Riky Kurniawan

the Failure

3 years, 7 months ago - Tag: Dream, Love, Opinion, Profile - Comment (5)

Failure [n] : When your best doesn’t good enough

Setiap manusia diberikan kesempatan untuk sukses, begitu pula kesempatan untuk gagal. Sukses maupun gagal adalah pilihan hidup, dan yang menentukan pilihan itu adalah kita sendiri. Tentunya ada dorongan yang kuat bagi setiap orang untuk “selalu” meraih kesuksesan. Namun kadang, untung tak dapat diraih malang tak bisa dihindari, ada saja faktor-faktor baik itu faktor internal maupun eksternal yang menghalangi peraihan kesuksesan.

Tapi sayang, (kebanyakan) kita melihat kegagalan adalah sebuah kesatuan utuh yang amat sangat mengecewakan. Kita lebih suka mengatakan “gelas setengah kosong” daripada “gelas setengah berisi”, padahal dari kegagalan itu kita dapat menarik beberapa kesimpulan bahwa apa yang telah kita lakukan selama ini tidak berjalan baik. “Saya tidak gagal, saya hanya menemukan 1000 cara yang tidak berhasil”, mungkin itu kurang lebih kata-kata yang ingin disampaikan oleh Thomas Alva Edison ketika ada yang meragukan keberhasilan penemuan yang sedang dia lakukan saat itu, dan percobaan itu sekarang kita kenal sebagai lampu.

Nyaris gagal berhasil. Sepertinya itu yang terjadi dalam personal blog ini. Blog ini kehilangan ritme. Blogwalking merupakan aktivitas rutin yang setiap hari harus saya lakukan, sama halnya dengan berolahraga. Tapi entah kenapa untuk menuliskan beberapa kata untuk blog sendiri terasa berat. Bukan, bukan karena kesibukan yang membuat aktifitas menyenangkan ini terhambat.

Melihat statistik blog-blog unggulan kebanyakan, mereka sangat konsisten atas irama posting dan isi dari blog tersebut. Sebenarnya menemukan ide untuk dijadikan judul tidaklah sulit, apalagi sudah banyak layanan sejenis technorati yang menyediakan “buzzword” di dunia blog, atau fenomena-fenomena yang terjadi di sekitar kita. Tapi, judul saja tidak cukup untuk membuat sebuah post berkualitas. Perlu ada kata-kata yang disusun menjadi kalimat yang akhirnya menghasilkan sebuah cerita yang pantas untuk publish. Sebuah pemikiran dari post yang berkualitas dapat menjadi nutrisi neuron-neuron di otak. Bagi saya, menerima pemikiran yang ada di sebuah blog lebih mudah untuk diserap karena dibawakan dengan suasana yang ringan, fleksibel, dan tidak text-book oriented. Mungkin ini yang seharusnya dibawakan ke kelas-kelas akademis, dimana guru/dosen bukan dipandang sebagai dewa tapi seseorang yang mengetahui sebagian hal lebih dulu dari murid/mahasiswanya.

Untuk merespon keadaan ini, mungkin ada baiknya saya melakukan hiatus untuk introspeksi kecil-kecilan. Mudah-mudahan saya menemukan atmosfir blog di blog saya sendiri. Dengan hiatus ini, Bukan berarti kehidupan blog ini akan nyaris mati suri, masih akan ada kehidupan kecil seperti adanya quicklink untuk artikel-artikel yang (saya pikir) menarik.

Why AJAX so Special?

3 years, 7 months ago - Tag: Technology - Comment (3)

Web 2.0 has coming. AJAX has become one of prerequisite, I assume. Now that the web is well on its way to becoming more responsive, smoother and reliable – and correspondingly more enjoyable to work with
AJAXWorld Magazine Special Feature Focus: What’s So Special About AJAX?

About

  • Only a man in a silly-red-shirt, digging for a kryptonite on this one-way street.
    (Still) trying to be something more than just a blip on the radar-screen

Elsewhere

Syndications

Meta

God, grant me the serenity to accept the things I cannot change; the courage to change the things I can; and the wisdom to know the difference.