Bangsa Kasihan
Kasihan bangsa yang mengenakan pakaian yang tidak ditenunnya,
memakan roti dari gandum yang tidak mereka panen,
dan meminum anggur yang mereka tidak memerasnya.
Kasihan bangsa yang menjadikan orang dungu sebagai pahlawan
dan menganggap penindasan sebagai hadiah.
Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur,
sementara menyerah padanya ketika bangun.
Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan,
tidak sesumbar kecuali di atas reruntuhan,
dan tidak memberontak kecuali ketika lehernya sudah berada di antara pedang dan landasan.
Kasihan bangsa yang negarawannya srigala,
filosofnya gentong nasi,
dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.
Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya dengan terompet kehormatan
namun melepasnya dengan cacian, hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan terompet lagi.
Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu menghitung tahun-tahun berlalu
dan orang kuatnya masih dalam gendongan.
Kasihan bangsa yang terpecah-pecah, dan masing-masing pecahan menganggap dirinya sebagai bangsa.
dari : Kahlil Gibran, “Cinta Keindahan Kesunyian”, Yayasan Bentang Budaya, 1997.
Kuekuatsu
Kayla Silverfox: Why the moon is so lonely?
Logan: Why?
Kayla Silverfox: Because she used to have a lover.
His name was Kuekuatsu and they lived in the spirit world together.
And every night, they would wander the skies
together. But, one of the other spirits was jealous. Trickster wanted the Moon for himself. So he told Kuekuatsu that the Moon had
asked for flowers; he told him to come to our world and pick her
some wild roses. But Kuekuatsu didnt know that once you leave the
spirit world, you can never go back. And every night, he looks up
in the sky and sees the Moon and howls her name. But… he can
never touch her again.
Kuekuatsu means the “Wolverine”
Logan: I thought you were the Moon and I was your Wolverine. But it turns out you’re the Trickster, and I’m just the fool who got played.
How I met their mother
Rencana semasa kuliah, pengen nikah di umur 30an. Gue mikir masih banyak ambisi yang harus diraih, semisal menguasai dunia. Makanya ga terlalu ambil pusing dengan rencana pra-nikah. Gue mikir, di umur segitu gue dah dewasa (apa defenisi dewasa sebenarnya?), secara emosi stabil, secara finansial mapan dan mungkin jadi sedikit lebih ganteng. Pada umur itu gue ngerasa ga akan ada cewek yang akan menolak pinangan dari seorang pengeran kodok yang punya rumah, mobil dan suka travelling.
Tapi, rencana berubah setelah gue ngobrol ngalor-ngidul dengan teman, namanya Ismail (some of you may know him).
Topiknya ringan, isinya kosong (lho!). Waktu itu gue lagi tidur-tiduran di kamar kosnya dengan dia dengan lembut membelai rambut gue (!). Kagalah, kita lagi makan di warung padang samping sekret BNCC. Dia nanyain, “K, target nikah umur berapa?” santai gue jawab “30an”. Dia spontan jawab, “kelamaan”. Dia menyingkirkan piring di depannya dan memberikan gue beberapa analisa.
- Berapa umur nyokap waktu elo nikah?
- Berapa umur elo waktu anak masuk sekolah dan kuliah
- Dapetin cewek waktu elo punya segalanya ga seru man!
- Kualitas cinta waktu lo nothing
- Berapa waktu yang elo punya nikmatin masa sukses anak elo
Sekarang umur 22, dan nyokap umurnya 45..berarti waktu nikah umur 29, nyokap udah 52. Anggap nyokap masih bisa datang ke pernikahan, trus punya anak umur 30 (anggapan sukses di malam pertama). Waktu umur nyokap segitu apa masih bisa dia main-main ama cucu, menikmati mengurus cucu hasil perkawinan anaknya. Menggendong cucu dan dipanggil nenek oleh anak dari anaknya adalah salah satu kebahagiaan orang tua. Apa bisa ngasi kesempatan itu ketika umur nyokap elo udah bangkot. Itu juga dengan asumsi klu nyokap masih ada atau sisa umurnya masih panjang melihat cucunya tumbuh berkembang.
Biaya pendidikan mahal, dan akan menjadi mahal sekali klo elo mau pendidikan yang bagus buat anak. Pada waktu anak umur 4 tahun, elo dah mulai mikir buat masukin dia playgroup. Mungkin sampai SMP atau SMU masih sanggup biayain. Tapi klo sudah masa kuliah umur 20 tahun, elo udah 49 tahun. Mungkin masih usia produktif untuk kerja, tapi masih kerja buat biayain anak elo dan bukan demi masa tua. Buat ini, mungkin bisa diakalin pake asuransi pendidikan siy.
