Lomba PPIC 2008
PPIC game (Planning, Production and Inventory Control) merupakan permainan yang dirancang menyerupai kondisi nyata produksi dimana masing-masing tim terdiri dari 10 orang peserta yang masing-masing diposisikan sebagai GBB (Gudang Bahan Baku), WS1 (Work Station 1), WS2, WS3, Purchasing, Sales, GBJ (Gudang Bahan Jadi), Supplier dan PPIC.
Masing-masing tim akan diberi data peramalan permintaan dan time study, untuk dapat menyusun rencana produksi, menyusun aliran proses dan tata letak container/gudang, menerapkan metode optimasi sehingga akhirnya terbentuk sistem PPIC yang baik.
Dengan bermodalkan permintaan produk dan keadaan inventory pada saat permainan, tim peserta diharapkan mampu melaksanakan sistem PPIC-nya dengan mengupayakan tingkat inventory dan keterlambatan seminimum mungkin. Tim dengan laba terbesar adalah pemenang permainan ini.
Perusahaan tempat saya bekerja (Esia) menawarkan kepada karyawan untuk mengikuti lomba ini sebagai ajang pelatihan dan tolak ukur (benchmark) sistem internal dengan perusahaan lain. Kami menyambut tawaran tersebut dengan antusias dan gue mengambil peranan sebagai ketua tim. Secara latar belakang pendidikan, lomba ini bukan berada pada kompetensi gue. PPIC membutuhkan latar belakang pendidikan Teknik Industri dan kompetensi gue ada pada Teknik Informatika. Namun gue yakin dengan informasi yang tepat, dukungan dan kekompakan tim lomba ini dapat kami jalani dengan baik.
Pada minggu pertama, yang gue lakukan adalah mengumpulkan informasi mengenai lomba ini sebanyak-banyaknya. Mulai dari kompilasi informasi dari website resmi, mencari informasi dasar mengenai apa yang dimaksud dengan PPIC, mengumpulkan dokumentasi gambar dan video, dan menanyakan syarat keikutsertaan ke panitia. Informasi yang telah dikumpulkan lalu dirangkum agar poin-poin penting mudah dimengerti.
Setelah memberikan briefing singkat dan brainstorming sesama tim, kami menyusun strategi untuk lomba ini. Kendala terbesar yang kami hadapi adalah jadwal rapat dan latihan yang harus disesuaikan dengan jadwal kerja. Strategi yang kita ambil bersama adalah mengambil waktu ketika jam istirahat atau sepulang kerja.
Jadwal rapat yang terbatas mengharuskan kita untuk menggunakannya secara efektif. Mulai dari ketepatan waktu masing-masing anggota, pembahasan agenda yang menjadi poin penting sampai pada penyampaian ide yang lugas tapi jelas. Ringkasan (MoM) dari hasil meeting di-share melalui email yang dikirimkan ke masing-masing tim dengan tujuan jika ada tambahan ide bisa langsung dibagi tanpa harus saling temu.
Jadwal latihan yang terbatas harus kita gunakan secara efektif. Persiapan sudah harus tersedia sebelum latihan dimulai. Form tanda terima, form job order, peralatan simulasi dan meja sudah harus tersusun rapi di ruang latihan. Ini dengan tujuan waktu latihan dapat benar-benar efektif digunakan untuk latihan. Persiapan ini kami lakukan secara paralel dengan pendelegasian.
Lomba disusun sedemikian rupa untuk dimainkan 10 orang. Untuk menghargai jadwal anggota lain, jika ada keterlambatan dari waktu tenggang yang sudah disepakati bersama, maka jadwal latihan akan dibatalkan dan konsekuensi yang dipahami bersama adalah kehilangan waktu untuk memperbaiki tim.
