Dear my…
Dear my future wife,
I know you’re out there somewhere. Don’t worry, I’ll find you.
And when I do, I hope that you will love me because I’m Riky, not because where I school at or what I do for a living.
I hope you won’t be embarrassed when my clothes don’t match since I have no intention to the latest style, or be annoyed when I spent my night browsing thousand of page with my little mouse instead of watching so-boring shitnetron.
I hope that you don’t forget to wake me up every sunday morning to jog in the nearest jogging track, and I really love that you can join me. No, It will be fine if you can’t join because I know you want to prepare the breakfast for us.
I have short-term memory. I pray that you’ll love me despite my tendency to forget birthdays, and if your parents invite me to dinner, please write their names really small on my hand so I can use it as reference.
Please know that I will constantly act strong and in control, but inside I am actually lost and confused. (Just don’t tell my friends). Please don’t tell worry if I hurt myself skateboarding. Instead, be there to mend my wounds with kisses.
Understand that loving each other means being together, but not all time. We should never bail on our friends. Also understand that I may at times act jealous and overly protective, but only because I have insecurities not because of you are doing anything wrong. As long as you happy, you can partying or travelling with your friend. Just call me wherever you want to be picked-up after that.
And if we fall out of love with one another, please don’t hate me. And if I cry in front of you, please don’t laugh at me. Please know that I am sensitive… in a manly, tough kind of way.
Please be honest with me without being hurtful. After all, I am a boy. And I promise to always be honest with you, because you deserve honesty. And I promise to open doors for you and buy your ticket when we go to the movies.
And no, you aren’t fat, so please don’t constantly ask. And you don’t need makeup either. Oh, and don’t be upset if you cut your hair and I don’t notice. I will love you even in Levi’s and a T-shirt.
I hope you don’t think I’m asking too much of you. I just want to be happy making you happy. I’m coming to find you, so don’t go anywhere. Stay where you are whoever you are.
And by the way, my name’s Riky.
Your’s Always,
RK
Inspiration from here and there
..as we get older
Persimpangan

Pernah ga lo berada dalam suatu keadaan dimana lo keluar dari jalur, tapi tetap bergerak maju dan lo yakin pada suatu titik, akan berjalan sama jauh dan berdiri sama tinggi pada puncak yang berbeda.
Begini…
selama ini lo pengen ke pantai A dan udah berjalan dengan jarak sekian kilometer. Suatu saat lo dikondisikan keasyikan ‘nyasar’ sehingga kehilangan beberapa kilometer dari jalur awal.
Lo ga benar² nyasar, tapi berjalan ke arah pantai yang berbeda.
Untuk kembali ke jalur awal lo harus memutar mundur dan kembali ke jalan benar yang telah ditentukan.
Lo dihadapkan pada suatu pilihan, apakah harus berjalan mundur untuk berjalan di jalur awal atau melanjutkan perjalanan dan sampai pada pantai yang mungkin sama atau lebih indah dari pantai tujuan lo.
Posisi di atas yang sedang gue hadapin akhir-akhir ini. Entah kenapa tiap kali gue ngumpul ama teman-teman kuliah, makin menyadari ketertinggalan gue. Mereka yang udah certified professional, mereka yang udah menghasilkan game, mereka yang udah membuat puas banyak klien, mereka yang..ah, sudahlah…makin lama ngumpulin prestasi mereka makin berasa nothing diri ini.
Bukannya gue ga puas dengan apa yang selama ini telah dicapai, tapi gue benar-benar bangga pada mereka yang tetap berada di jalur dan juga membuat prestasi.
Rival
Balik lagi ke analogi. =)
Rival itu ibarat mobil hitam di jalan tol.
Ketika lo berada di jalan tol, seketika sebuah mobil hitam melaju kencang melewati lo. Sepintas dilihat, tidak ada yang berbeda dengan mobil yang lo kendarai. Perlahan lo menginjak pedal gas lebih dalam, tanpa lo sadari lo berjalan 20km/h lebih cepat. Fokus lo cuma satu, mobil hitam yang ada di depan. Lo ga berniat untuk mendahuluinya karena ini bukan balapan, lo juga ga mau ketinggalan jauh di belakang karena lo sama-sama make kijang butut.
Mobil hitam itu yang sekarang hilang entah kemana, paling tidak gue belum menemukannya lagi.
Hilangnya rival itu yang membuat lo terlena dan kehilangan arah.
Sekarang, lo punya kesempatan untuk balik arah tapi juga punya kesempatan untuk terus berjalan.
Gue ga bertanya karena sebenarnya,..apapun jawaban dari pilihan di atas adalah sama baiknya. Hanya butuh sebuah pembenaran dan semoga gue bisa menemukannya seiring proses dan seirama waktu.
Just temporary
Just consider you don’t see any error or other messy thing in this blog.
