Kritik Kalla
Jusuf Kalla sempat marah ketika mendengar puisi sewaktu menghadiri HUT Guru, dia berkata “”Saya tahu bahwa gedung-gedung sekolah kita tidak lux, tapi saya yakin bahwa sekolahan kita tidak seperti kandang ayam. Saya tahu bahwa gaji Anda masih kecil, tapi saya tahu bahwa gaji itu juga tidak akan habis dalam sehari. Jadi jangan mengejek-ngejek bangsa sendiri”
Hahahha..LOL..dasar si Kalla emang ga pernah merasakan kehidupan guru-guru, wajar aja, sejak lahir hidupnya udah jauh dari Elite jadi ga bisa merasakan penderitaan Guru yang sampai saat ini selalu ditelantarkan
Puisi oleh Prof. Winarno Surahman.
Tanpa sebuah kepalsuan,
guru artinya ibadah.
Tanpa sebuah kemunafikan,
Semua guru berikrar mengabdi kemanusiaan.
Tetapi dunianya ternyata tuli. Setuli batu.
Tidak berhati.
Otonominya, kompetensinya, profesinya
hanya sepuhan pembungkus rasa getir
Bolehkan kami bertanya,
apakah artinya bertugas mulia
ketika kami hanya terpinggirkan
tanpa ditanya, tanpa disapa?
Kapan sekolah kami lebih baik dari kandang ayam?
Kapan pengetahuan kami bukan ilmu kadaluarsa?
Mungkinkah berharap yang terbaik dalam kondisi yang terburuk?
Ketika semua orang menangis,
kenapa kami harus tetap tertawa?
Kenapa ketika orang kekenyangan,
kami harus tetap kelaparan?
Bolehkah kami bermimpi di dengar
ketika berbicara?
Dihargai layaknya manusia?
Tidak dihalau ketika bertanya?
Tidak mungkin berharap
dalam kondisi terburuk
Sejuta batu nisan guru tua yang terlupakan oleh sejarah.
Terbaca torehan darah kering: Di sini berbaring seorang guru
semampu membaca buku usang sambil belajar menahan lapar.
Hidup sebulan dengan gaji sehari.
Itulah nisan tua sejuta guru tua yang terlupakan oleh sejarah
