Riky Kurniawan

Some ppl changes some others not

2 months, 3 weeks ago - Tag: Opinion - Comment (4)

“I don’t care about the past, I believe in the power to reinvent yourself.” – Lex Luthor

Gue (pernah) berpegang teguh pada kata-kata Lex Luthor di atas. Pernah menghadapi seseorang dengan masa lalu yang mungkin hanya sedikit orang bisa mengerti, bahkan banyak yang menggelengkan kepalanya serasa tak percaya akan apa yang dilihat di luar.

Waktu itu gue percaya bahwa seseorang bisa berubah, dengan hero-complex yang menjangkiti *kebanyakan nonton film hero*, menjadi bagian perubahan seseorang adalah pencapaian yang luar biasa. Waktu itu rela meninggalkan dunia sendiri demi membangun utopia yang dia rindukan, sebuah dunia yang hanya ada menurut cara dan pikirannya sendiri.

Tapi, ga semua orang bisa menerima perubahan. Sesuatu yang menjadi kebiasaan akan sulit untuk diarahkan.

Watch your thoughts: They become your words.
Watch your words: They become your actions.
Watch your actions: They become your habits.
Watch your habits: They become your character.
Watch your character: It becomes your destiny.

Gue pun ingat posting jadul dan status teman di facebooknya bahwa: Sama halnya dengan fotografi atau travelling, selingkuh pun adalah sebuah hobby.

We never learn the history because seeing is believing

Hidayah

3 months ago - Tag: Opinion - Comment (1)

Gue belajar bahwa:

Hidayah itu tidak bisa dibeli, diberikan gratis ataupun diturunkan.

Mudah-mudahan kita semua dibukakan pintu hatinya untuk bisa terus menuju perubahan lebih baik berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, entah hidayah itu datang darimanapun jalannya.

Emotional Spiritual Quotient

3 months, 1 week ago - Tag: Opinion - Comment (2)
ESQ Way

Ada yang pernah ikutan ga? share donk pengalaman spiritualnya.. *berasa banyak yang baca blog ini

Lagi butuh yang beginian, sebelum tanduk merah di kepala gue makin tumbuh.

Angel vs Devil

===========================
Membaca buku ini, seperti menguak tabir rahasia tentang adanya korelasi yang sangat kuat antara dunia usaha, profesionalisme dan manajemen modern, dalam hubungannya dengan intisari Islam, yaitu Rukun Iman dan Rukun Islam. Pemahaman dan pendalaman kedua unsur inti ini, telah melahirkan sebuah pemikiran baru yang segar yang dinamakan ESQ atau Kecerdasan Emosi dan Spiritual. Penulis buku ini, Ary Ginanjar, adalah seorang pengusaha muda yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal mengenai keagamaan atau psikologi. Ia mendalami bidang keagamaan dengan mandiri melalui metode “kemerdekaan berpikir”. Dalam buku ini, ia berusaha menggabungkan Emotional Intelligence (EQ) yang didasari dengan hubungan antara manusia dengan Tuhannya (SQ), sehingga menghasilkan ESQ: Emotional and Spiritual Quotient. Ary Ginanjar memaparkan pemikirannya melalui sebuah ESQ Model, yang menggambarkan seluruh pemahaman dan fenomena secara komprehensif. Bermula dari titik fitrah, berlanjut kepada pembangunan prinsip hidup yang membangun mental, hingga ketangguhan sosial yang dirangkumkan secara berintegrasi.

