<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Riky Kurniawan</title>
	<atom:link href="http://riky.kurniawan.us/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://riky.kurniawan.us</link>
	<description>Mediocre. Living in the denial.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Jun 2010 04:29:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Some ppl changes some others not</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/some-ppl-changes-some-other-not/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/some-ppl-changes-some-other-not/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 03:11:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1627</guid>
		<description><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;I don&#8217;t care about the past, I believe in the power to reinvent yourself.&#8221; &#8211; Lex Luthor </p></blockquote>
<p>Gue (pernah) berpegang teguh pada kata-kata Lex Luthor di atas. Pernah menghadapi seseorang dengan masa lalu yang mungkin hanya sedikit orang bisa mengerti, bahkan banyak yang menggelengkan kepalanya serasa tak percaya akan apa yang dilihat di luar.</p>
<p>Waktu itu gue percaya bahwa seseorang bisa berubah, dengan hero-complex yang menjangkiti <em>*kebanyakan nonton film hero*</em>, menjadi bagian perubahan seseorang&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/some-ppl-changes-some-other-not/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;I don&#8217;t care about the past, I believe in the power to reinvent yourself.&#8221; &#8211; Lex Luthor </p></blockquote>
<p>Gue (pernah) berpegang teguh pada kata-kata Lex Luthor di atas. Pernah menghadapi seseorang dengan masa lalu yang mungkin hanya sedikit orang bisa mengerti, bahkan banyak yang menggelengkan kepalanya serasa tak percaya akan apa yang dilihat di luar.</p>
<p>Waktu itu gue percaya bahwa seseorang bisa berubah, dengan hero-complex yang menjangkiti <em>*kebanyakan nonton film hero*</em>, menjadi bagian perubahan seseorang adalah pencapaian yang luar biasa. Waktu itu rela meninggalkan dunia sendiri demi membangun utopia yang dia rindukan, sebuah dunia yang hanya ada menurut cara dan pikirannya sendiri.</p>
<p>Tapi, ga semua orang bisa menerima perubahan. Sesuatu yang menjadi kebiasaan akan sulit untuk diarahkan. </p>
<blockquote><p>Watch your thoughts: They become your words.<br />
Watch your words: They become your actions.<br />
Watch your actions: They become your habits.<br />
Watch your habits: They become your character.<br />
Watch your character: It becomes your destiny.</p></blockquote>
<p><a href="http://riky.kurniawan.us/idea/goodboy-badboy/">Gue pun ingat posting jadul</a> dan status teman di facebooknya bahwa: Sama halnya dengan fotografi atau travelling, selingkuh pun adalah sebuah hobby.</p>
<p><strong>We never learn the history because seeing is believing</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/some-ppl-changes-some-other-not/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa yang gue dapat setelah ESQ?</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/apa-yang-gue-dapat-setelah-esq/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/apa-yang-gue-dapat-setelah-esq/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 23:25:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Community]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1616</guid>
		<description><![CDATA[<p>Beberapa hari lalu gue ikutan training leadership ESQ. Karena status <em>lebay</em> gue di Facebook, banyak teman yang bertanya tentang apa itu ESQ, apa yang disampaikan di sana dan manfaatnya setelah gue ikutan.<br /><div class="img " style="width:450pxpx;">
	<img src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs521.ash1/30659_394994844422_632694422_4138073_2119690_n.jpg" alt="" width="450px"  />
	<div>(sebagian) Peserta ESQ eks angkatan 90</div>
</div>
</p><p>Gue sendiri ketika mendapatkan pertanyaan ini agak bingung menjawabnya. Untuk teman-teman yang punya banyak waktu dan sadar dalam kondisi emosi yang kurang baik, gue menyempatkan diri menyampaikan gambarannya. Selain itu,&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/apa-yang-gue-dapat-setelah-esq/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari lalu gue ikutan training leadership ESQ. Karena status <em>lebay</em> gue di Facebook, banyak teman yang bertanya tentang apa itu ESQ, apa yang disampaikan di sana dan manfaatnya setelah gue ikutan.<br /><div class="img " style="width:450pxpx;">
	<img src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs521.ash1/30659_394994844422_632694422_4138073_2119690_n.jpg" alt="" width="450px"  />
	<div>(sebagian) Peserta ESQ eks angkatan 90</div>
</div>
<p>Gue sendiri ketika mendapatkan pertanyaan ini agak bingung menjawabnya. Untuk teman-teman yang punya banyak waktu dan sadar dalam kondisi emosi yang kurang baik, gue menyempatkan diri menyampaikan gambarannya. Selain itu, kebanyakan hanya menjawab simple dan tidak tendeng aling. Ini soal pengalaman yang harus dirasakan sendiri. Sama halnya ketika gue melakukan travelling ke suatu tempat, akan sulit menceritakan bagaimana perasaan dan pengalaman gue selama melakukan perjalanan.</p>
<p>Mungkin pengalaman gue berbeda dengan teman yang ikut bersama, mungkin juga pengalaman kita berbeda dengan pengalaman 500 orang lainnya. </p>
<p>Lalu bagaimana menyampaikan ke orang-orang apa yang gue dapat selama 3 hari tersebut?</p>
<p>Mungkin kira-kira begini:</p>
<ul>
<li>Makanannya enak</li>
<p>Sesi makan siang adalah sesi yang paling ditunggu-tunggu. Entah kenapa, rasanya makanan yang disediakan begitu enak. Mungkin karena makan secara bersama sembari ngobrol atau mungkin karena energi yang habis ketika masa training sehingga membuat perut membutuhkan asupan energi lebih banyak.<br />
Selama masa training emosi akan dipermainkan, energi akan diperas, dan logika akan di guncang oleh beberapa fakta yang ada.</p>
<li>Technologi yang digunakan dahsyat</li>
<p>4 layar lebar 4x6M dengan sound system berkekuatan 40KW menjadi sarana penyampaian materi. Animasi 3D juga digunakan untuk membantu kita memvisualisakan keagungan-NYA.</p>
<p>Lo ga akan bosan mendengarkan materi selama 3 hari penuh. Ini bukan pengajian yang hanya mempertanyakan iman tapi juga pembelajaran yang menggelitik kemampuan logis.</p>
<li>Ruangannya dingin</li>
<p>Teman yang sudah menggunakan syal dan jaket pun masih merasakan dingin dari ruangan yang besarnya lebih luas dari studio 1 blitzmegaplex.</p>
<li>Banyak dapat kenalan</li>
<p>Lumayanlah menambah jaringan silaturrahmi.</p>
<li>Ini bukan pengajian, tapi training kepemimpinan</li>
<p>Setelah lulus dari ini, lo ga bakalan jadi sufi. Lo akan lebih mengenali diri lo sendiri dan alasan kenapa lo diciptakan olehNYA. Lo akan menemukan kebahagiaan hakiki bukan kebahagiaan semu yang lo dapat dari mencari harta, kekuasaan ataupun cinta. </p>
<p>Mendapatkan harta atau kekuasaan adalah hal yang wajar tapi itu bukanlah menjadi fokus atau prioritas utama dalam hidup. </p>
<p>Apalagi mencari cinta dengan berperilaku seperti pelacur.</p>
<li>EQ+IQ+SQ</li>
<p>Training ini akan mengajarkan kita untuk menggabungkan 3 kecerdasan manusia. Kecerdasan yang selama ini kita kotak-kotakkan.<br />
Seharusnya 3 kecerdasan ini bekerja secara sinergi.</p>
<li>Banyak Gamesnya</li>
<p>Banyak permainan banyak hadiah. Gue sendiri terpilih menjadi King ESQ eksekutif angkatan 90. yay!<br /><div class="img " style="width:450pxpx;">
	<img src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs561.snc3/30659_394994874422_632694422_4138077_3222239_n.jpg" alt="" width="450px"  />
	<div>King ESQ angk 90..heuehhe</div>
</div> </p>
<p>Sepulang dari ESQ gue mendapatkan beberapa hadiah seperti buku, DVD dan boneka&#8230;heuehhe</p>
<li>Undangan makan siang bareng</li>
<p>Pada hari ketiga, entah kenapa nama gue masuk dalam daftar orang yang diajak makan siang bersama Ary Ginanjar dan beberapa tokoh. Dari rombongan yang ada, mungkin gue salah satu dari orang yang bukan siapa-siapa. Sungguh sebuah kehormatan.</p>
<p>Dapat souvenir lagi&#8230;<br /><div class="img " style="width:450pxpx;">
	<img src="http://hphotos-snc3.fbcdn.net/hs561.snc3/30659_394994834422_632694422_4138072_7554474_n.jpg" alt="" width="450px"  />
	<div>Penyerahan Souvenir</div>
</div>
<li>Belajar bahwa hidayah itu ga bisa diberikan gratis, dibeli atau diturunkan</li>
<p>Gue mendaftarkan seorang kenalan yang menurut gue sangat butuh penyadaran diri. Sebulan lebih gue mempersiapkan semuanya, berawal dari sebuah mimpi ketika bertemu orang yang sangat dicintainya. Tapi entah kenapa H-1 ajakan tersebut dibatalkan dengan hal-hal yang menurut gue seharusnya tidak terjadi. </p>
<p>Dan gue disadarkan oleh orang yang menggantikannya, bahwa hidayah itu tidak bisa dipaksakan. Mungkin suatu saat dia bisa menemukan cinta sejatinya dan berhenti untuk selingkuh hati.</p>
<li>Lo jadi tau alasan kenapa harus beribadah</li>
<p>Mungkin kita memang rajin sholat, mungkin kita rutin berpuasa Senin-Kamis atau mungkin kita dengan mudahnya mengeluarkan uang untuk berzakat.</p>
<p>Tapi apakah kita tau esensi kenapa kita melakukan itu?<br />
Apa yang kita rasakan ketika dan setelah sholat? apakah kosong, tanpa makna dan tidak berasa apa-apa?</p>
<p>Apa yang kita dapat setelah kita berpuasa? apa kita masih bisa menahan nafsu?</p>
<p>Apa yang kita pelajari dari zakat? apakah kita masih sering menyakiti orang lain?</p>
<p>Apakah kita paham atau paling tidak tahu arti dari bacaan sholat kita?
