In love with photography
Gue lagi jatuh cinta, jatuh cinta dengan dunia fotografi. Lama rasa ini dipendam, dan sekarang baru bisa berenang dan tenggelam didalamnya. *lebaaayyyyy*
Di awal tahun ini, punya niat untuk mempelajari fotografi dan Alhamdulillah diberi jalan. Dengan pertimbangan yang panjang dan baca beberapa review, gw pilih Canon sebagai senjata, bukan karena satu produk lebih baik dengan yang lain, pada akhirnya kembali lagi pada man behind the gun.
Akan jadi perdebatan yang panjang untuk membahas fitur dan kelebihan masing-masing produk.
Karena masih bodoh di bidang ini, gue harus banyak belajar. Yang sudah dan akan terus gue lakukan adalah membaca dan latihan. Puluhan buku, majalah, dan judul artikel yang udah gue baca. Ratusan karya fotografi gue amati. Semua demi mempertajam sense dan skill fotografi. Mulai dari belajar tentang teori dan komposisi warna, pengaturan cahaya, settingan kamera, exposure, apperture, shutter speed, perbedaan dan guna filter dan lensa, angle terbaik dari satu obyek, penentuan golden hour, dan hal teoritis lainnya.
Let say, to awaken the sleeping dragon inside.
Cara ini adalah cara yang sama waktu gue balajar Oracle dan programming. There is no easy way to learn something, get your hands dirty…
Selain memahami teori, prakter turun lapangan juga harus dilakukan. Temukan obyek, jepret, lihat dan pelajari hasilnya. Modal awalnya adalah muka batu tak tahu malu. Lihat hasil jepretan pelajari apa yang kurang, kalo kurang yakin dengan penilaian sendiri upload foto itu di komunitas fotografi online, mungkin aja ada orang baik di sana yang mau ngasi masukan gimana buat hasilnya lebih baik lagi.
Semua bisa dijadikan obyek fotografi, mulai dari bunga yang sedang mekar, keceriaan anak² di taman, raut muka kecapekan penjaja makan jalanan, apapun. Dengan banyak latihan, kita bisa tahu bagaimana settingan terbaik untuk mengambil objek berikutnya. Juga, kita bisa tahu minat dan spesialisasi kita ada di bidang mana. Apakah landscape, mikro, human interest wedding photography atau model.
Gabung di komunitas (online/offline) bisa jadi salah satu media sharing atau belajar. Mencuri ilmu adalah pencurian yang dihalalkan oleh agama, jadi silahkan dilakukan ![]()
Sekian dulu cerita kali ini.
Kalo lo iseng dan punya spare time, silahkan kunjungi flickr ini buat liat koleksi jepret gue. Gue masih newbie jadi masih banyak yang harus dipelajari, komentar dan kritik sangat gue harapkan demi proses pembelajaran gue.
It's nice to have your comment(s) here »»

Nike
@Bagus Ky. Ayo belajar fotografi. Ntar yang jadi modelnya, boleh saya ya
Riky Kurniawan
@Seep…boleh banget tuh
Ranny
@photography adalah hoby yang mengasikkan sekaligus hobby yang mahal
In love with photography « WongKito “di” Watch
@[...] love with photography http://riky.kurniawan.us/idea/in-love-with-photography/ kesalahan pada kata [...]
Yone
@Just realized that there are currently more photographers than designers or programmers.
Riky Kurniawan
@Statistically speaking, photography is more like a side-job or a hobby than to be a primary job.
Too much beautiful object to missed in our world. perhaps we (as a programmer) should go out more
8 hal yang menjadi pelajaran di 2008 | Riky Kurniawan
@[...] membosankan berkutat dan mengerjakan hal-hal yang bersifat rutin setiap harinya. Cari sesuatu yang dapat memecah kegiatan rutin itu sehingga memberi warna pada hidup kita. Selain menambah keahlian baru juga memberi nilai lebih pada diri sendiri. Jangan takut untuk [...]