Buku ini terdiri dari empat bagian yang masing-masing memaparkan mengenai unsur-unsur yang terdapat pada ESQ Model. Pada bagian satu ( Zero Mind Process–Penjernihan Emosi), penulis mengharapkan pembaca dapat berpikir secara jernih terlepas dari belenggu pemikiran yang selama ini menghalangi kecerdasan emosi manusia. Hasil dari penjernihan emosi ini dinamakan “God-Spot” atau fitrah. Pada bagian dua ( Mental Building), Ary Ginanjar menjelaskan tentang arti pentingnya alam pikiran. Di tahap ini, penulis menjabarkan mengenai cara membangun alam berpikir dan emosi secara sistematis berdasarkan Rukun Iman yang diperkenalkan dengan istilah Enam Prinsip, yaitu:
Star Principle – Prinsip Bintang (Iman kepada Allah)
Angel Principle – Prinsip Matahari (Iman kepada Malaikat)
Leadership Principle – Prinsip Kepemimpinan (Iman kepada Nabi dan Rasul)
Learning Principle – Prinsip Pembelajaran (Iman kepada Al Qur’an)
Vision Principle – Prinsip Masa Depan (Iman kepada Hari Kemudian)
Well Organized Principle – Prinsip Keteraturan (Iman kepada Ketentuan Allah)

Pada bagian tiga (Personal Strength–Ketangguhan Pribadi), berisi mengenai penjabaran mengenai tiga langkah pengasahan hati yang dilaksanakan secara berurutan dan sangat sistematis berdasarkan Rukun Islam. Langkah ini dimulai dengan Mission Statement (Dua Kalimat Syahadat), dilanjutkan dengan Character Building (Shalat 5 Waktu) dan diakhiri dengan Self Controlling (Puasa). Dengan melakukan ketiga langkah ini, pembaca diharapkan dapat memiliki ketangguhan pribadi. Menurut penulis, ketangguhan pribadi perlu diimbangi dengan ketangguhan sosial yang dapat diwujudkan dengan pembentukan dan pelatihan untuk melakukan sinergi dengan orang lain atau dengan lingkungan sosialnya. Pelatihan yang diberikan dinamakan Strategic Collaboration atau Langkah Sinergi (Zakat) dan Total Action atau Langkah Aplikasi Total (Haji).

Inti dari buku ini adalah untuk menjadi seorang yang sukses, tidak hanya dibutuhkan intelegensi yang tinggi tapi juga kecerdasan emosi yang tidak hanya berorientasi pada hubungan antar manusia semata tapi juga didasarkan pada hubungan manusia dengan Tuhannya. Buku ini mensinergikan kebenaran ajaran Islam dengan penemuan ilmiah dan teori-teori dari para pakar ilmu pengetahun di “Barat”, khususnya ilmuwan di bidang EQ atau kecerdasan emosi.
Buku yang perlu dibaca, tidak hanya oleh kalangan agamawan atau ilmuwan tetapi juga oleh masyarakat umum. Dan hendaknya dijadikan bahan acuan pemikiran dan langkah bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan umat Islam khususnya demi kemajuan bangsa dan negara secara keseluruhan.

[source:http://www.iptek.net.id/ind/?mnu=9&ch=buku&id=541]

Kontemplasi Ikhlas

3 months, 3 weeks ago - Tag: Opinion - No Comment (0)
Berapa fluktuasi harga saham hari ini?

Ikhlas itu harusnya seperti Buang Air Besar.

Lo ga perlu pake mikir, pusing dan ga rela karena makanan enak yang lo nikmatin di restoran Jepang semalam, keluar dengan lancarnya dari perut lo…

Lo ga perlu mengingat-ingat lezatnya Unagi Roll, Spiky Tuna, Ramen & Chicken Katsu atau pedasnya wasabi ketika benda kuning itu mengalir lembut dan jatuh ke selokan.

Apa yang lo rasain setelah berhasil mengeluarkannya dengan lancar? Lega!

Tapi, jangan lupa cuci tangan biar bisa nikmatin lagi yaa…

Tuhan pasti sedang bercanda

3 months, 3 weeks ago - Tag: Opinion - Comment (1)

Luigi: What do you want to buy?
Edmund Dantes: I want to buy Revenge!

Pernah nonton Count of Monte Cristo? Di atas salah satu adegan ketika Edmund Dantes menemukan harta karun yang informasinya dia tau dari kenalan ketika dipenjara.