</ul>
<p>Itu sedikit dari pengalaman yang bisa gue bagi, selebihnya adalah pengalaman yang hanya bisa dirasakan oleh hati dan sulit untuk dibagi. </p>
<p>Mudah-mudahan kita semua bisa menjadi pemimpin dan mengarahkan makmum kita menuju ridho-NYA.</p>
<div class="img " style="width:400px;">
	<img src="http://riky.kurniawan.us/wp-content/uploads/Pemimpin-Masa-Depan.jpg" alt="" width="400" height="489" />
	<div>Pemimpin Masa Depan</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/apa-yang-gue-dapat-setelah-esq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidayah</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/hidayah/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/hidayah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 01:56:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1614</guid>
		<description><![CDATA[<p>Gue belajar bahwa:</p>
<blockquote><p>Hidayah itu tidak bisa dibeli, diberikan gratis ataupun diturunkan.</p></blockquote>
<p>Mudah-mudahan kita semua dibukakan pintu hatinya untuk bisa terus menuju perubahan lebih baik berlandaskan Al-Qur&#8217;an dan Sunnah Rasul, entah hidayah itu datang darimanapun jalannya.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gue belajar bahwa:</p>
<blockquote><p>Hidayah itu tidak bisa dibeli, diberikan gratis ataupun diturunkan.</p></blockquote>
<p>Mudah-mudahan kita semua dibukakan pintu hatinya untuk bisa terus menuju perubahan lebih baik berlandaskan Al-Qur&#8217;an dan Sunnah Rasul, entah hidayah itu datang darimanapun jalannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/hidayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dear Pa,</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/dear-pa/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/dear-pa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 05:41:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1612</guid>
		<description><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Pa, </p>
<p>Kau mengingatkanku untuk memberi sedikit ruang pada kesabaran,<br />
Kau meyakinkanku saat kau mengalungkan tanganmu pada pundakku,<br />
Kau mempercayakanku untuk bisa menjalankannya,<br />
Maafkan aku yang gagal menjalankan amanahmu.</p>
<p>Aku tak pernah bertemu denganmu,<br />
Aku tak pernah berbicara denganmu,<br />
Aku tak pernah mencium baumu,<br />
Tapi aku seolah nyata merasa kehangatanmu di depanku.</p>
<p>Sekilas aku menangkap pesan yang ingin kau kirimkan,<br />
Sekilas aku mengerti apa maksudmu masuk dalam&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/dear-pa/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Pa, </p>
<p>Kau mengingatkanku untuk memberi sedikit ruang pada kesabaran,<br />
Kau meyakinkanku saat kau mengalungkan tanganmu pada pundakku,<br />
Kau mempercayakanku untuk bisa menjalankannya,<br />
Maafkan aku yang gagal menjalankan amanahmu.</p>
<p>Aku tak pernah bertemu denganmu,<br />
Aku tak pernah berbicara denganmu,<br />
Aku tak pernah mencium baumu,<br />
Tapi aku seolah nyata merasa kehangatanmu di depanku.</p>
<p>Sekilas aku menangkap pesan yang ingin kau kirimkan,<br />
Sekilas aku mengerti apa maksudmu masuk dalam mimpiku,<br />
Sekilas aku paham kenapa kau menatapku dalam-dalam waktu itu,<br />
Bahwa kau bahagia di sana dan mengharapkan kebahagiaan yang sama untuknya.</p>
<p>Aku tak pernah mengerti kenapa harus bertemu denganmu,<br />
Aku juga tak pernah mengerti kenapa tidak bisa membiarkannya liar,<br />
Dan aku tak pernah tahu bagaimana bisa melakukan semua,<br />
Mungkin karena kita sama, ingin membahagiakannya.</p>
<p>Maaf Pa, aku gagal kali ini.<br />
Mungkin Pa, jika kau memberiku sedikit petunjuk nanti,<br />
Pasti Pa, doaku kan selalu untukmu dan untuknya.</p>
<p><strike>Beban</strike> Pesan yang kau sampaikan padaku ketika kita bermain Tennis, gagal terlaksana.<br />
Mungkin oleh ku atau oleh nya, atau mungkin oleh kami berdua.</p>
<p><em>Alloohummaghfir li (&#8230;) warfa&#8217; darajatahuu fil mahdiyyiin wakhlufhu fii aqibihii fil ghaabiriin waghfir lanaa walahuu yaa rabbal aalamiin wafsah lahuu fii qabrihi wa nawwir lahuu fiihi.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/dear-pa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emotional Spiritual Quotient</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/emotional-spiritual-quotient/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/emotional-spiritual-quotient/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 11:27:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1596</guid>
		<description><![CDATA[<div class="img " style="width:50%px;">
	<img src="http://tiutblog.files.wordpress.com/2009/10/esq_1.jpg" alt="" width="50%"  />
	<div>ESQ Way</div>
</div>
<p>Ada yang pernah ikutan ga? share donk pengalaman spiritualnya.. <em>*berasa banyak yang baca blog ini</em></p>
<p>Lagi butuh yang beginian, sebelum tanduk merah di kepala gue makin tumbuh.<br /><div class="img " style="width:50%px;">
	<img src="http://images.clipartof.com/small/76642-Royalty-Free-RF-Clipart-Illustration-Of-A-Silhouetted-Head-With-Stick-People-Angel-And-Devil-On-Top.jpg" alt="" width="50%"  />
	<div>Angel vs Devil</div>
</div>
</p><p>===========================<br />
Membaca buku ini, seperti menguak tabir rahasia tentang adanya korelasi yang sangat kuat antara dunia usaha, profesionalisme dan manajemen modern, dalam hubungannya dengan intisari Islam,&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/emotional-spiritual-quotient/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="img " style="width:50%px;">
	<img src="http://tiutblog.files.wordpress.com/2009/10/esq_1.jpg" alt="" width="50%"  />
	<div>ESQ Way</div>
</div>
<p>Ada yang pernah ikutan ga? share donk pengalaman spiritualnya.. <em>*berasa banyak yang baca blog ini</em></p>
<p>Lagi butuh yang beginian, sebelum tanduk merah di kepala gue makin tumbuh.<br /><div class="img " style="width:50%px;">
	<img src="http://images.clipartof.com/small/76642-Royalty-Free-RF-Clipart-Illustration-Of-A-Silhouetted-Head-With-Stick-People-Angel-And-Devil-On-Top.jpg" alt="" width="50%"  />
	<div>Angel vs Devil</div>
</div>
<p>===========================<br />
Membaca buku ini, seperti menguak tabir rahasia tentang adanya korelasi yang sangat kuat antara dunia usaha, profesionalisme dan manajemen modern, dalam hubungannya dengan intisari Islam, yaitu Rukun Iman dan Rukun Islam. Pemahaman dan pendalaman kedua unsur inti ini, telah melahirkan sebuah pemikiran baru yang segar yang dinamakan ESQ atau Kecerdasan Emosi dan Spiritual. Penulis buku ini, Ary Ginanjar, adalah seorang pengusaha muda yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal mengenai keagamaan atau psikologi. Ia mendalami bidang keagamaan dengan mandiri melalui metode “kemerdekaan berpikir”. Dalam buku ini, ia berusaha menggabungkan Emotional Intelligence (EQ) yang didasari dengan hubungan antara manusia dengan Tuhannya (SQ), sehingga menghasilkan ESQ: Emotional and Spiritual Quotient. Ary Ginanjar memaparkan pemikirannya melalui sebuah ESQ Model, yang menggambarkan seluruh pemahaman dan fenomena secara komprehensif. Bermula dari titik fitrah, berlanjut kepada pembangunan prinsip hidup yang membangun mental, hingga ketangguhan sosial yang dirangkumkan secara berintegrasi. </p>
<p>Buku ini terdiri dari empat bagian yang masing-masing memaparkan mengenai unsur-unsur yang terdapat pada ESQ Model. Pada bagian satu ( Zero Mind Process–Penjernihan Emosi), penulis mengharapkan pembaca dapat berpikir secara jernih terlepas dari belenggu pemikiran yang selama ini menghalangi kecerdasan emosi manusia. Hasil dari penjernihan emosi ini dinamakan &#8220;God-Spot&#8221; atau fitrah. Pada bagian dua ( Mental Building), Ary Ginanjar menjelaskan tentang arti pentingnya alam pikiran. Di tahap ini, penulis menjabarkan mengenai cara membangun alam berpikir dan emosi secara sistematis berdasarkan Rukun Iman yang diperkenalkan dengan istilah Enam Prinsip, yaitu:<br />
Star Principle – Prinsip Bintang (Iman kepada Allah)<br />
Angel Principle – Prinsip Matahari (Iman kepada Malaikat)<br />
Leadership Principle – Prinsip Kepemimpinan (Iman kepada Nabi dan Rasul)<br />
Learning Principle – Prinsip Pembelajaran (Iman kepada Al Qur’an)<br />
Vision Principle – Prinsip Masa Depan (Iman kepada Hari Kemudian)<br />
Well Organized Principle – Prinsip Keteraturan (Iman kepada Ketentuan Allah)</p>
<p>Pada bagian tiga (Personal Strength–Ketangguhan Pribadi), berisi mengenai penjabaran mengenai tiga langkah pengasahan hati yang dilaksanakan secara berurutan dan sangat sistematis berdasarkan Rukun Islam. Langkah ini dimulai dengan Mission Statement (Dua Kalimat Syahadat), dilanjutkan dengan Character Building (Shalat 5 Waktu) dan diakhiri dengan Self Controlling (Puasa). Dengan melakukan ketiga langkah ini, pembaca diharapkan dapat memiliki ketangguhan pribadi. Menurut penulis, ketangguhan pribadi perlu diimbangi dengan ketangguhan sosial yang dapat diwujudkan dengan pembentukan dan pelatihan untuk melakukan sinergi dengan orang lain atau dengan lingkungan sosialnya. Pelatihan yang diberikan dinamakan Strategic Collaboration atau Langkah Sinergi (Zakat) dan Total Action atau Langkah Aplikasi Total (Haji).</p>
<p>Inti dari buku ini adalah untuk menjadi seorang yang sukses, tidak hanya dibutuhkan intelegensi yang tinggi tapi juga kecerdasan emosi yang tidak hanya berorientasi pada hubungan antar manusia semata tapi juga didasarkan pada hubungan manusia dengan Tuhannya. Buku ini mensinergikan kebenaran ajaran Islam dengan penemuan ilmiah dan teori-teori dari para pakar ilmu pengetahun di “Barat”, khususnya ilmuwan di bidang EQ atau kecerdasan emosi.<br />
Buku yang perlu dibaca, tidak hanya oleh kalangan agamawan atau ilmuwan tetapi juga oleh masyarakat umum. Dan hendaknya dijadikan bahan acuan pemikiran dan langkah bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan umat Islam khususnya demi kemajuan bangsa dan negara secara keseluruhan. </p>
<p><small>[source:http://www.iptek.net.id/ind/?mnu=9&#038;ch=buku&#038;id=541]</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/emotional-spiritual-quotient/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kontemplasi Ikhlas</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/kontemplasi-ikhlas/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/kontemplasi-ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 10:59:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1590</guid>
		<description><![CDATA[<div class="img " style="width:75%px;">
	<img src="http://www.frumsatire.net/wp-content/uploads/2009/02/15-advanced-toilet-training.jpg" alt="" width="75%"  />
	<div>Berapa fluktuasi harga saham hari ini?</div>
</div>
<p><strong>Ikhlas itu harusnya seperti Buang Air Besar.</strong></p>
<p>Lo ga perlu pake mikir, pusing dan ga rela karena makanan enak yang lo nikmatin di restoran Jepang semalam, keluar dengan lancarnya dari perut lo&#8230;</p>
<p>Lo ga perlu mengingat-ingat lezatnya Unagi Roll, Spiky Tuna, Ramen &#038; Chicken Katsu atau pedasnya wasabi ketika benda kuning itu mengalir lembut dan jatuh ke selokan.</p>
<p>Apa&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/kontemplasi-ikhlas/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="img " style="width:75%px;">
	<img src="http://www.frumsatire.net/wp-content/uploads/2009/02/15-advanced-toilet-training.jpg" alt="" width="75%"  />
	<div>Berapa fluktuasi harga saham hari ini?</div>
</div>
<p><strong>Ikhlas itu harusnya seperti Buang Air Besar.</strong></p>
<p>Lo ga perlu pake mikir, pusing dan ga rela karena makanan enak yang lo nikmatin di restoran Jepang semalam, keluar dengan lancarnya dari perut lo&#8230;</p>
