Riky Kurniawan

Mudikology 1: Jakarta–Palembang–Batu Sangkar

1 year, 11 months ago - Tag: Fun, Love, Travelling

PerjalananMudikology ini dimulai dari kota Jakarta. Persiapan yang dilakukan standar aja, cuma packing beberapa baju dan celana males banget kalo bawa oleh-oleh, tumpang nitip Natalie di tempat sepupu gw Henry, dan membaca manual book the-Rebel-XSI.

Setelah sholat subuh, Henry bersedia mengantarkan ke bandara. Rencananya kita singgah dulu di kosan untuk mengambil koper dan tas. Hal bodoh yang terjadi adalah kunci kos yang juga digandeng dengan kunci motor tertinggal di rumah, buruknya lagi si empu kos tidak mempunyai kunci cadangan. Tanpa ada pilihan lain, kita kembali ke rumah dan setelah semua barang yang ada di kos masuk ke bagasi kita menuju bandara.

Seperti yang diduga, suasana di bandara hiruk pikuk dengan penumpang yang ingin pulang ke kampung halaman. Suasana libur lebaran tidak hanya dimanfaatkan oleh mereka yang merayakan Idul Fitri tapi juga oleh mereka non-muslim yang merantau. Sewaktu antri, gue berpapasan dengan Tin², teman sewaktu di BNCC.

menunggu di boarding room

Ada beberapa hal yang menarik yang gue temukan di bandara. Pertama, bule yang sudah mengantri lama musti masuk ke antrian awal lagi karena mereka salah masuk jalur non-bagasi, kenapa juga ga dari awal dikasi tahu kalo antrian mereka salah masuk jalur antrian? Kedua, iPaq rx3715 dan dan pocket camdig Nikon gue yang ada di tas bagasi pesawat sukses lenyap dan hanya meninggalkan jejak berupa charger masing-masing gadget. *Great! Photo gue bareng artis terkenal bisa tersebar dan jadi skandal*

I'll be home on the next plane, hon..

Sesampai di bandara, gue dijemput oleh keluarga dan kita menuju ke Ramayana Palembang untuk membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarga di kampung. Padat, sesak, ramai sudah menjadi tradisi di pusat perbelanjaan menjelang hari raya. Mumpung THR baru dapat, beli baju baru.

Karena waktu yang singkat di Palembang, gue harus ketemu dengan 1 atau 2 kawan. Gue menyempatkan diri ngobrol santai dengan Adi, teman SMP. Mulai dari rencana travelling ke Bali, rencana nanti-nanti, telpon kawan yang setelah 5 tahun lost-contact, dan ngalor ngidul lainnya membuat waktu berbuka terasa cepat sekali.

bawaan mudik

Malam setelah tarawih, kita sekeluarga berangkat dengan mobil pribadi ke kampung halaman. Yang menguntungkan mudik dengan mobil pribadi adalah: kita bisa jalan santai di perjalanan, berhenti makan sesuka hati, tidur ngorok dengan gaya bebas, dan pipis kapan pun dan di manapun, sesampai di kampung pun kita bisa jalan-jalan tanpa harus ribet dengan transportasi.

mobil mudik

It's nice to have your comment(s) here »»

Recent Comments

About

  • Only a man in a silly-red-shirt, digging for a kryptonite on this one-way street.
    (Still) trying to be something more than just a blip on the radar-screen

Elsewhere

Syndications

Meta

God, grant me the serenity to accept the things I cannot change; the courage to change the things I can; and the wisdom to know the difference.