Riky Kurniawan

How I met their mother

5 months, 1 week ago - Tag: Opinion

Rencana semasa kuliah, pengen nikah di umur 30an. Gue mikir masih banyak ambisi yang harus diraih, semisal menguasai dunia. Makanya ga terlalu ambil pusing dengan rencana pra-nikah. Gue mikir, di umur segitu gue dah dewasa (apa defenisi dewasa sebenarnya?), secara emosi stabil, secara finansial mapan dan mungkin jadi sedikit lebih ganteng. Pada umur itu gue ngerasa ga akan ada cewek yang akan menolak pinangan dari seorang pengeran kodok yang punya rumah, mobil dan suka travelling.

Merit

Tapi, rencana berubah setelah gue ngobrol ngalor-ngidul dengan teman, namanya Ismail (some of you may know him).

Topiknya ringan, isinya kosong (lho!). Waktu itu gue lagi tidur-tiduran di kamar kosnya dengan dia dengan lembut membelai rambut gue (!). Kagalah, kita lagi makan di warung padang samping sekret BNCC. Dia nanyain, “K, target nikah umur berapa?” santai gue jawab “30an”. Dia spontan jawab, “kelamaan”. Dia menyingkirkan piring di depannya dan memberikan gue beberapa analisa.

Awalnya iman gue ga goyah, karena gue orangnya keras kepala. Gue masih dengan keyakinan bahwa gue belum jadi siapa-siapa sebelum umur 30an. Namun, sejauh ini berlari, rasanya kesepian juga lari-lari sendiri…jadi pengen ada yang nemenin dan terkadang gue jadi ingat analisa temen tadi. Pengen ada yang nemenin sahur, pengen ada yang jadi makmum sehingga gue bisa belajar jadi imam yang baik, pengen ada yang nunggu/dijemput waktu pulang, pengen ada alasan kenapa kerja banting tulang seharian, pengen ada alasan gue balik cepat, pengen ada tempat curhat, pengen ada yang belai rambut waktu gue lagi down, pengen ada yang ngatur finansial, pengen ada yang ngaturin jadwal gue yang berantakan, pengen ada yang ngecupin waktu lagi lelah dan pengen ada yang ngangetin di malam hari yang dingin. Huaaaa, pengen semuanya..terlebih lagi karena gue pengen melengkapin agama gue.

Ada masanya gue cerita tentang aktifitas, ada masanya gue cerita kerjaan, mungkin sudah ini masanya gue membuat sebuah cerita bagaimana gue bisa ketemu dengan ibunya anak2. ^^

So readers, let the story of ‘How I Met Their Mother’ begins…


It's nice to have your comment(s) here »»