<p>Lo ga perlu mengingat-ingat lezatnya Unagi Roll, Spiky Tuna, Ramen &#038; Chicken Katsu atau pedasnya wasabi ketika benda kuning itu mengalir lembut dan jatuh ke selokan.</p>
<p>Apa yang lo rasain setelah berhasil mengeluarkannya dengan lancar? Lega!</p>
<p>Tapi, jangan lupa cuci tangan biar bisa nikmatin lagi yaa&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/kontemplasi-ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan pasti sedang bercanda</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/tuhan-pasti-sedang-bercanda/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/tuhan-pasti-sedang-bercanda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 09:42:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1587</guid>
		<description><![CDATA[<p><img src="http://ihasahotdog.files.wordpress.com/2009/01/funny-dog-pictures-your-dog-is-having-his-revenge.jpg" width="450px" /></p>
<p>Luigi: What do you want to buy?<br />
Edmund Dantes: I want to buy Revenge!</p>
<p>Pernah nonton Count of Monte Cristo? Di atas salah satu adegan ketika Edmund Dantes menemukan harta karun yang informasinya dia tau dari kenalan ketika dipenjara.</p>
<p>Edmund Dantes adalah korban pengkhianatan sahabat karibnya Ferdinand Mondego yang sangat iri melihat sahabat karibnya mendapatkan segalanya. Meskipun miskin dan polos, hidupnya sangat bahagia dan Ferdinand tidak ingin itu. Dengan akal liciknya, Ferdinand menipu&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/tuhan-pasti-sedang-bercanda/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://ihasahotdog.files.wordpress.com/2009/01/funny-dog-pictures-your-dog-is-having-his-revenge.jpg" width="450px" /></p>
<p>Luigi: What do you want to buy?<br />
Edmund Dantes: I want to buy Revenge!</p>
<p>Pernah nonton Count of Monte Cristo? Di atas salah satu adegan ketika Edmund Dantes menemukan harta karun yang informasinya dia tau dari kenalan ketika dipenjara.</p>
<p>Edmund Dantes adalah korban pengkhianatan sahabat karibnya Ferdinand Mondego yang sangat iri melihat sahabat karibnya mendapatkan segalanya. Meskipun miskin dan polos, hidupnya sangat bahagia dan Ferdinand tidak ingin itu. Dengan akal liciknya, Ferdinand menipu daya dan menjebloskan Dantes ke penjara semacam Alcatraz. Dengan segala kepolosan tersebut, Dantes menerima hukuman tersebut. Hingga pada akhirnya Dantes menemukan kebenaran dan ingin membalas dendam.</p>
<p>Kalo lo nonton, paradigma lo akan berubah akan sebuah penderitaan dan balas dendam. Film serupa yang gue rekomendasikan lainnya seperti Kill Bill, Law Abiding Citizen, Shawsank Redemption dan lainnya. </p>
<p>Film ini, masuk ke dalam film bergenre revenge. Film revenge adalah genre favorit gue setelah genre Superhero. Karena dengan menonton film seperti ini, pikiran lo akan disuguhi permainan pikiran yang apik dan dialog yang cerdas.</p>
<p>Kembali pada dialog di atas. Dantes telah menemukan segala-galanya yang bisa membuat dia menguasai dunia. Tapi apa yang dia inginkan, Balas Dendam. </p>
<p>Kenapa harus balas dendam? tidak bisakah kita melepaskan segala sesuatunya dengan ikhlas. Kadang balas dendam adalah cara untuk bisa melupakan masa lalu yang kelam. </p>
<p>Lalu bagaimana jika lo mengalami kepedihan yang berat oleh seseorang? mari kita simak diskusi berikut:</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Deviousa (D): jadi, apakah kau akan membiarkan dia mengacak-acak hidup lo?<br />
Romeo(R): apa yang bisa gue lakuin buat mengembalikan kondisi gue<br />
D: balas dendam<br />
R: Bagaimana caranya? dia lebih pintar dan sepertinya apa yang akan dilakukan sudah tidak akan ada efeknya. Dia sudah bebal. Antibodinya sudah resistan terhadap rasa sakit. Hei, Angelica..tolong aku, aku ingin lepas.<br />
Angelica: Dari apa yang telah dia lakukan, akupun tak bisa bertindak banyak. Kali ini aku setuju pada Deviousa.<br />
D: Melalui orang lain yang mereka sayang.<br />
R: ada ide?<br />
D: mau rasa sakit seperti apa yang kau mau? mari kita diskusikan&#8230;</p>
<p>..dan rencana demi rencana seolah mengalir bebas di kepala. Sangat detail, mulai dari rencana belum dieksekusi hingga bahkan ketika rencana itu telah dieksekusi. Bagaimana jika Romeo sudah menemukan &#8220;harta karun&#8221; seperti Dantes yang bisa membuat dia dengan mudahnya membeli Revenge? Jika ini dijalankan, efeknya luar biasa dan permanent. Trust Romeo on this, he always do things elegantly.</p>
<p>Kekecewaan telah menutupi mata hati.</p>
<p>Ketika rencana hampir dieksekusi&#8230;Tuhan menyapa dan memberikan kehangatannya melalui teman-teman.</p>
<p>Akhirnya Romeo sadar, harus ikhlas. Tidak perlu memberikan rasa sakit yang sama, tidak perlu memberi kesadaran karena itu bukan lagi jadi tanggung jawab, tidak perlu berdalih untuk menyelamatkan orang agar tidak ada korbanm berikutnya, salurkan emosi melalu do&#8217;a. Putuskan mata rantai dendam itu.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Ah Tuhan&#8230;kau pasti sedang tertawa di atas sana. Melihat hambamu terombang-ambing atas cobaan kecilmu. Jika ini adalah caramu untuk menghapus dosa-dosa masa lalu ku, tolong Tuhan..berikan cobaan yang lebih berat lagi.</p>
<p>I think I should back to <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/survival-mode/">Survival Mode</a></p>
<p>So, what&#8217;s the plan Ky? If I tell you, then I have to kil* you.</p>
<blockquote><p>Life is a storm, my young friend. You will bask in the sunlight one moment, be shattered on the rocks the next. What makes you a man is what you do when that storm comes. You must look into that storm and shout as you did in Rome. Do your worst, for I will do mine! Then the fates will know you as we know you: as Albert Mondego, the man! -Mondego</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/tuhan-pasti-sedang-bercanda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ya sudahlah..</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/ya-sudahlah/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/ya-sudahlah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 01:35:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1570</guid>
		<description><![CDATA[<p>Di saat gundah, Bondan Prakoso dan Fade2Black paling bisa mengembalikan tingkat insekuritas.</p>
<p>Dari single Perdana Bondan Prakoso ft Fade 2 Black di album ke tiganya, yang berjudul &#8220;Ya Sudahlah&#8221; telah diputar serempak di seluruh Indonesia&#8230;.<br />
==============================<br />
B:<br />
<span class="hilite">Ketika mimpimu yg begitu indah,tak pernah terwujud..ya sudahlah</span><br />
Saat kau berlari mengejar anganmu,dan tak pernah sampai..ya sudahlah (hhmm)</p>
<p>*reff:<br />
Apapun yg terjadi, ku kan slalu ada untukmu<br />
Janganlah kau bersedih..coz everything&#8217;s gonna be&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/ya-sudahlah/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di saat gundah, Bondan Prakoso dan Fade2Black paling bisa mengembalikan tingkat insekuritas.</p>
<p>Dari single Perdana Bondan Prakoso ft Fade 2 Black di album ke tiganya, yang berjudul &#8220;Ya Sudahlah&#8221; telah diputar serempak di seluruh Indonesia&#8230;.<br />
==============================<br />
B:<br />
<span class="hilite">Ketika mimpimu yg begitu indah,tak pernah terwujud..ya sudahlah</span><br />
Saat kau berlari mengejar anganmu,dan tak pernah sampai..ya sudahlah (hhmm)</p>
<p>*reff:<br />
Apapun yg terjadi, ku kan slalu ada untukmu<br />
Janganlah kau bersedih..coz everything&#8217;s gonna be OKAY</p>
<p>Santoz:<br />
Satu dari sekian kemungkinan<br />
kau jatuh tanpa ada harapan<br />
saat itu raga kupersembahkan<br />
bersama jiwa, cita, cinta dan harapan</p>
<p>Lezz:<br />
Kita sambung satu persatu sebab akibat<br />
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat<br />
menuntun ke arah mata angin bahagia<br />
kau dan aku tahu,jalan selalu ada</p>
<p>titz:<br />
juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang<br />
bagai deras ombak yang menabrak karang<br />
namun ku tahu..ku tahu kau mampu tuk tetap tenang<br />
hadapi ini bersamaku hingga ajal datang</p>
<p>B:<br />
<span class="hilite">Sempat kau berharap keramahan cinta,tak pernah kau dapat..ya sudahlah</span><br />
yeeah..dengar ku bernyanyi..lalalalalala<br />
heyyeye yaya dedudedadedudedudidam..semua ini belum *****hir</p>
<p>back to *reff</p>
<p>F2B:<br />
satukan langkah..langkah yg beriring!<br />
genggam hati, rangkul emosi!</p>
<p>B:<br />
Genggamlah hatiku, satukan langkah kita</p>
<p>F2B:<br />
Sama rasa, tanpa pamrih<br />
ini cinta..across da sea</p>
<p>B:<br />
peluklah diriku..terbanglah bersamaku, melayang jauh.. (come fly with me, baby)</p>
<p>F2B:<br />
Ini aku dari ujung rambut menyusur jemari<br />
sosok ini yg menerima kelemahan hati<br />
yea..aku cinta kau..(ini cinta kita)<br />
cukup satu waktu yes.(untuk satu cinta)</p>
<p>satu cinta ini akan tuntun jalanku<br />
rapatkan jiwamu yo tenang disisiku<br />
rebahkan rasamu..untuk yg ditunggu<br />
BAHAGIA..HINGGA UJUNG WAKTU..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/ya-sudahlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hypnotherapy</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/hypnotherapy/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/hypnotherapy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 00:19:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/idea/hypnotherapy/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Langkah awal untuk mengatasi masalah adalah kita harus menyadari terlebih dahulu bahwa memang benar ada masalah. Itu kesimpulan dari hasil diskusi gue dengan seorang teman. Kadang kita ingin lepas dari masalah tapi bayangan masa lalu sangat sulit untuk dilupakan. Kita ingin sekali melupakan satu bagian dalam hidup kita, tentu saja bagian itu adalah bagian yang sangat penting karena tingkat kesulitannya untuk dilupakan. Masalah ini bisa seperti cinta, traumatik, ketidakpercayaan diri, dan lain-lain. </p>
<p>Bagi <em>banyak</em>&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/hypnotherapy/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Langkah awal untuk mengatasi masalah adalah kita harus menyadari terlebih dahulu bahwa memang benar ada masalah. Itu kesimpulan dari hasil diskusi gue dengan seorang teman. Kadang kita ingin lepas dari masalah tapi bayangan masa lalu sangat sulit untuk dilupakan. Kita ingin sekali melupakan satu bagian dalam hidup kita, tentu saja bagian itu adalah bagian yang sangat penting karena tingkat kesulitannya untuk dilupakan. Masalah ini bisa seperti cinta, traumatik, ketidakpercayaan diri, dan lain-lain. </p>
<p>Bagi <em>banyak orang</em>, sangat mudah melupakan mobil lamanya dan mengganti mobil baru yang mungkin lebih baik dan berkilau. Tapi bagi <em>sedikit orang</em> melupakan mobil lama dengan mengendarai mobil baru bukanlah hal yang mudah, ada banyak kenangan yang mungkin pernah dilewati bersama mobil lama itu atau usaha mendapatkan mobil lama itu membutuhkan tingkat persistensi yang tinggi. </p>
<p>Mungkin ada banyak cara mengobati syndrome ini, tapi kemampuan manusia untuk bisa tahan dalam suatu masalah bervariasi. Dari candaan ketika kita ngobrol, sempat terlintas mengenai hypnotherapy. Sebuah teknik hipnotis yang digunakan sebagai media medis.</p>
<p>Dari artikel yang gue baca</p>
<p>========================<br />