I promise, as soon as errors have been debugged or layout has been fixed..you’ll get a different whole changes in a place I called, HOME.
Thanx for the understanding.
Backpacking ke Ujung Genteng 24-26.01.09
Weekend panjang ini (24-26 Jan ‘09) gue ada rencana backpacking bareng anak² indobackpacker. Ini bukan acara resmi IBP, tapi semuanya berawal dari ajakan kang Giman untuk backpacking di milis IBP. Gue dan beberapa orang lainnya tertarik ikut, dan dimulailah diskusi travelling ke UG.
Sedikit melakukan travelling merupakan resolusi tahun ini, mengingat ada agenda yang menjadi prioritas yang lebih diutamakan. Tapi gue harus mengingkari janji sendiri, karena tawaran yang diberikan tidak bisa ditolak.
Who can’t stand the invitation from some traveller who are already travelled around Indonesia and the world?!
Ada apa di Ujung Genteng? ada banyak Point of Interest di sana, tapi biasanya adalah melihat penyu bertelur.
Gue ga janji akan memberikan cerita sebalik dari sana (cerita ini dan ini, dll lebih menarik), tapi Insya 4llah gue akan update dengan beberapa hasil jepretan gue dkk selama di sana.
Gue ga mau berekspektasi untuk perjalanan kali ini, hal yang biasanya gue hindari dalam merencanakan sebuah perjalanan adalah ekspektasi. Dengan ekspektasi, artinya gue sudah membuat standar yang harus gue liat dan gue dapat. Jika tidak sesuai dengan keinginan (karena time-frame yang padat dan faktor cuaca), yang gue dapat cuma kekecewaan.
Tapi satu hal yang penting dalam perjalanan adalah perencanaan. Dengan perencanaan yang matang, setengah perjalanan telah kita lalui.
Hope for the best, prepare for the worst.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Berikut hasil brainstorming bersama peserta travelling, disarikan oleh May Rosi Wibawa (a.k.a Kang Giman)
Agenda: Brain storming backpacking Ujung Genteng
Lokasi: SAS café sky dining plaza semanggi 10 Floor 16/1
Nama & Tempat Kegiatan : Backpacking Ujung Genteng 24-26 January 2009
Rundown event : berangkat dengan menggunkan kendaraan umum alis ngeteng dan menginap di tenda atau homestay. Dengan obyek curug dan goa sekitar surade juga pantai dan pengakaran penyu di ujung genteng. Pembahasan ini di hadiri 15 orang, dan semua sepakat kalau kita ngeteng ada beberapa alternativ rute dan tanggal keberangkatan.
Alternativ 1,
Kumpul di kampung rambutan jam 20.30, kemudian menuju ciawi bogor, setelah itu naik mobil angkutan ke Lembu situ sukabumi, dari lembu situ kemdian naik angkot ke surade dengan estimasi jam 9 berangkat dari jakarta maka jam 4 dini hari sudah sampai di surade, sampai di surade langsung charter angkot menuju sungai cikaso untuk kemudian menuju curug cikaso, atau bisa juga turun di pertigaan atau sebelum jembatan cikaso dan memutuskan untuk jalan darat kurang lebih 15 menit – 30 menit dari air terjun kemudian menuju curug cigangsa, dari curug cigangsa, kemudian di lanjut ke GOA apa bila jam masih menunjukkan jam 15.00 bisa menuju ke ondok adi untuk menyewa cotage as per info 150.000 per cotage with capacity 10 people without sofa and bed, just room and toilet. Beli ikan di pelelangan ikan trus bakar ikan dan paginya menuju hutan cagar alam yang kemudian dilanjut ke pantai aquarium sekaligus mengejar matahari terbit di sunrise timur, jam 8 balik ke penginapan atau langsung charter mobil ke arah amanda ratu dan cipenarikan, dan sorenya ke pengakaran penyu, tapi sebelumnya bertanya kepada penjaga apakah kita bisa menginap di mes setelag itu baru menuju ke cipenarikan untuk mendapat moment sunset, dan kemudian ke pengakaran penyu, dan paginya langsung balik ke jakarta atau mencari spot lain.