Dengan sebotol wine di bar trus ngajakin doi ke apartemen/rumah gampang kan? Atau nenteng-nenteng gadget keren, pake dasi + kemeja trus nongkrong di Starbux atau Oh la la, dengan mudah bisa dapat cewek yang sama desperatenya ama elo. *gue manyun.
Keknya seru aja bangun semua dari awal. Pas bagian ini gue lupa, dia ngomong apa.
Masa lo ga mau jalan-jalan bareng anak lo atau menikmati masa tua lo dengan tenang. Ga ngarepin ditanggung anak siy, tapi ya sedikit icip-icip rejekin anak keknya nikmat banget kali yaaa..
Awalnya iman gue ga goyah, karena gue orangnya keras kepala. Gue masih dengan keyakinan bahwa gue belum jadi siapa-siapa sebelum umur 30an. Namun, sejauh ini berlari, rasanya kesepian juga lari-lari sendiri…jadi pengen ada yang nemenin dan terkadang gue jadi ingat analisa temen tadi. Pengen ada yang nemenin sahur, pengen ada yang jadi makmum sehingga gue bisa belajar jadi imam yang baik, pengen ada yang nunggu/dijemput waktu pulang, pengen ada alasan kenapa kerja banting tulang seharian, pengen ada alasan gue balik cepat, pengen ada tempat curhat, pengen ada yang belai rambut waktu gue lagi down, pengen ada yang ngatur finansial, pengen ada yang ngaturin jadwal gue yang berantakan, pengen ada yang ngecupin waktu lagi lelah dan pengen ada yang ngangetin di malam hari yang dingin. Huaaaa, pengen semuanya..terlebih lagi karena gue pengen melengkapin agama gue.
Ada masanya gue cerita tentang aktifitas, ada masanya gue cerita kerjaan, mungkin sudah ini masanya gue membuat sebuah cerita bagaimana gue bisa ketemu dengan ibunya anak2. ^^
So readers, let the story of ‘How I Met Their Mother’ begins…
Great Lessons of Life
- When someone lies to you, it teaches you that things are not always what they seem. The truth is often far beneath the surface. Look beyond the masks people wear if you want to know what is in their hearts. Remove your own masks to let people know who you really are.
- When someone steals from you it teaches you that nothing is forever. Always appreciate what you have. You never know when you might lose it. Never take your friends or family for granted, because today and sometimes only this very moment is the only guarantee you may have.
- When someone inflicts injury upon you, it teaches you that the human state is a very fragile one. Protect and take care of your body as best as you can, it’s the one thing that you are sure to have forever.
- When someone mocks you, it teaches you that no two people are alike. When you encounter people who are different from you, do not judge them by how they look or act, instead base it on the contents of what is in their hearts.
- When someone breaks your heart, it teaches you that loving someone does not always mean that the person will love you back. But don’t turn your back on love, because when you find the right person, the joy that one person brings you will make up for all of your past hurts. Times a thousand fold.
- When someone holds a grudge against you, it teaches you that everyone makes mistakes. When you are wronged, the most virtuous thing you can do is forgive the offender without pretense. Forgiving those who have hurt us is often the most difficult and painful of life’s experiences, but it is also the most courageous thing a person can do.
- When a loved one is unfaithful to you, it teaches you that resisting temptation is man’s greatest challenge. Be vigilant in your resistance against all temptations. By doing so, you will be rewarded with an enduring sense of satisfaction far greater than the temporary pleasure by which you were tempted.
- When someone cheats you, it teaches you that greed is the root of all evil. Aspire to make your dreams come true, no matter how lofty they may be. Do not feel guilty about your success, but never let an obsession with achieving your goals lead you to engage in malevolent activities.
- When someone ridicules you, it teaches you that nobody is perfect. Accept people for their merits and be tolerant of their flaws. Do not ever reject someone for imperfections over which they have no control.
- When someone loves us, it teaches us love, kindness, charity, honesty, humility, forgiveness, acceptance, and all of these can counteract all the evil in the world. For every good deed, there is one evil deed. Man alone has the power to control the balance between good and evil, but because the lessons of love are not taught often enough, the power is too often abused.
- When you enter someone’s life, whether by plan, chance or coincidence, consider what your lesson will be. Will you teach love or a harsh lesson of reality? When you die, will your life have resulted in more loving or more hurting? More comfort or more pain? More joy or more sadness? Each one of us has the power over the balance of the love in the world. Use it wisely!
Jangan Pernah Menyerah – D’Massive
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi
Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik
Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi
Back to Reff 1
Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa
=============================
Lagu ini selalu terngiang dalam kepala. Acapkali secara tak sengaja berbisik mendendangkannya. Waktu di kantor, di perjalanan, bahkan waktu boker.
Walaupun lirik dan melodinya sederhana, terasa pas banget dan enak di dengar.
Kesempurnaan hanya miliknya, yang hanya bisa kita lakukan adalah mensyukuri apa yang ada dan tak henti untuk berusaha.