Alam bawah sadar atau yang suka disebut jiwa atau pikiran bawah sadar adalah pusat kontrol manusia dalam berpikir sehari-hari. Manusia beraktifitas biasa-biasapun baik dia sadar atau tidak sadar, selalu tergantung dari apa yang terprogram dalam alam bawah sadarnya. Ingatan (memory) di otak adalah bagian utama program dari alam bawah sadar si manusia agar beraktifitas sehari-hari dalam keadaan sadar. Salah satu contoh adalah kemampuan menyetir kendaraan bermotor yaitu mobil. Ketika masih belajar menyetir, otak manusia akan benar-benar berkonsentrasi (memasuki keadaan Alpha di frekwensi 7-12 Hz ) agar cara-cara menyetir mobil benar-benar masuk ke dalam gudang memory. Selanjutnya setelah beberapa otak akan menyusun secara rapih ingatan-ingatan tersebut, maka alam bawah sadar akan secara otomatis menjalankan program sehingga kita tidak usah kepayahan berkonsentrasi saat menyetir mobil tersebut. Begitupula dengan trauma dan phobia. Trauma dan phobia amat erat kaitannya dengan ingatan kita. Ketika kita mengalami kejadian buruk dan itu benar-benar membekas dalam ingatan, maka response dari alam bawah sadar akan otomatis memprogram pikiran kita disaat sadar bahwa bila kita bertemu hal-hal yang mirip atau berkaitan dengan ingatan buruk kita, maka kita akan menolak/menjauhi hal tersebut.</p>
<p>Manusia pada dasarnya memiliki roh yang berfungsi sebagai baterei dan jiwa (pikiran) yang berfungsi energynya. Jiwa (pikiran) sebagai software yang berada di otak sebagai hardware. Ibarat sebuah komputer, yang disentuh terapi hipnosis atau autohipnosis sebenarnya software (piranti lunak), yakni jiwanya (pikiran). Bukan otak yang bisa diibaratkan hardware (piranti keras). Nah, tugas hipnosis adalah mengungkap rekaman-rekaman dalam alam bawah sadar (pikiran yang tersimpan di otak), membuang rekaman-rekaman negatif, dan memasukkan yang positif.</p>
<p>Dalam proses hipnosis yang terjadi adalah terapis memandu subjek (orang yang dihipnosis) agar dapat-dengan mudah masuk ke dalam keadaan hipnosis. indakan atau perilaku yang terjadi karena proses hipnosis oleh terapis adalah hasil sugesti yang sangat persuasif sehingga subjek terpengaruh.</p>
<p>Proses Hipnotis berperan membantu bagaimana alam bawah sadar itu terbuka, dan disaat terbuka itulah program-program yang sudah tertanam di alam bawah sadar bisa kita setting sesuai kehendak kita. Memang program itu tidak mungkin kita hapus, tapi kita bisa lakukan penutupan program agar phobia atau trauma tersebut bisa dihilangkan, yaitu dengan menanamkan ingatan-ingatan yang baru untuk mengcounter ingatan yang lama, dimana ingatan kejadian buruk tsb menimpa si pasien. Disamping itu, hipnotis juga bisa berguna untuk memaksimalkan potensi yang ada di diri kita, termasuk meningkatkan daya tahan tubuh (kekebalan tubuh) dan juga meningkatkan motivasi kita untuk mencapai sesuatu. Dengan hipnotis, orang yang sakit bisa mempercepat pemulihan tubuhnya sendiri secara maksimal dan juga mengurangi rasa sakit yang diderita. Hipnotis juga sangat efektif diterapkan pada pasien-pasien psikosomatis, yaitu penyakit fisik yang diakibatkan beban psikis (stress) yang terakumulasi.</p>
<p>Kalau badan sudah telanjur sakit, kita bisa melakukan terapi dengan autohipnosis. Segala macam memori negatif dalam alam bawah sadar dihapus. Sementara, kalau penyakit sudah muncul di badan kasar (jasmani), pengobatan dilakukan secara fisik. Ini tugas dokter. Namun, kalau hanya penyembuhan secara fisik, masih ada kemungkinan penyakit timbul lagi, karena dalam jiwanya (badan halus) masih tersimpan rekaman itu. Urusan yang tidak kasat mata ini menjadi target terapi hipnosis atau autohipnosis.</p>
<p>Ada beberapa hal yang perlu ditekankan dalam hipnoteraphy ini, pertama keadaan rileks si pasien bisa lebih tercapai, karena pada saat rileks itulah sebenarnya kondisi tubuh dan otak bisa memasuki alam bawah sadarnya, dan disaat itulah hal-hal yang luar biasa dapat kita kondisikan. Oleh karena itu, sudah saatnya manusia itu bisa memprogram alam bawah sadarnya sendiri guna mencapai kualitas kehidupan yang jauh lebih baik.</p>
<p>Dalam kondisi terhipnotis, seseorang mudah diisi program pada alam bawah sadarnya. Ini yang kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan terapi, dari berbagai kasus kejiwaan, seperti :</p>
<p>* Mengurangi stres.<br />
* Mengurangi berat badan (dengan merubah pola makan).<br />
* Problem emosi : Stres, cemas, takut, dendam, menghapus memori masa lalu (korban kekerasan/perkosaan,dll).<br />
* Menghentikan kebiasaan buruk : Narkoba, merokok, judi, sikap lamban, malas, pemalu, gagap, menggigit-gigit kuku.<br />
* Problem : Seks, makan dan tidur (sulit/berlebihan).<br />
* Meningkatkan prestasi : Belajar, olah raga, bisnis, kreatifitas.<br />
* Mengurangi nyeri (cabut gigi, sunat, operasi kecil, melahirkan) dll.</p>
<p><a href="http://www.untuksemua.com/lounge/hypnotherapy-untuk-masalah-kejiwaan-mentalitas-1710/">here</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/hypnotherapy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>For the book-a-holic out there, be prepared yaa :)</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/be-prepared-yaa/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/be-prepared-yaa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 13:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1565</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/herowannabe/4595425104/" title="Preview by Riky Kurniawan, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3208/4595425104_40a31d7cfe.jpg" width="475" alt="Preview" /></a></p>
<p>We are not the first in the industry, but we&#8217;ll strive our best to serve you better than the others.</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/herowannabe/4595425104/" title="Preview by Riky Kurniawan, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3208/4595425104_40a31d7cfe.jpg" width="475" alt="Preview" /></a></p>
<p>We are not the first in the industry, but we&#8217;ll strive our best to serve you better than the others.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/be-prepared-yaa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hiatus on Photography</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/hiatus-on-photography/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/hiatus-on-photography/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 10:41:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1557</guid>
		<description><![CDATA[<p>Untuk sementara berpikir menghiatuskan diri dari salah satu hobby, dengan berbagai pertimbangan. Bukan ga suka atau bosan dengan hobby ini, gue sangat menikmati dengan apa yang dilakukan selama menjalani kegiatan ini. Tapi sepertinya, skala prioritas membuat hobby ini harus mengalah dengan prioritas lainnya. Mungkin suatu saat kita bisa bertemu lagi, fotografi.</p>
<p>Gue ingat banget masa-masa awal ketika senang dengan fotografi. Ribuan halaman artikel dan buku mengenai fotografi dibaca (no kidding!), milis fotografi jadi sarapan pagi,&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/hiatus-on-photography/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk sementara berpikir menghiatuskan diri dari salah satu hobby, dengan berbagai pertimbangan. Bukan ga suka atau bosan dengan hobby ini, gue sangat menikmati dengan apa yang dilakukan selama menjalani kegiatan ini. Tapi sepertinya, skala prioritas membuat hobby ini harus mengalah dengan prioritas lainnya. Mungkin suatu saat kita bisa bertemu lagi, fotografi.</p>
<p>Gue ingat banget masa-masa awal ketika senang dengan fotografi. Ribuan halaman artikel dan buku mengenai fotografi dibaca (no kidding!), milis fotografi jadi sarapan pagi, klub fotografi di ikutin, semua teknik fotografi dipelajari, ga pernah bosan melihat gallery fotografer kondang dan membaca data-data teknis di balik sebuah jepretan, dan akhirnya receh demi receh berhasil dikumpulkan dan ditukar dengan sebuah EOS 450D. Sudah saatnya mempraktekkan apa yang sudah dipelajari.</p>
<p>Beberapa tempat berhasil diabadikan dalam sebuah frame, beberapa model berhasil <strike>dijebak</strike> dirayu untuk difoto kecantikan wajahnya, dan momen-momen bersama menjadi kenangan indah untuk diingat nanti.</p>
<p>Sama seperti hobi lelaki pada umumnya, ini bukan hobby murah. Selalu saja ada racun untuk terus meningkatkan hasil jepretan. Mulai dari lensa, lampu blitz, tripod, dan aksesoris lainnya. Untung saja pendapatan pas²an, jadinya tidak terlalu lapar mata pada barang-barang ini. Berusaha stick to the plan, selama masih bisa mengabadikan objek yang menurut gue bagus, itu sudah cukup untuk kepuasan pribadi. Pujian dari orang-orang sekitar hanyalah bonus, dan heeei..gue seorang Pisces, seni adalah hal yang mengalir dalam tubuh kami. </p>
<p>Lalu kenapa memutuskan untuk hiatus? karena ada banyak hal-hal penting yang sepertinya harus diprioritaskan. Gue mau memasukkan batu-batu besar dalam tempayan hidup sebelum batu-batu kecil masuk. Jangan sampai ketika wajan penuh, gue baru menyadari ada banyak hal yang lebih indah terlewatkan dalam hidup ini. </p>
<p>Mungkin suatu saat gue akan kembali lagi untuk (agak) serius menekuni hobi ini. Tentu saja, dengan gear yang lebih mumpuni, tempat yang lebih jauh dan indah. Untuk sementara kamera hanya akan keluar, ketika sangat dibutuhkan, bukan ketika diinginkan.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<em>Kupelihara Rindu Itu<br />
tak langsung kuumbarumbar<br />
kupinjam sedikitsedikit saja<br />
biar tak habis biar bersisa</p>
<p>kupelihara rindu itu<br />
tak langsung kutuangtuang<br />
kusimpan buat besok dan lusa<br />
biar sedia biar masih ada</p>
<p>kupelihara rindu itu<br />
biar hidup biar tak hampa<br />
</em><br />
rizapn . 06april2009 . 16:03wib.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/hiatus-on-photography/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Update Q1 2010</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/update-q1-2010/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/update-q1-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 01:47:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1545</guid>
		<description><![CDATA[<p>Q1 2010 sudah berakhir. Sebelumnya ingin mengucapkan Selamat hari Buruh kepada buruh di dunia (termasuk gue), jika tidak ingin menjadi buruh dan mendapatkan penghidupan yang layak cari kesempatan di luar sana&#8230;selalu ada &#8220;ladang&#8221; yang bisa digarap untuk membuat hidup lebih baik. Don&#8217;t complain, change!</p>
<p>Juga, selamat hari Pendidikan Nasional, selamat buat yang sudah lulus ujian nasional pertama dan untuk yang ga lulus, belajar lebih keras karena masih ada kesempatan kedua. Dan hey! ga lulus UAN&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/update-q1-2010/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Q1 2010 sudah berakhir. Sebelumnya ingin mengucapkan Selamat hari Buruh kepada buruh di dunia (termasuk gue), jika tidak ingin menjadi buruh dan mendapatkan penghidupan yang layak cari kesempatan di luar sana&#8230;selalu ada &#8220;ladang&#8221; yang bisa digarap untuk membuat hidup lebih baik. Don&#8217;t complain, change!</p>
<p>Juga, selamat hari Pendidikan Nasional, selamat buat yang sudah lulus ujian nasional pertama dan untuk yang ga lulus, belajar lebih keras karena masih ada kesempatan kedua. Dan hey! ga lulus UAN bukan akhir dari segalanya&#8230;hidup lo lebih berharga, jangan akhiri dengan sekaleng obat serangga atau berbuat yang akan kau sesali nanti.</p>
<p>Di awal tahun, membuat beberapa mimpi untuk diraih di 2010. Hey..Walopun kiamat 2 tahun lagi, kita harus tetap optimis bukan? heuehe</p>
<p>Mimpi di Q1 2010 tidak terlalu banyak dan muluk-muluk dan beruntung bisa mewujudkannya. Gue berhasil menaklukkan dan mendapatkan yang terbaik dari Bangkok-Phuket-Krabi. Untuk cerita mengenai petualangan di luar sana, silahkan baca post terdahulu. Gue juga akan sangat menikmati menceritakan kembali jika ditemani segelas Frappucino Mint. Sebuah pengalaman yang&#8230;ah sudahlah, lo pasti ngerti.</p>
