Riky Kurniawan

Bangsa Kasihan

8 months, 3 weeks ago - Tag: Book&Movie, Dream, Fun, Love, Opinion, Profile - Comment (1)

Kasihan bangsa yang mengenakan pakaian yang tidak ditenunnya,
memakan roti dari gandum yang tidak mereka panen,
dan meminum anggur yang mereka tidak memerasnya.

Kasihan bangsa yang menjadikan orang dungu sebagai pahlawan
dan menganggap penindasan sebagai hadiah.

Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur,
sementara menyerah padanya ketika bangun.

Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan,
tidak sesumbar kecuali di atas reruntuhan,
dan tidak memberontak kecuali ketika lehernya sudah berada di antara pedang dan landasan.

Kasihan bangsa yang negarawannya srigala,
filosofnya gentong nasi,
dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.

Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya dengan terompet kehormatan
namun melepasnya dengan cacian, hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan terompet lagi.

Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu menghitung tahun-tahun berlalu
dan orang kuatnya masih dalam gendongan.

Kasihan bangsa yang terpecah-pecah, dan masing-masing pecahan menganggap dirinya sebagai bangsa.

dari : Kahlil Gibran, “Cinta Keindahan Kesunyian”, Yayasan Bentang Budaya, 1997.

Kuekuatsu

9 months, 2 weeks ago - Tag: Book&Movie, Dream, Love - Comment (3)

Kayla Silverfox: Why the moon is so lonely?
Logan: Why?
Kayla Silverfox: Because she used to have a lover.
His name was Kuekuatsu and they lived in the spirit world together.
And every night, they would wander the skies
together. But, one of the other spirits was jealous. Trickster wanted the Moon for himself. So he told Kuekuatsu that the Moon had
asked for flowers; he told him to come to our world and pick her
some wild roses. But Kuekuatsu didnt know that once you leave the
spirit world, you can never go back. And every night, he looks up
in the sky and sees the Moon and howls her name. But… he can
never touch her again.
Kuekuatsu means the “Wolverine”

Logan: I thought you were the Moon and I was your Wolverine. But it turns out you’re the Trickster, and I’m just the fool who got played.

How I met their mother

11 months, 2 weeks ago - Tag: Book&Movie, Dream, Fun, Love, Profile - Comment (15)

Rencana semasa kuliah, pengen nikah di umur 30an. Gue mikir masih banyak ambisi yang harus diraih, semisal menguasai dunia. Makanya ga terlalu ambil pusing dengan rencana pra-nikah. Gue mikir, di umur segitu gue dah dewasa (apa defenisi dewasa sebenarnya?), secara emosi stabil, secara finansial mapan dan mungkin jadi sedikit lebih ganteng. Pada umur itu gue ngerasa ga akan ada cewek yang akan menolak pinangan dari seorang pengeran kodok yang punya rumah, mobil dan suka travelling.

Merit

Tapi, rencana berubah setelah gue ngobrol ngalor-ngidul dengan teman, namanya Ismail (some of you may know him).

Topiknya ringan, isinya kosong (lho!). Waktu itu gue lagi tidur-tiduran di kamar kosnya dengan dia dengan lembut membelai rambut gue (!). Kagalah, kita lagi makan di warung padang samping sekret BNCC. Dia nanyain, “K, target nikah umur berapa?” santai gue jawab “30an”. Dia spontan jawab, “kelamaan”. Dia menyingkirkan piring di depannya dan memberikan gue beberapa analisa.

Awalnya iman gue ga goyah, karena gue orangnya keras kepala. Gue masih dengan keyakinan bahwa gue belum jadi siapa-siapa sebelum umur 30an. Namun, sejauh ini berlari, rasanya kesepian juga lari-lari sendiri…jadi pengen ada yang nemenin dan terkadang gue jadi ingat analisa temen tadi. Pengen ada yang nemenin sahur, pengen ada yang jadi makmum sehingga gue bisa belajar jadi imam yang baik, pengen ada yang nunggu/dijemput waktu pulang, pengen ada alasan kenapa kerja banting tulang seharian, pengen ada alasan gue balik cepat, pengen ada tempat curhat, pengen ada yang belai rambut waktu gue lagi down, pengen ada yang ngatur finansial, pengen ada yang ngaturin jadwal gue yang berantakan, pengen ada yang ngecupin waktu lagi lelah dan pengen ada yang ngangetin di malam hari yang dingin. Huaaaa, pengen semuanya..terlebih lagi karena gue pengen melengkapin agama gue.

Ada masanya gue cerita tentang aktifitas, ada masanya gue cerita kerjaan, mungkin sudah ini masanya gue membuat sebuah cerita bagaimana gue bisa ketemu dengan ibunya anak2. ^^

So readers, let the story of ‘How I Met Their Mother’ begins…

Great Lessons of Life

11 months, 3 weeks ago - Tag: Book&Movie, Dream, Fun, Love, Profile - No Comment (0)

Jangan Pernah Menyerah – D’Massive

1 year ago - Tag: Book&Movie, Dream, Fun, Love, Opinion - Comment (1)

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Back to Reff 1

Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa
=============================

Lagu ini selalu terngiang dalam kepala. Acapkali secara tak sengaja berbisik mendendangkannya. Waktu di kantor, di perjalanan, bahkan waktu boker.

Walaupun lirik dan melodinya sederhana, terasa pas banget dan enak di dengar.

Kesempurnaan hanya miliknya, yang hanya bisa kita lakukan adalah mensyukuri apa yang ada dan tak henti untuk berusaha.

Recent Comments

About

  • Only a man in a silly-red-shirt, digging for a kryptonite on this one-way street.
    (Still) trying to be something more than just a blip on the radar-screen

Elsewhere

Syndications

Meta

God, grant me the serenity to accept the things I cannot change; the courage to change the things I can; and the wisdom to know the difference.