Riky Kurniawan

Kisah-kisah Kegagalan

2 years, 1 month ago - Tag: Community, Dream, Fun, Love, Profile

[taken here]

Membaca kisah kegagalan adalah salah satu favorit gue. Bukan karena senang karena ada yang lebih menderita atau ingin tertawa diatas penderitaan orang lain, tapi melihat cara mereka bangkit adalah suatu pengalaman yang luar biasa.

Gue jadi pengen cerita juga,

Akademis
Dulu ngebet banget masuk salah satu jurusan di universitas Ivy-League Indonesia. 2 bulan bersama teman-teman seperjuangan menempa diri di sebuah bimbingan belajar di sana. Masak mie, berbagi sebungkus rokok, menanak beras kiriman, dan membahas materi bareng menjadi keseharian kita. Tapi karena kadar kecerdasan keberuntungan gue pas²an, hasil yang didapat tidak sesuai dengan harapan. Gue ga lolos.

Akhirnya memilih masuk di salah satu Universitas IT di Jakarta.

Selama di sana, gue dikenalkan dengan sebuah organisasi yang dari namanya saja bisa disimpulkan mereka adalah kumpulan orang² freak, aneh dan ga punya kehidupan. Karena gue ga cuma pengen kuliah dan menghabiskan waktu percuma, gue iseng² ikutan jadi anggota.

Dan terjebaklah gue selama 3 tahun disana. Buruknya lagi, gue menjadi salah satu pengurus.

I’m kidding, ga seburuk itu koq. Gue beruntung sekali bisa menjadi bagian dari mereka. Berkumpul bersama orang hebat merupakan sebuah pengalaman. Di sana gue pernah menjadi kakek guru-nya pengajar (keren ga tuh! ngajarin calon pengajar), pembicara di depan puluhan mahasiswa, asisten Hacker dunia terkenal, DJ, pemain drama, Designer, System Analyst, Motivator, Music Composer, Story Teller, Reviewer buku import dan gadget keren, Marketer, Pemimpin, dan yang paling sial adalah menjadi…Programmer.

Gue juga lebih mengenal kejamnya Jakarta, naik turun angkutan umum untuk menyebarkan proposal, jalan kaki sepanjang jalan protokol, keluar masuk gedung orang gedongan, tidur kecapekan di lantai Mall setelah dekorasi pameran, menghubungi pembicara dan mengatur jadwal mereka yang padat dan begadang ga tidur demi mengerjakan proyek yang duitnya bukan buat gue.

Lelahnya akan terbayarkan nanti ketika proyek telah selesai, karya lo ditonton ribuan orang, murid lo berhasil menyebarkan ilmunya, dan ada yang menyapa lo di jalan “Hi kak, kakak yang dulu jadi pembicara di seminar anu kan!”

Kalo misalnya gue bisa masuk ke Universitas yang gue idamkan itu, mungkin gue ga bisa dapat pengalaman cerita sebanyak ini.

Kisah Cinta
Tidak banyak wanita yang pernah singgah di hidup gue. Selain Dian Sastro, Titi Kamal dan Luna Maya (hlo!), di masa kuliah ada satu orang lagi yang pernah mencuri hati gue. Gue kenal dia di semester 2. Cantik, supel, suka tantangan, dan ga pintar² amat. Beda banget ama gue, tampang pas²an, cekak, kuper dan lain-lain..hahaha

Ibarat pungguk merindukan bulan, perasaan itu gw pendam.

Sampai akhirnya…gue ketemu lagi di semester 4. Gue nekat untuk mengungkapkan perasaan gue. Tapi gue ga mau dengan cara biasa. Terinspirasi dari satu adegan di film Love Actually. Gue bareng teman dan perlengkapan (motor, radio, slide yang gue buat dari sterefoam, dan pernak-pernik lain). Malam hari, kita naik motor dari basecamp di Palmerah sampai ke daerah Kelapa Gading. Jauh bow! Untung sebelumnya gue udah survei lokasi, jadi ga pake nyasar.

Ketika mau mengeksekusi, si doi tidak ada di rumah dan tidak bisa dihubungi. Gue udah coba menghubungi beberapa teman yang mendukung rencana ini, tapi juga tidak bisa memberikan informasi. Besoknya, ketika dikonfirmasi dia ada di rumah neneknya dan charger HP-nya ketinggalan. Great!

Adegan ini yang gue lakuin

Cinta gue tak terbalas. kata orang Unrequited love. Cinta itu harus menerima apa adanya, bukan?

Kalo misalnya cinta gue diterima, kerjaan dan proyek² gue (mungkin) sedikit terbengkalai. Paling tidak, gue ga fokus buat ngerjain sesuatu, hehehe…

Pekerjaan
Mungkin, ini hal yang paling konyol yang pernah gue lakuin. Bukan asal konyol, tapi konyol yang penuh perhitungan dan rencana. Ini adalah pengalaman yang paling membanggakan buat gue ceritain.

Gue pernah takut ketika dalam masa-masa pancaroba.

Takut gue beralasan. Gue udah mau lulus, dan gue dalam masa-masa menganggur.

Riset dilakukan selama hampir satu bulan. Mencari alamat, gedung dan perusahaan sasaran gue. Terkumpul lebih dari 40 alamat perusahaan. Dari modal alamat itu, gue dan teman gue membuat sebuah paket bom yang berisi dokumen untuk menjual diri melamar pekerjaan.

Dengan berpakaian rapi, sepatu pantofel, tas berisi dokumen, print-out peta Jakarta, dan peta Busway kita menyusuri kota Jakarta. Dimulai dari silang Monas hingga senayan, dari Semanggi hingga Pancoran dan daerah Mega Kuningan sekitarnya. ..ah, sepertinya saya sudah pernah menulisnya di sini.

—–

Gue pengen terus punya dan berbagi cerita kegagalan. Cerita yang pengen gue ceritain ke teman, anak² gue nantinya dan orang-orang sebagai sebuah kisah yang menginspirasi. Cerita ini mungkin tidak sehebat prosa Romeo-Juliet, kisah penaklukkan Eropa oleh Alexander Agung atau kisah layak tayang di Oprah Winfrey Show. Mengutip tagline blog teman:

its not everthing about the world, but something about me


It's nice to have your comment(s) here »»

Recent Comments

About

  • Only a man in a silly-red-shirt, digging for a kryptonite on this one-way street.
    (Still) trying to be something more than just a blip on the radar-screen

Elsewhere

Syndications

Meta

God, grant me the serenity to accept the things I cannot change; the courage to change the things I can; and the wisdom to know the difference.