalah atas pembunuhan kakek Peter.

Konflik yang terlalu banyak dan banyaknya peran figuran (Stan Lee yang muncul sedikit, reportase cewek yang norak) yang tidak terlalu penting membuat film ini tidak menarik seperti 2 film terdahulunya.

Sepertinya Sam Raimi terlalu memikul beban berat atas kesuksesan 2 film terdahulu, sama halnya ketika Bryan Singer menggarap Superman.

Kelihatan sekali bahwa sebuah ekspektasi yang tinggi dari para fans membuat ide sang sutradara tidak lagi menjadi baik ketika dieksekusi.


It's nice to have your comment(s) here »»

Recent Comments

About

  • Only a man in a silly-red-shirt, digging for a kryptonite on this one-way street.
    (Still) trying to be something more than just a blip on the radar-screen

Elsewhere

Syndications

Meta

God, grant me the serenity to accept the things I cannot change; the courage to change the things I can; and the wisdom to know the difference.