<p>Semester 2 juga sudah berakhir, dan  puas dengan hasil yang di dapat. Target IPK hampir tercapai, dari target IPK 3,5 cuma bisa dapat 3,4. Satu hal yang membuat bangga adalah nilai 4 untuk mata kuliah Manajemen Pemasaran. Jika flashback ke belakang, gue ga percaya dengan perubahan yang terjadi dalam diri. Pernah di ruang ber-AC dingin, keringat membasahi baju dan hampir bisa dipastikan baju itu bisa diperas hanya karna gugup menceritakan 7-9 paragraf artikel dalam bahasa inggris di kelas les bahasa Inggris. Dan dengan keluarnya nilai pada mata kuliah yang membutuhkan jam terbang presentasi yang banyak dan bagaimana cara mengemas ide sehingga menarik untuk disampaikan, sudah cukup membuktikan ada perubahan baik dalam diri.</p>
<p>Yang gue percaya adalah <span style="hilite">bukan seberapa besarnya pencapaian yang bisa kita raih, tapi seberapa besar margin atas pencapaian kita tersebut dibandingkan dengan diri kita terdahulu</span>. Konsep yang berlaku juga pada, bukan seberapa banyak profit centre (salary, sidejob, profit) yang bisa kita raih dalam sebulan/setahun tapi seberapa besar margin saving (cost center &#8211; profit center) yang berhasil kita dapat dalam bulan/tahun tersebut. Jadi jangan anggap remeh pencapaian yang bisa diraih, meskipun itu kecil di mata orang lain.</p>
<p>Mengenai kerjaan kantor, ada surprise yang gue sendiri belum berani memimpikannya. Apa yang dikerjakan selama ini ternyata bernilai baik bagi orang lain dan mereka merasa pantas untuk memberikan sesuatu yang lebih. Mendapatkan kesempatan untuk promosi. Ada perubahan struktur organisasi pada department tempat bekerja, dan perlu diadakan seleksi untuk menempati pos-pos baru. Diberikanlah penawaran kepada orang-orang yang dirasa mampu. Tersedia 3 pos baru yang harus direbutkan oleh 5 orang, dan semuanya di luar daerah. Salah satu daerah yang diberikan adalah Regional Sumatera bagian Selatan, which is senang banget karena bisa berkumpul dengan keluarga. Di satu sisi masih belum bisa kembali ke daerah karena sudah terbiasa dengan kultur kejamnya kota, tapi di satu sisi gue dalam masa-masa labil dan merasa tidak ada alasan kuat yang membuat bertahan di sini. Tapi kesempatan tidak datang dua kali, apapun itu harus diperjuangkan.</p>
<p>Setelah melalui proses seleksi, gue ga lolos. Tapi manajemen menempatkan di pos baru yang lebih seru dan tidak pernah ditawarkan sebelumnya. Mereka melihat potensi lebih cocok untuk ditempatkan di Head Office. Alhamdulillah, somebody&#8217;s notice. Dan sekarang melakukan sesuatu yang lebih passionate dan berharap bisa mengeluarkan potensi terbaik dalam diri.</p>
<p>Tidak semua cerita harus bernada bahagia. Ini sebuah cerita lama namun sepertinya akan sulit untuk berhenti. Apa yang lo rasain jika seseorang yang pernah atau sedang kau cintai melakukan sesuatu yang menyakiti dirinya sendiri dan membuat kecewa orang-orang yang menyayanginya. Mengetahui kondisi seperti itu, penyakit saviour-complex gue kambuh dan ingin mebantu dengan cara apapun. Orang boleh bilang ini tindakan pahlawan kesiangan, kenapa harus peduli pada orang yang yang sudah menginjak-injak harga diri lo, atau malah tidak menghargai cinta lo. Gue sudah sering menerima tamparan ini dari orang-orang terdekat, tapi ada beberapa hal yang menurut gue tidak bisa mereka mengerti. My love is unconditional, no matter how hard she push me away there is something that can&#8217;t change. </p>
<p>Old habit hard to die. Ketika sebuah per ulir sudah ditarik sedemikan rupa, akan sulit untuk mengembalikan ke bentuk semula. Diperlukan tindakan yang persisten, periodik dan kondisi ekstrim untuk bisa mengembalikan itu. Mencari sesuatu pada tempat dan cara yang tidak tepat hanya akan membuat situasi semakin sulit dan complicated. <span style="hilite">Meskipun gue harus menerima kenyataan bahwa tidak semua yang kita inginkan bisa kita dapat</span>, gue harus melakukan sesuatu bahkan cara yang ekstrim sekalipun. Gue ga tau apakah cara yang sudah dilakukan akan berhasil, tapi jangan pernah kehilangan harapan. Jika bukan gue, mungkin suatu saat akan ada orang lain atau cara lain yang bisa. <span style="hilite">Do not give up on someone you love, when you give up..you just lose hope and don&#8217;t give permission to HIS way to work.</span> </p>
<p>Have faith! You&#8217;ve done your best.</p>
<p>Sekarang mencoba untuk berhenti jadi <a href="http://blog.yosua.net/2009/01/04/manusia-gua/">manusia goa</a>. Sadar bahwa cahaya itu cuma sebuah lilin/ atau obor atau bahkan api unggun. Gue harus bisa mencari cahaya lain di luar sana yang lebih hangat atau bahkan memberikan cahaya pada orang banyak.</p>
<p>Travelling terakhir adalah ke Bali. Tidak banyak yang bisa diceritakan di sini. Mungkin kurang bisa mengeksplorasi Bali, sehingga kurang ngerasa greget menikmati perjalanan. Jika diberikan kesempatan untuk kembali, mungkin akan dicoba kembali dengan mood yang lebih baik. </p>
<p>Yang bisa disimpulkan adalah, ketika lo sudah pernah melihat sesuatu yang lebih menarik maka hal lainnya akan menjadi biasa saja. Karena itu jadi mengerti kata teman yang belum mau diving ke Raja Ampat, karena dia takut ketika dia diving ke tempat lain makanya rasanya akan biasa-biasa saja. </p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3363/4572730747_75355a40a4.jpg" width="500" height="333" alt="Ubud" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4026/4572730731_351ebab287.jpg" width="500" height="333" alt="Tari barong" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4071/4572730725_afb0234b72.jpg" width="500" height="333" alt="Kintamani" /></p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3327/4572730711_0e5af65de0.jpg" width="500" height="333" alt="Penari Bali" /></p>
<p><img src="http://farm5.static.flickr.com/4005/4572730693_45f1d779f9.jpg" width="500" height="333" alt="GWK" /></p>
<p>.sekian</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/update-q1-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>K&#8217;naan &#8211; Wavin Flag Versi Remix</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/knaan-wavin-flag-versi-remix/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/knaan-wavin-flag-versi-remix/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 01:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/idea/knaan-wavin-flag-versi-remix/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Looping forever in my playlist, along with Jai Ho by the Pussy Cat Dolls.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Ooooooh Wooooooh<br />
<strong>Give me freedom, give me fire, give me reason, take me higher</strong><br />
<strong>See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud</strong><br />
In the streets our heads are lifting, as we lose our inhibition,<br />
Celebration its around us, every nations, all around us<br />
<strong>Singing forever young, singing songs underneath</strong>&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/knaan-wavin-flag-versi-remix/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Looping forever in my playlist, along with Jai Ho by the Pussy Cat Dolls.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Ooooooh Wooooooh<br />
<strong>Give me freedom, give me fire, give me reason, take me higher</strong><br />
<strong>See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud</strong><br />
In the streets our heads are lifting, as we lose our inhibition,<br />
Celebration its around us, every nations, all around us<br />
<strong>Singing forever young, singing songs underneath that sun<br />
</strong><br />
Lets rejoice in the beautiful game.</p>
<p>And together at the end of the day.</p>
<p>WE ALL SAY!</p>
<p>When I get older I will be stronger</p>
<p>They’ll call me freedom Just like a wavin’ flag<br />
And then it goes back<br />
And then it goes</p>
<p>When I get older I will be stronger<br />
They’ll call me freedom<br />
Just like a wavin’ flag<br />
And then it goes back<br />
And then it goes</p>
<p>Oooooooooooooh woooooooooohh hohoho<br />
Give you freedom, give you fire, give you reason, take you higher<br />
See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud<br />
In the streets our heads are lifting, as we lose our inhibition,<br />
Celebration, its around us, every nations, all around us<br />
Singing forever young, singing songs underneath that sun</p>
<p>Lets rejoice in the beautiful game.</p>
<p>And together at the end of the day.<br />
WE ALL SAY</p>
<p>When I get older, I will be stronger<br />
They’ll call me freedom<br />
Just like a wavin’ flag</p>
<p>And then it goes back<br />
And then it goes<br />
Wooooooooo Ohohohoooooooo ! OOOoooooh Wooooooooo</p>
<p>And everybody will be singing it</p>
<p>Wooooooooo ohohohooooo</p>
<p>And we are all singing it……! </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/knaan-wavin-flag-versi-remix/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Pemasaran dan Keuangan</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/antara-pemasaran-dan-keuangan/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/antara-pemasaran-dan-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 11:11:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1055</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ga berasa mau masuk semester 3, sekarang lagi minggu UAS. Di semester 3 dan 4 ada beberapa peminatan yang bisa dipilih: Pemasaran, Keuangan, SDM dan Perbankan.</p>
<p>Secara syarat masuk peminatan Perbankan adalah harus punya pengalaman 2 tahun di dunia perbankan, jadi hanya tinggal 3 pilihan buat gue. Dari 3 ini, pilihan lebih berat antara Pemasaran dan Keuangan. </p>
<p>Kelebihan jika memilih peminatan Pemasaran adalah gue suka membaca buku-buku strategi pemasaran, bagaimana sebuah produk bisa mempengaruhi&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/antara-pemasaran-dan-keuangan/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ga berasa mau masuk semester 3, sekarang lagi minggu UAS. Di semester 3 dan 4 ada beberapa peminatan yang bisa dipilih: Pemasaran, Keuangan, SDM dan Perbankan.</p>
<p>Secara syarat masuk peminatan Perbankan adalah harus punya pengalaman 2 tahun di dunia perbankan, jadi hanya tinggal 3 pilihan buat gue. Dari 3 ini, pilihan lebih berat antara Pemasaran dan Keuangan. </p>
<p>Kelebihan jika memilih peminatan Pemasaran adalah gue suka membaca buku-buku strategi pemasaran, bagaimana sebuah produk bisa mempengaruhi kehidupan banyak orang dan menganalisa data (sales forecast, market survey, atau quesioner). Ga enaknya, dapetin data marketing untuk bahan thesis susah banget, butuh kerja keras karena datanya tidak disediakan begitu aja. Ada banyak siy metode pengumpulan data yang bisa dilakukan, tapi buat dapetin data primer butuh waktu dan tenaga. Data sekunder pemasaran bisa didapat dengan mudah dari Internet. Bicara soal data dari Internet, pak <a href="http://sudutpandang.com">Nukman</a> pernah melakukan kuisioner kecil-kecilan di twitter, dan diambil kesimpulan bahwa data yang diambil dari internet itu <strike>tidak</strike> belum bisa dijadikan referensi karya ilmiah, kecuali jurnal ilmiah yang di-share di internet.<br />
Ide sementara gue adalah melobi pihak marketing kantor untuk berbagi data demi kepentingan riset atau kuisioner dengan hadiah menarik, iPhone misalnya (gue aja ga punya!)..yaa, apa aja dey demi kelancaran thesis.</p>