Alternativ 2
Kumpul di bogor jam 7 pagi, tetapi ada juga rombongan yang akan jalan jumat malam dan stay di masjid deket tugu kujang sebelum terminal baranagsiang bogor. Dari bogor menuju sukabumi dan kemudian ke surade, dengan teknik ini bisa di tempuh antara 8-10 jam bila macet estimasi sampai adalah jam 15.00 kemudian charter mobil untuk menuju ke sungai cikaso yang selanjutnya menuju curug cikaso melalui jalur sungai. 1 jam berikutnya mencari homestay, ada saran mencari warung ibu tuti/ pak ibot untuk menanyakan apakah ada rumah yang bisa di jadikan homestay, dari curug cikaso esok harinya kita lanjutkan perjalanan ke cigangsa dan goa kemudain makan siang di RM. Remaya, dan kalau bisa minta sama supirnya untuk kemabli ke jalan seperti saat berangkat bukan memutar trus menuju ke vila amanda ratu, optioanal tapi bila tidak langsung menuju ke pengakaran penyu dan nego apakah bisa tinggal di mes, setelah itu kecipenarikan, setelah mengejar sunset kemudian ke penangkaran penyu sambil berharap bisa melihat penyu bertelor atau paginya pelepasan anakan penyu ke lautan, kemudian kira-kira jam 8 pagi sambil pulang mapir ke cagar alam dan menuju pantai aquarium dan sunrise timur dan pulang ke jakarta.
Estimasi biaya
- Jakarta bogor IDR 7K
- Bogor – Sukabumi IDR 15-17K
- Sukabumi – Surade IDR 20K
- Total = 7+17+20= 44K
- Surade – UG IDR 10.000
- Ojeg UG- Penangkaran Penyu IDR 15K
- Surade – Sungai Cikaso IDR 10K
- Kapal Sungai Cikaso IDR 50-80K @ 10K bila 1 kapal isi 10 orang. Tapi rata2 15 orang.
- Jarak tempuh sungai cikaso ke curug adalah 1 jam
- Jarak tempuh cikaso cigansa sekitar 1 jam juga
- Jarak tempuh cigangsa goa juga sekitar 2 jam karena selain dengan kendaraan juga di sambung dengan onfoot karena angkutan belum bisa masuk dan harus melewati pemukiman
- Tiket masuk curug IDR 2K (2 Curug 4000)
- Guide IDR 20K untuk 5 Orang
- Fee buat Juru kunci IDR 150 K
- Charter angkutan 3 days is about IDR 300K / 450 K kalau ramai bisa 450 K
- Home stay IDR 200- 350 K free charge kalau pakai tenda
- Estimate all budjet/Orang IDR 250 – 400 K
Periperal atau peralatan
- Peta dan Rundown acara
- Tas punggung / backpack
- Raincoat / mantel/ ponco
- Celana (recomended sih celana panjang, tapi pendek juga bisa) 2 buah
- Kaos (recommended sih pakai lengan panjang) 2 buah
- Sepatu/ Sandal (Optional)
- Tenda(Optional)
- Sleeping bag, (sebenarnya penting dan harus, walau bisa juga pakai matras / ponco
- Tas kecil untuk taruh obat2an, dompet dan document kalau bisa dari bahan anti air.
- Obat-obatan minimal plester, dan obat sakit kepala atau obat yang khusus misal bagi penderita penyakit asma atau dalam masa penyembuhan.
- Kantong plastic untuk safety masukkan semua pakaian kering kedalamnya supaya tidak basah ketika air hujan rembes kedalam tas.
- Topi untuk melindungi kepala dari panas, dari air hujan supaya tidak contak langsung dengan kepala atau selama caving / di salam goa
- Kaos kaki, kering untuk menjaga suhu tubuh ketika tidur malam dan melindingi kaki dari biatang atau serangga (sarung tangan/ opional)
- Jacket usahakan tidak terlalu tebal sehingga tidak mempengaruhi berat tas, karena hanya di pakai ketika tidur. Atau ketika udara cukup dingin.
- Mie Instan 3-5 buah ditambah dengan sarden1-2 /orang
- Garam dapur, untuk di tebarkan di sekitar tenda katanya sih sebagai pengusir hewan melata seperti ular.
- Piring dan Gelas, sendok (optional)
- Alat kebersihan ( sabun, pasta gigi, dan handuk kecil)
- Tempat air minum / Peples
- Alat Masak (Optional)
- lotion / sub block, lotion anti nyamuk juga lipegloss (Optional tapi kadang perlu untuk menghindari kulit iritasi, karena sering terkena air dan kering)
- kopi/ jahe atau penghangat lain (Optional) tapi vitamin B cukup bagus untuk membantu tubuh atas ketersediaan vitamin ketika badan pegel2 sekarang sih udah ada fatigon dan sejenisnya.
- Alat tulis dan Alat komunikasi
Aturan main,
- Peserta trip sebisa mungkin tepat waktu dan disiplin dengan waktu yang telah di sepakati dalam rundown karena akan berpengaruh pada kegiatan selanjutnya.
- Peserta trip bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan rombongan dan tidak merepotkan orang lain dengan membawa perlengkapan yang di butuhkan, tidak di sarankan meminjam perlengkapan selama kegiatan dengan peserta lain. Perlengkapan pribadi di sedikan dan di fasilitasi sendiri.
- Mengkomunikasikan dalam breefing segala bentuk keluhan dan saran serta kritik sehingga bisa di cari jalan tengah.