Edmund Dantes adalah korban pengkhianatan sahabat karibnya Ferdinand Mondego yang sangat iri melihat sahabat karibnya mendapatkan segalanya. Meskipun miskin dan polos, hidupnya sangat bahagia dan Ferdinand tidak ingin itu. Dengan akal liciknya, Ferdinand menipu daya dan menjebloskan Dantes ke penjara semacam Alcatraz. Dengan segala kepolosan tersebut, Dantes menerima hukuman tersebut. Hingga pada akhirnya Dantes menemukan kebenaran dan ingin membalas dendam.

Kalo lo nonton, paradigma lo akan berubah akan sebuah penderitaan dan balas dendam. Film serupa yang gue rekomendasikan lainnya seperti Kill Bill, Law Abiding Citizen, Shawsank Redemption dan lainnya.

Film ini, masuk ke dalam film bergenre revenge. Film revenge adalah genre favorit gue setelah genre Superhero. Karena dengan menonton film seperti ini, pikiran lo akan disuguhi permainan pikiran yang apik dan dialog yang cerdas.

Kembali pada dialog di atas. Dantes telah menemukan segala-galanya yang bisa membuat dia menguasai dunia. Tapi apa yang dia inginkan, Balas Dendam.

Kenapa harus balas dendam? tidak bisakah kita melepaskan segala sesuatunya dengan ikhlas. Kadang balas dendam adalah cara untuk bisa melupakan masa lalu yang kelam.

Lalu bagaimana jika lo mengalami kepedihan yang berat oleh seseorang? mari kita simak diskusi berikut:

————-
Deviousa (D): jadi, apakah kau akan membiarkan dia mengacak-acak hidup lo?
Romeo(R): apa yang bisa gue lakuin buat mengembalikan kondisi gue
D: balas dendam
R: Bagaimana caranya? dia lebih pintar dan sepertinya apa yang akan dilakukan sudah tidak akan ada efeknya. Dia sudah bebal. Antibodinya sudah resistan terhadap rasa sakit. Hei, Angelica..tolong aku, aku ingin lepas.
Angelica: Dari apa yang telah dia lakukan, akupun tak bisa bertindak banyak. Kali ini aku setuju pada Deviousa.
D: Melalui orang lain yang mereka sayang.
R: ada ide?
D: mau rasa sakit seperti apa yang kau mau? mari kita diskusikan…

..dan rencana demi rencana seolah mengalir bebas di kepala. Sangat detail, mulai dari rencana belum dieksekusi hingga bahkan ketika rencana itu telah dieksekusi. Bagaimana jika Romeo sudah menemukan “harta karun” seperti Dantes yang bisa membuat dia dengan mudahnya membeli Revenge? Jika ini dijalankan, efeknya luar biasa dan permanent. Trust Romeo on this, he always do things elegantly.

Kekecewaan telah menutupi mata hati.

Ketika rencana hampir dieksekusi…Tuhan menyapa dan memberikan kehangatannya melalui teman-teman.

Akhirnya Romeo sadar, harus ikhlas. Tidak perlu memberikan rasa sakit yang sama, tidak perlu memberi kesadaran karena itu bukan lagi jadi tanggung jawab, tidak perlu berdalih untuk menyelamatkan orang agar tidak ada korbanm berikutnya, salurkan emosi melalu do’a. Putuskan mata rantai dendam itu.
————-

Ah Tuhan…kau pasti sedang tertawa di atas sana. Melihat hambamu terombang-ambing atas cobaan kecilmu. Jika ini adalah caramu untuk menghapus dosa-dosa masa lalu ku, tolong Tuhan..berikan cobaan yang lebih berat lagi.

I think I should back to Survival Mode

So, what’s the plan Ky? If I tell you, then I have to kil* you.

Life is a storm, my young friend. You will bask in the sunlight one moment, be shattered on the rocks the next. What makes you a man is what you do when that storm comes. You must look into that storm and shout as you did in Rome. Do your worst, for I will do mine! Then the fates will know you as we know you: as Albert Mondego, the man! -Mondego

Recent Comments

About

  • Only a man in a silly-red-shirt, digging for a kryptonite on this one-way street.
    (Still) trying to be something more than just a blip on the radar-screen

Elsewhere

Syndications

Meta

God, grant me the serenity to accept the things I cannot change; the courage to change the things I can; and the wisdom to know the difference.