<p>Kalo gue milih peminatan Keuangan, masalah jadi sebaliknya. Untuk mendapatkan data, sangat amat mudah sekali. Jurnal atau laporan keuangan bisa diakses bebas, semua perusahaan yang listing di Bursa Efek (perusahaan tbk) pasti menyediakan data ini. Jadi dengan data yang ada, bisa dipastikan ga akan sulit menyusun thesis. Yang menjadi sulit adalah, sejak SMU pelajaran Akuntansi adalah momok buat gue. Gue selalu gagal untuk membuat kolom kiri dan kanan menjadi seimbang. </p>
<p>Dua-duanya siy sama serunya, membaca data dan mengubahnya menjadi informasi untuk diambil tindakan berdasarkan analisa.</p>
<p>Jadi gimana ya? mau mudah tapi ga suka atau sulit tapi suka.</p>
<p>hhmm..daripada pusing mikirin ini, mending gue belajar buat UAS dulu dey&#8230;sibuk mikirin yang masih jauh, mending kerjain tugas yang di depan mata.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/antara-pemasaran-dan-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pakai blog gratisan atau ngurus sendiri?</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/pakai-blog-gratisan-atau-ngurus-sendiri/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/pakai-blog-gratisan-atau-ngurus-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 07:02:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/idea/pakai-blog-gratisan-atau-ngurus-sendiri/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Baiknya yang mana ya? sebenarnya siy bukan nyari mana yang baik atau engga, cuma soal kenyamanan aja. </p>
<p>Menurut gue kalo pakai blog sendiri (dengan hosting tentunya), kita diberi kebebasan dalam mengurus blog kita. Bisa dengan mudah menentukan themes/plugin yang mau dipakai dan punya legacy atas klaim kita di dunia maya.<br />
Berbeda dengan blog gratisan, kita dipaksa untuk mengikuti pilihan yang terbatas dari penyedia layanan..bisa siy diakalin dengan widget atau themes modifikasi tapi dengan&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/pakai-blog-gratisan-atau-ngurus-sendiri/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baiknya yang mana ya? sebenarnya siy bukan nyari mana yang baik atau engga, cuma soal kenyamanan aja. </p>
<p>Menurut gue kalo pakai blog sendiri (dengan hosting tentunya), kita diberi kebebasan dalam mengurus blog kita. Bisa dengan mudah menentukan themes/plugin yang mau dipakai dan punya legacy atas klaim kita di dunia maya.<br />
Berbeda dengan blog gratisan, kita dipaksa untuk mengikuti pilihan yang terbatas dari penyedia layanan..bisa siy diakalin dengan widget atau themes modifikasi tapi dengan embel-embel nama domain penyedia layanan, menurut gue kepanjangan dan ga personal. Yang bikin enak, selain gratis tentunya reliabilitas data yang disimpan di server layanan, berbeda dengan ngurus sendiri yang kalau ada masalah harus, well..ngurus sendiri.</p>
<p>Ada banyak pertimbangan memilih blog gratisan dan ngurus sendiri, tapi menurut gue yang paling berat adalah masalah legacy vs keberadaan posting setelah &#8220;gue ga bisa ngurus lagi&#8221;. Dua hal ini menjadi pertimbangan berat buat gue. Bagi sebagian orang mungkin masalah ini ga penting, geje atau masalah kecil.</p>
<p>Gue sempat mikir, misal gue ga dikasih kesempatan lagi buat ngeblog&#8230;siapa yang mau ngurus blog gue waktu gue ga ada, padahal gue pengen postingan-postingan gue menjadi sebuah legacy jejak langkah gue. Rather bit extreme, but that&#8217;s the only way I know to live eternally&#8230;a life worth remembering. Mungkin bisa dengan menulis buku, tapi gue bukan penulis komersil yang baik. Takutnya malah ngerugiin penerbit, struktur kalimat di blog ini ga jelas.</p>
<p>Solusinya pakai blog gratisan, data kita bisa diakses selama penyedia layanan tetap bertahan. Tapi&#8230;gue ga suka pakai embel-embel domain layanan gtu, gmana donk? </p>
<p>Atau pakai domain parking atau domain forwarder aja kali ya? mungkin ini jalan tengah yang bisa diambil. Alamat sesuai keinginan kita tapi penyimpanan data di urus oleh layanan penyedia blog. Artinya gue harus migrasi postingan blog ini&#8230;hmmm</p>
<p>ga penting banget yak? yeah well,..just another rambling thought aja, ^^</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/pakai-blog-gratisan-atau-ngurus-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>How to assembling Rubix from scratch for dummies</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/how-to-assembling-rubix-from-scratch-for-dummies/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/how-to-assembling-rubix-from-scratch-for-dummies/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 07:06:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1057</guid>
		<description><![CDATA[<p>Iseng mode on, disela-sela kerjaan kantor&#8230;</p>
<p><img src="http://img13.imageshack.us/img13/8573/pageset.jpg" alt="How to assembling Rubix from scratch for dummies" width="475px" /></p>
<p><a href="http://img13.imageshack.us/img13/8573/pageset.jpg">[bigger image]</a></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Iseng mode on, disela-sela kerjaan kantor&#8230;</p>
<p><img src="http://img13.imageshack.us/img13/8573/pageset.jpg" alt="How to assembling Rubix from scratch for dummies" width="475px" /></p>
<p><a href="http://img13.imageshack.us/img13/8573/pageset.jpg">[bigger image]</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/how-to-assembling-rubix-from-scratch-for-dummies/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Solo Backpacking ke Bangkok-Phuket-Krabi</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/solo-backpacking-ke-bangkok-phuket-krabi/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/solo-backpacking-ke-bangkok-phuket-krabi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 03:20:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1053</guid>
		<description><![CDATA[<div class="img " style="width:450px;">
	<a href="http://www.flickr.com/photos/herowannabe/4421704266/" title="Solo Backpacking to Thailand by Riky Kurniawan, on Flickr"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2776/4421704266_2cba21b519.jpg" alt="" width="450" height="365" /></a>
	<div>Solo Backpacking to Thailand</div>
</div>
<p><b>Persiapan sebelum perjalanan.</b><br />
10-16 Februari lalu akhirnya melakukan perjalanan pertama ke luar negeri, sebuah pengalaman 6 hari yang penuh dengan wow-moment. Tiket ini dibeli pada masa promo Rp.0 dari AirAsia 9 bulan lalu (Mei 2009). Biasanya AirAsia melakukan promo Rp.0 untuk beberapa destinasi populer 2 kali setahun, silahkan daftar ke layanan Red Alert untuk mendapatkan&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/solo-backpacking-ke-bangkok-phuket-krabi/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="img " style="width:450px;">
	<a href="http://www.flickr.com/photos/herowannabe/4421704266/" title="Solo Backpacking to Thailand by Riky Kurniawan, on Flickr"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2776/4421704266_2cba21b519.jpg" alt="" width="450" height="365" /></a>
	<div>Solo Backpacking to Thailand</div>
</div>
<p><b>Persiapan sebelum perjalanan.</b><br />
10-16 Februari lalu akhirnya melakukan perjalanan pertama ke luar negeri, sebuah pengalaman 6 hari yang penuh dengan wow-moment. Tiket ini dibeli pada masa promo Rp.0 dari AirAsia 9 bulan lalu (Mei 2009). Biasanya AirAsia melakukan promo Rp.0 untuk beberapa destinasi populer 2 kali setahun, silahkan daftar ke layanan Red Alert untuk mendapatkan informasi promo ini. </p>
<p>Dari rencana awal, ada beberapa jalur harus dibatalkan karena waktu terlalu singkat, tiket yang seharusnya Jakarta -Bangkok-Malaysia-Jakarta terpaksa harus diubah menjadi Jakarta-Bangkok-Phuket-Jakarta. <u>Salah satu resiko yang harus diambil dari sebuah rencana</u>. Sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan Malaysia, tidak ada yang menjadi daya tarik di negara tersebut selain 2 menara-tinggi-gue-lupa-namanya, ditambah adanya konflik pribadi dengan negara tetangga tersebut.</p>
<p>Waktu selama 9 bulan itu dimanfaatkan untuk 2 hal: mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk menyusun itinerary (catatan perjalanan) dan menabung. Dari draft itinerary yang disusun, maka minimal harus menabung sebanyak 300ribu selama 8-9 bulan, <u>untuk detail biaya akan dijabarkan lebih lanjut</u>.<br />
<span id="more-1053"></span><br />
Informasi terkumpul didapat dari berbagai sumber seperti website (http://www.wisatathailand.com), milis indobackpacker, mengobrol dengan teman yang sudah pernah, dan beberapa blog. Informasi seperti penginapan, tempat menarik, transportasi dan makanan dikompilasi dan dicetak untuk dibawa selama perjalanan. </p>
<p>Selain itu juga kopi darat dengan beberapa rekan indobackpacker yang akan melakukan perjalanan serupa dengan waktu berbeda.</p>
<div class="img " style="width:400px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4002/4379363052_dc9508f8e1_o.jpg" alt="" width="400" height="315" />
	<div>Informasi yang berhasil dikumpulkan</div>
</div>
<p>Hingga pada waktunya, rencana yang sudah disusun harus dieksekusi,.. </p>
<p><b>Hari 1 (Soekarno Hatta &#8211; Suvarnabhumi &#8211; Khaosan Road)</b><br />
Setelah melakukan check-in dan membayar <b>Airport Tax International sebesar IDR150.000</b> saya menuju ke pusat layanan pajak untuk memverifikasi NPWP dan mendapatkan fasilitas bebas fiskal, lalu menuju ke gerbang pemeriksaan passport. Pesawat terbang pada pukul 4.20PM dan tiba di bandara Suvarnabhumi Bangkok pada pukul 7.20PM.</p>
<p>Perjalanan 3 jam tidak terasa karena mengobrol dengan mahasiswi Indonesia yang melanjutkan studi ke Bangkok. Dari obrolan seputar budaya, sejarah, thesis, pariwisata, dan topic lainnya saya mendapatkan gambaran kehidupan masyarakat Thailand. Hal menarik dari negara yang tidak pernah dijajah ini adalah kemampuan diplomasi mereka yang hebat. Layaknya orang udik plus norak, di bandara Suvarnabhumi saya tak berhenti berdecak kagum akan konsep bandara dibangun megah dan futuristic, mungkin saya belum bisa membandingkan dengan bandara Narita di Jepang atau JFK di USA atau di Australia karena belum pernah kesana, tapi ini adalah bandara megah jika dibandingkan dengan beberapa bandara di Indonesia terkesan dibangun tanpa konsep jangka panjang. </p>
<p>Setelah melewati proses pemeriksaan Passport dan pengambilan bagasi, membeli <b>kartu perdana lokal (to watch ppl in safe distance) seharga 200 Baht (150Baht pulsa + 50Baht kartu perdana)</b></p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2746/4379318178_426287e23b.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Bandara Suvarnabhumi</div>
</div>
<p>Tujuan pertama di Bangkok adalah menuju <b>Khaosan Road</b>, area para backpacker ramai berkumpul. Bapak kenalan menawarkan kesana dengan menggunakan taxi, tapi saya menolak dan memilih untuk menggunakan bus umum. Kami menuju <b>halte lantai satu Gate 8 untuk mengambil bis Airport AE2 (Suvarnabhumi  Khaosan Road lewat tol), tiketnya seharga 150Baht</b>. </p>
<p>Bus tersebut sudah penuh dengan backpacker dari entah negara mana. Sepanjang perjalanan, lagi-lagi saya harus menjaga diri agar tidak terlihat terlalu excited akan bayangan petualangan yang nanti akan didapatkan. Khaosan Road ini merupakan tempat khusus backpacker berkumpul, di kanan kiri banyak sekali penginapan ala budget sampai ala turist, tempat nongkrong buat ngebir, thai message, foot message, fish therapy, makanan hawker food (cemilan) ala Thailand dan jualan aksesoris. </p>