Tantangan gue sebagai ketua tim adalah menyamakan tingkat pemahaman mengenai materi lomba ini. Karena latar belakang pendidikan masing-masing anggota yang beragam. Mengatur jadwal anggota tim dengan work-load yang berbeda-beda juga menjadi tantangan tersendiri. Dengan pemahaman visi dan tujuan bersama, tantangan tersebut kami ambil sebagai sebuah kesempatan untuk mempelajari manajemen waktu dan multi-tasking.
Tugas gue sebagai ketua adalah membantu tim untuk mengeluarkan kemampuan terbaik yang sudah mereka miliki tapi tidak disadari dan mengurus hal-hal yang berhubungan dengan administrasi seperti menyusun jadwal latihan, rapat dengan panitia dan administrasi lomba.
..alhamdulillah, kerja keras…kesabaran…dan kerjasama tim yang baik membuahkan hasil yang baik pula. Tim eXpresia dari Bakrie Telecom memenangkan pertandingan ini.

“I’m the best because I work with the best”
-Harry Stamper, Armageddon
Put First Things First
DECLARE
CURSOR quality_of_life IS //cursor initialisation
SELECT task_name, cost, duration, predecessor, due_date, priority
FROM MY_LIFE@RK_DATABASE
WHERE status = ‘IS_NOT_DONE’
ORDER BY priority DESC, due_date; //get the dataset
qty quality_of_life%ROWTYPE; //set datatype for each record
BEGIN
OPEN quality_of_life; //open the cursor
LOOP
FETCH quality_of_life INTO qty;
EXIT WHEN quality_of_life%NOTFOUND; //exit when there is no data
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(‘YOU SHOULD DO THIS FOLLOWING TASK: ‘ || qty.task_name);
UPDATE MY_LIFE SET status = ‘IS_DONE’ WHERE task_name = qty.task_name;
DBMS_LOCK.SLEEP(‘30′);//consider this is a pleasure to myself for every updated task
END LOOP;
CLOSE quality_of_life; //cursor need to be closed, so memory bloated won’t happened
END;
Riky is [thinking] to make some new resolutions before the end of this year
30 most satisfying simple pleasures
1. Sleeping In on a Rainy Day
2. Finding Money You Didn’t Know You Had
3. Making Brief Eye Contact with Someone of the Opposite Sex
4. Skinny Dipping
5. Making the Yellow Light
6. Telling a Funny or Interesting, True Story
7. Seeing a Friend Stumble Over Himself
8. Hearing the Right Song at the Right Moment
9. The First Sip of a Beverage When You’re Thirsty
10. Catching a Glimpse of Bare Skin on the Opposite Sex
11. Saying the Same Thing Simultaneously
12. The Pull-Through Parking Spot
13. Realizing You Have More Time to Sleep
14. People Watching
15. Putting On Clothes Straight from the Dryer
16. A Familiar Smell
17. The Feeling You Get When Your Idea Works
18. Fresh, Clean Bed Sheets
19. A Beautiful View
20. Reminiscing About Old Times with Your Closest Friends
21. Receiving an Unexpected Compliment
22. Having a Good Laugh
23. The Feeling After a Healthy Workout
24. Receiving a Real Letter or Package via Snail Mail
25. The Celebration in the Instant Something Makes Sense
26. Relaxing Outdoors on a Sunny Day
27. Holding Hands with Someone You Love
28. Playing in the Water
29. Making Someone Smile
30. Finishing What You Started
From here
So truuueee….

There is no such thing as too much information
As for me (or the rest of us), there is no such thing as too much information.
Do not read them all, do search!
Do’s and Don’t:
- Information is useful when we need it. We don’t have all the time in the world to read every mail that come to our inbox.
- Don’t forget to read every mailing-list rule
- Don’t do stupid things like SPAM.
- Search and read the archieve before asking a question. Maybe your question is already asked and answered previously
- Use words appropriately. Every word you send will show your personality
- Respects other member’s time by giving a concise-clear subject.
- Ask, tell or answered the mailing list in an understand-able words. We’re not Jedi who can read your mind. Thus, we don’t speak Zulu or Namek language.
If you know some mailing list worth to join please tell me,,…I still need to add some list