<p>Kami berjalan pelan menyusuri jalan hingga menemukan hotel yang sudah dibooking via internet di <b>khaosanroad.com</b>. Untuk urusan hotel, mudah sekali menemukan hotel dari kelas melati hingga kelas bisnis, tergantung dengan alokasi penginapan yang ada. Saya menginap di Marcopolo hotel dengan harga semalam <b>300Baht</b>, kamarnya bersih, kamar mandi dalam, tanpa TV, tanpa breakfast, dan dengan pendingin ruangan. Cukup buat saya yang hanya ingin menghabiskan malam untuk beristirahat. Setelah membayar sejumlah <b>700Baht (300 biaya semalam + 400 jaminan kunci, nanti akan dikembalikan setelah check-out)</b>, saya menemani bapak tadi mencari penginapan yang sesuai dengan budget beliau dan menemukan hotel dengan biaya 800Baht semalam. Saya menghabiskan waktu hingga malam menikmati suasana di Khaosan Road sambil ngemil <b>Pad Thai (30Baht), mangga + ketan (20Baht), air mineral 500ml (7Baht) dan air mineral 100ml (14Baht) untuk persiapan perjalanan esok hari</b>. </p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4024/4379363060_410cc009e0.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Suasana Khaosan Rd pagi hari</div>
</div>
<p><b>Hari 2 (Chao Phraya river &#8211; Grand Palace &#8211; Wat Arun &#8211; Wat Pho &#8211; Wat Benchama Bophit &#8211; Wat Inthara &#8211; Wat Ratcha Nadaram &#8211; Jewellery Centre &#8211; Chinatown &#8211; Thai Message)</b></p>
<p>!!! Jangan lupa mengambil peta Bangkok (Khaosan Road map), gratis tersedia di lobby hotel. Di peta lengkap tertera halte kapal, stasiun sky train, area wisata dan informasi penting lainnya. Tunjukkan tempat di peta ini jika ingin ke tempat tersebut !!! </p>
<p>!!! Jangan langsung tergiur dengan barang-barang yang ada di sini, mahal (kecuali ingin praktis dan punya biaya lebih). Mendingan ke pasar malam Suan Luam Market, Siam Area, Pratunam Area atau Chatuchak Market. Saya tidak shopping-traveler-type, silahkan googling mengenai area ini !!!</p>
<p>Setelah sarapan <b>noodle soup vegetarian (30Baht) dan Risol (10Baht)</b>, menuju Phra Arthit Pier. Soal makanan, setiap tempat menyediakan babi sebagai menu dan buat yang terlalu ketat terhadap kualitas peralatan memasak (wajan/sendok) bisa membeli roti/mie gelas di toko 7-eleven dan jika tidak terlalu ketat bisa mengatakan kepada mereka &#8220;kode no-pork&#8221; dan mereka akan tahu jika Anda seorang muslim.</p>
<p>Kota Bangkok dibelah oleh sungai besar Chao Phraya River dan tranportasi air di sungai ini sangat diberdayakan. Ada beberapa pier (dermaga kecil) sebagai halte kapal. Beberapa jenis kapal yang ada: Kapal umum (kapal taxi), kapal panjang (long tail boat) untuk private tour, kapal turis (Chao Phraya river tourist) dan kapal pengangkut barang. Phra Arthit Pier adalah halte kapal terdekat dari Khaosan Road (10-15 menit jalan kaki). Harga <b>kapal taxi ke setiap dermaga adalah 13Baht, turun di Tha Tien Pier (7-8 pier dari Phra Arthit)</b> karena pier ini terdekat menuju Grand Palace. Keluar dari pier saya membeli jus buah naga (Dragon Fruit Dragon) seharga <b>25Baht</b> dan sambil berjalan santai menuju pintu masuk Grand Palace. </p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2770/4379363064_2d6595576d.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Di tepi sungai Chao Phraya</div>
</div>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2729/4379363066_c784a63c56.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Suasana dermaga sungai Chao Phraya</div>
</div>
<p>Tiba di depan pintu masuk, didekati oleh (mungkin) penjaga gerbang dan mengatakan bahwa Grand Palace tutup hingga pukul 1PM (jam istirahat). <b>Dia menawarkan untuk tur keliling beberapa tempat dengan tuktuk dengan harga murah, 40Baht</b>. Tawaran ini langsung diambil karena untuk tempat banyak dan waktu lama tersebut, setidaknya harus membayar 2x lipat dari itu. </p>
<p>Tuktuk adalah transportasi rakyat semacam becak motor.</p>
<p>Saya diantar ke tempat-tempat berikut: Wat Benchama Bophit, Wat Inthara, Wat Ratcha Nadaram, Big Standing Buddha, toko pakaian, toko aksesoris, dan Jewellery Centre. Setiap wat saya sempatkan 20-25 menit untuk berkeliling dan mengambil beberapa foto. Yang menarik perhatian ada di Jewellery center, banyak sekali perhiasan indah bertahtakan Sapphire dan Ruby dengan emas putih, berkilau sangat indah. </p>
<p>Ada hal berkesan selama tur tuktuk ini, saya disuruh singgah di sebuah toko pakaian yang saya sendiri tidak ada ketertarikan di toko tersebut. Setelah diyakinkan oleh pengemudi tuktuk untuk masuk dan tidak perlu membeli, disempatkan sebentar untuk singgah. Ketika membuka pintu kaca, sudah ada orang India mendekati saya dan melayani dengan sangat amat ramah sekali (<i>word abuse</i>). Setelah 3 menit berkeliling melihat koleksi kain, saya ditanyai apakah ingin membeli kain yang mana. Saya menjawab hanya melihat-lihat saja karna tuktuk mengantarkan ke sini. Seketika itu muka India yang sedari tadi memasang senyum sumringah berubah masam dan menyuruh saya untuk keluar sambil berkata bahwa ini bukan museum atau kebun binatang yang turis bisa masuk dan melihat seenaknya. Saya hanya senyum simpul sambil keluar pintu. Dasar sopir tuktuk gendeng, umpat saya di belakang (toh dia ga ngerti kan?!).</p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4006/4379363070_72a6cc8ffe.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Tur dari Wat ke Wat</div>
</div>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4040/4378635591_671e1ac3f7.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Tur TukTuk Wat ke Wat</div>
</div>
<p><b>Tur private tuktuk selama 2,5 jam berakhir</b> dan diantarkan ke gerbang Grand Palace. Grand Palace ibaratnya adalah main course kunjungan ke Bangkok, menu utama yang harus dicicipi jika kita sudah sampai ke kota Bangkok. Dalam kompleks ini kita bisa melihat kemegahan arsitektur khas dan bukti perkembangan budaya Thailand tempo dulu. Harga tiket masuknya <b>350Baht</b>, termasuk tiket Grand Palace + tiket Vimanmek mansion museum (di luar kompleks) + Royal Decorations and coins Museum (di luar kompleks). Mungkin ini salah satu strategi pemerintah Thailand agar turis tidak hanya berkunjung ke satu tempat saja dan memberdayakan tempat lain. </p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4050/4378635607_6acb94d689.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Museum di Kompleks Grand Palace</div>
</div>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4006/4378635617_ab7ddf755f.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Grand Palace</div>
</div>
<p>Syarat standar masuk wat adalah kita harus melepaskan sandal dan berpakaian sopan.</p>
<p>Keluar dari kompleks Grand Palace yang sangat luas, melepaskan dahaga dengan sebuah <b>kelapa Thai seharga 20Baht</b>. Di sebelah kompleks Grand Palace, menuju ke <b>Wat Pho (Buddha tidur menuju nirwana)</b>, jaraknya cukup jauh jika capek bisa menggunakan tuktuk. Saya memilih jalan kaki santai. Biaya masuk ke <b>Wat Pho seharga 50Baht</b>. Patung Buddha tidur ini cukup panjang dan kolosal. Dulunya tempat ini adalah pusat pendidikan umum pertama di Thailand dan pusat perkembangan pijat ala Thai (Thai Message), saya sendiri mencari-cari tempat pijat ala Thai di area Wat Pho tapi tidak semudah menemukan di area Khaosan Road. </p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4002/4378635625_8be3744df3.jpg" alt="" width="500" height="333" />
	<div>Wat Pho - Buddha Tidur Menuju Nirwana</div>
</div>
<p>Perjalanan dilanjutkan ke Wat Arun (Temple of Dawn), sangat indah di sore hari ketika memantulkan sinar matahari. Untuk menuju Wat Arun, harus kembali ke Tha Thien Pier dan menyeberang ke <b>Wat Arun Pier dengan harga tiket 7Baht</b>. <b>Tiket masuk Wat Arun seharga 50Baht dan kembali menyeberang ke Tha Thien Pier dengan harga tiket 7Baht</b>. Dari Tha Thien Pier berjalan santai dengan tujuan ingin ke China Town, tapi sepertinya tidak ketemu dan baru baca dari arsip informasi untuk menuju China Town bisa menuju Rachawangse Pier (3 pier setelah Tha Tien Pier). </p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2678/4378635639_b47225b042.jpg" alt="" width="500" height="333" />
	<div>Wat Arun (Temple Of Dawn)</div>
</div>
<p>Setelah lama berjalan akhirnya sadar bahwa sudah tersesat, bertanya ke anak sekolah yang baru keluar arah kembali ke Khaosan Road dengan menggunakan bus umum dan mereka menyuruh untuk <b>naik Bus #5 dan turun di depan jalan Khaosan Road, ongkosnya 10Baht</b>. </p>
<p>Setelah Sholat, untuk mengembalikan stamina dan memanjakan badan setelah jalan seharian, <b>saya menyempatkan mencoba Thai Message, seni urut totok ala Thailand yang bisa membantu mengedarkan peredaran daran lancar kembali (100Baht/0.5jam) lalu mencari makan malam kari ayam + cap cay (30Baht), jus orange pengganti energy tadi siang (30Baht), dan sensasi pengalaman tak terbayarkan&#8230;makan durian Thailand sambil menyusuri remang kota Thailand (50Baht)</b>, priceless!</p>
<p><b>Hari 3 (Siam Suare  MBK  Siam Paragon  Four Faces Buddha  Sky Train, menuju Phuket)</b></p>
<p>Sebelum memulai perjalanan hari ini, singgah sebentar di agen travel untuk membeli tiket menuju Phuket dengan menggunakan bus. Saya membeli tiket malam menuju Phuket seharga <b>600Baht</b>.</p>
<p>Sebelumnya juga sudah check-out dari penginapan dan pihak penginapan mengembalikan uang jaminan kunci sebesar <b>400Baht</b>, <b>total penginapan selama 2 malam adalah 600Baht</b>. </p>
<p>Dalam perjalanan ini saya membawa 2 tas, Tas Carrier 70Liter dan daypack untuk dibawa sehari-hari.Karena sudah check-out, tas carrier dititipkan di agen perjalanan bersama dengan tas backpacker lain yang sudah menumpuk di sana. </p>
<p>Setelah selesai mengurus perjalanan menuju Phuket, langsung mencari sarapan, lagi-lagi mencicipi <b>Noodle Soup (40Baht), 3 buah risol (25Baht), buah Nenas (15Baht) dan 3 botol air mineral untuk cadangan minum selama perjalanan (21Baht)</b>. Setelah makan dan memastikan logistik aman, menuju Phra Arthit Pier (dermaga kapal terdekat dengan Khaosan Road)dan membeli tiket sekali jalan <b>13Baht</b>. </p>
<p>Saya menyempatkan duduk sebentar di tepi sungai Chao Phraya menikmati hiruk pikuk kapal di sungai terbesar Thailand tersebut, sembari membayangkan konsep seperti ini bisa diterapkan di negeri tercinta. Karakter kota Bangkok sangat mirip dengan karakter kota Palembang. 2 Kota yang memiliki nilai historikal tinggi, arsitektur bangunan kultural dan kota yang dibelah sungai besar. DI tepi kota dengan rapi diletakkan tempat duduk dan dibuatkan jalur khusus untuk pejalan kaki di sepanjang sungai. Sangat nyaman sekali jika duduk santai, jogging, membawa anjing atau jalan bersama orang tersayang. Setengah jam berpikir acak mengenai banyak hal (baca: melamun) di tepi sungai dan kemudian mengejar kapal yang baru merapat di dermaga. </p>
<p><b>Tujuan berikutnya adalah Saphan Thaksin Station, mencoba skytrain. Untuk mencapai Saphan Thaksin, harus turun di dermaga Sathon Pier (Dermaga Central)</b>. Ini juga yang saya suka dari Thailand, transportasi umum (darat, air atau kereta) terintegrasi dengan baik. Kita tidak akan merasa kesulitan untuk menuju ke suatu tempat karena transaportasi umum disediakan komplit. Tak habis pikir kenapa negara kita sulit sekali mengimplementasikan sistem Mass-Rapid-Transportation (MRT) untuk warga negaranya.</p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2712/4378635641_36a398cc1d.jpg" alt="" width="500" height="333" />
	<div>Menghabiskan waktu di tepi sungai Chao Phraya</div>
</div>
<p>Menuju Skytrain kita harus naik beberapa anak tangga. Melihat jalur yang ada di layanan informasi, harus membayar sebesar <b>30Baht untuk mencapai daerah Siam Square</b>.</p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2705/4379409562_c937713029.jpg" alt="" width="500" height="350" />
	<div>Naik Skytrain, tiket</div>
</div>
<p>Ada beberapa kompleks belanja di Thailand. Siam Square adalah salah satu area belanja dengan konsep modern seperti ruko, mall atau plaza. Ada lagi area Pratunam tempat membeli souvenir atau oleh-oleh unik, jika kita kebetulan berada di Thailand pada hari Sabtu/Minggu silahkan singgah di pasar terbesar Chatuchak Market, konon di pasar ini barang apa saja yang ada di dunia bisa ditemukan di sini. Saya membeli beberapa souvenir cantik, untung saja duit terbatas sehingga tidak kalap. </p>
<p>Tempat pertama setelah turun dari stasiun skytrain adalah MBK, menurut informasi ini adalah mall favorit orang Indonesia. Setelah window-shopping (walopun masih banyak toko yang masih berberes), keluar MBK menuju Siam Square,kompleks belanja lainnya di Thailand. Lalu naik tangga berjalan mengikuti skywalk jembatan pejalan kaki yang berada di atas menghubungkan satu mall dengan yang lainnya-menuju Siam Paragon (mall baru yang modern, di dalamnya ada di jual mobil mewah Ferrari/Lamborghini/Lotus Elise) dan Central World. Untuk para kaum hawa, berada di area Siam ini bagaikan berjalan di surga. Baik untuk belanja ataupun sekedar window shopping. </p>
<p>Tak usahlah saya bercerita banyak tentang isi mall ini, seperti mall kebanyakan isinya adalah beragam jenis barang :p</p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4008/4379409566_d7d118956b.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Suasana Skytrain dan daerah Siam Square</div>
</div>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4029/4379409570_a9daf431a5.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Suasana Skytrain dan daerah Siam Square</div>
</div>
<p>Tak disangka hari sudah menjelang sore, saya kembali ke <b>Siam Skytrain Station menuju Saphan Thaksin Station (30Baht) dan dari Sathon Pier menuju Phra Arthit Pier (13Baht)</b>.</p>
<p>Sambil menunggu dijemput oleh kru bus di kantor agen perjalanan, disempatkan <b>makan chicken curry + sayur (35Baht) dan membeli buah jambu sebagai logistik di perjalanan (15Baht)</b>. Kami berangkat dari Bangkok ke Phuket pukul 7PM menggunakan Bus AC 2 tingkat.</p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4011/4379409576_47ee1e06df.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Menunggu bus berangkat ke Phuket</div>
</div>
<p><b>Hari 4 (perjalanan menuju Phuket, Patong Beach, Valentines Beach Party, Night Life)</b></p>
<p>Selama lebih 14 jam kami di perjalanan, tak sekalipun merasakan lobang di jalan. Jalannya mulus, perjalanan nyaman. Di perjalanan kami berhanti di restaurant dan makan Noodle Soup <b>(40Baht)</b>. Sesampai di Phuket, beberapa kali kami harus mengganti moda transportasi dan di tempat itu memesan <b>transportasi Phuket-Patong (200Baht)</b>, <b>penginapan di sekitar pantai Patong / Bangla road seharga 300Baht/malam (900Baht untuk 3malam)</b>, untuk mendapatkan harga ini harus bernegosiasi dulu dan mencari beberapa alternatif penginapan. </p>
<p>Saya juga memesan paket tur Phi-phi, <b>harga yang tertera di brosur sebesar 2200Baht</b>, tapi saya <b>ditawari dengan harga 1200Baht</b>. Tambahan informasi, semua yang ada di Thailand bisa ditawar bahkan harga tiket.</p>
<p>Saya diantar ke penginapan Sarang Bang guest room, milik keluarga Jepang. Satu kamar diisi 3 tempat tidur bertingkat 2, dengan AC, 1 kamar mandi, akses internet, lebih bersih dan nyaman daripada penginapan di Bangkok. Kebetulan pada waktu itu hanya diisi oleh 2 orang saja.</p>
<p>Setelah meletakkan carrier, mandi dan cek email, perjalanan dilanjutkan ke pantai Patong. Pantai yang indah, ramai tapi teratur di Phuket. Dari siang ke sore menghabiskan waktu melihat aktifitas di pantai Patong seperti berjemur, naik motor boat, terbang parachute boat, jogging sore dan jepret sana sini. Tak lupa meluangkan waktu mengisi perut yang kelaparan dengan semangkok <b>Thai Seafood w/ coconut milk seharga 150Baht, kelapa muda 30Baht, 2 botol air mineral 150ml 28Baht</b>. Kembali ke penginapan dan selepas Isya menuju Bangla Road, dimana keramaian terjadi. Mulai dari ujung ke ujung, hiruk pikuk malam terjadi di sana. Dari turis yang hang-out sembari minum bir, ladies boy yang bergoyang seksi atau yang sekedar jalan-jalan saja. Sesekali saya berhenti di toko souvenir untuk membeli beberapa <b>postcard seharga 5-15Baht/kartu</b>. Tujuan menuju Patong beach Party, kebetulan ini adalah malam sebelum Valentine. Sampai tengah malam menghabiskan waktu di sini, wild party!</p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4035/4379409580_3abbb20f58.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Sekitaran Patong beach dan Patong Beach Party</div>
</div>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4030/4379409582_72175769da.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Pasangan yang melepas lampion cinta</div>
</div>
<div class="img " style="width:384px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4063/4378669905_7e1856d12b_b.jpg" alt="" width="384" height="1024" />
	<div>Boat Parachute di Patong beach</div>
</div>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2774/4378669909_52d94eda6d.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Senja di Patong beach</div>
</div>
<p>Waktu beristirahat, karena besok..adalah puncak dari perjalanan ini, going to the place I should visit before I die, Maya Bay! </p>
<p><b>Hari 5 (Phi phi tour: Khai island, Maya Bay, Phi Phi Lay island, Phi Phi Don island)</b></p>
<p>Saya dijemput oleh kru kapal pukul 7AM dan diantar ke dermaga Phuket bersama dengan peserta tur lain. Disana kita berangkat dengan kapal pesiar modern 3 tingkat. Paket tur ini sudah termasuk makan siang, alat snorkeling jika ingin snorkeling, dan jemput antar hotel-dermaga. </p>
<p>Cukuplah menyertakan gambar saja untuk menjelaskan tur ini </p>
<p>Beberapa hal terbaik: memberi makan ikan dan berenang dikelilingi ikan di Khai island, menginjakkan kaki di salah satu pantai indah di dunia dan berlari-lari napak tilas film The Beach (filmnya siy ga gtu bagus, cma pantainya itu hlo&#8230;), sholat di mesjid Phi Phi Don, dan jepret-jepret (teteup). Kebetulan di Phi Phi Don batrai kamera DSLR sudah habis, berkat bantuan kamera HP N5300 dokumentasi tidak berhenti. Selama satu jam menyusuri tepi kota Phi Phi Don.</p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2741/4378669911_53b1f515b3.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Tur Phi Phi island</div>
</div>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4014/4378669915_ac1e28d76b.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Tur Phi Phi island</div>
</div>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4006/4378669919_b2e18717e7.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Kapal di Maya Bay</div>
</div>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4060/4378669921_54bf5f66cf.jpg" alt="" width="500" height="333" />
	<div>I set on foot on Maya Bay</div>
</div>
<p>Sekembali ke Phuket, di kapal saya tak henti mengucap syukur ^^</p>
<p><b>Hari 6 (Sewa motor, Karon Beach, Kata Beach, Kata View Point, Phuket Town, Big Buddha, Prompthep cape)</b><br />
Ini kesempatan terakhir saya berkeliling di Phuket. Saya mempunyai waktu sehari penuh untuk eksplorasi provinsi Phuket. Di sebelah tempat meginap, saya menyewa motor seharga 250Baht dan bensin seharga (130Baht). Cukup untuk digunakan seharian lebih.</p>
<div class="img " style="width:333px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4033/4379088583_00b424e52d.jpg" alt="" width="333" height="500" />
	<div>Motor sewaan yang setia menemani keliling Phuket</div>
</div>
<p>Hari yang cerah ini dimulai dengan sarapan <b>Mie Kari Ayam (30Baht)</b>. Dengan peta yang didapat dari penginapan, saya menuju Kata Beach dan Karon Beach. Di Pantai Kata, saya sempatkan untuk menikmati suasana beberapa waktu sembari jeprat jepret. </p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4017/4379088595_1d6bd662a4.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Kata Beach, eh..sepertinya Patong *amnesia</div>
</div>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4071/4379088603_fc76bb24e6.jpg" alt="" width="500" height="333" />
	<div>Kata Beach</div>
</div>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4039/4379088607_1ab86c088b.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Sudah pasti Karon dengan statue khas</div>
</div>
<p>Setelah puas, saya menuju Kata View Point. Ada beberapa View Point di Phuket, ada Kata View Point, Karon View Point dan lainnya. View Point adalah satu titik yang berada di daerah paling tinggi dimana kitsa bisa melihat suatu daerah dengan bird-view..sungguh indah (sepertinya indah adalah kata yang ambigu di Phuket, dimana semua tempat adalah indah).</p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4009/4379088609_b853efb276.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Kata View Point</div>
</div>
<p>Saya hanya mengikuti jalan menuju Big Buddha, sempat behenti di beberapa titik yang menurut saya menarik untuk ditangkap dalam frame kamera.</p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4053/4379088613_66395286d2.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Menuju Big Buddha</div>
</div>
<p>Sepertinya mudah sekali membuat objek menarik di Thailand, buat saja candi yang megah dan para turis pun berbondong-bondong menyumbangkan devisa. Padahal objeknyanya secara sejarah tidak memili cerita apapun. Sunguh pikiran yang cerdas untuk bangsa yang tidak terlalu bisa mengandalkan kekayaan sumber daya alam mineral.</p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2751/4379844202_6c2446ced9.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Jalanan menuju Big Buddha</div>
</div>
<p>Saya sempatkan minum <b>kelapa muda di Big Buddha (20Baht)</b>. Siangnya, saya kembali lagi ke penginapan karena belum memesan transportasi ke Bandara yang pesawatnya berangkat pagi hari. <b>Untuk transportasi Patong &#8211; Bandara saya harus merogoh kocek 600Baht</b>. </p>
<p>Setelah sholat, saya makan lagi. Menu kali ini adalah <b>nasi gorang ayam (60Baht)</b>, kehilangan pilihan karena jenis masakan yang terlalu banyak dan enak ^^</p>
<p>Hari menjelang sore dan saya menuju tempat terbaik melihat sunset di Phuket, Prompthep Cape. </p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4021/4379844206_9cfedf9845.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Prompthep Cape</div>
</div>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4069/4379844210_46078bc37a.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Menjelang Sunset @ Prompthep Cape</div>
</div>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4005/4379844212_f73a15fa48.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Sunset @ Prompthep Cape</div>
</div>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm5.static.flickr.com/4070/4379844214_f95d39a5b4.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Sunset @ Prompthep Cape</div>
</div>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2705/4379844222_851ae3df56.jpg" alt="" width="500" height="500" />
	<div>Couple hunting sunset @ Prompthep Cape</div>
</div>
<p><b>Hari 7 (Jakarta!)</b><br />
..dan saya harus kembali ke Jakarta, dari kejauhan telah tercium sesuatu. Aha,..ternyata realita telah menanti di sana :)</p>
<p>Kesimpulan:</p>
<ul>
<li>Biaya makan besar relatif sama kisaran harga: 30Baht  150Baht, kecuali makan dihotel 200Baht-400Baht.</li>
<li>Banyak pilihan untuk biaya penginapan, jika ingin nyaman tersedia harga > 700Baht, untuk budget traveller tersedia harga 300Baht-500Baht</li>
<li>Gunakan transportasi umum seperti kapal, bus atau skytrain. Tuktuk atau taxi untuk sendiri tergolong mahal, gunakan saja jika tersesat atau kaki tak sanggup lagi berjalan. Jika berdua atau bertiga, tidak menjadi masalah karena bisa sharing cost.</li>
<li>Rata-rata orang Thailand kurang fasih bebahasa Inggris, gunakan gerakan tangan atau tunjuk peta ke tempat tujuan kita</li>
<li>Jangan takut untuk nyasar, karena dengan nyasar kita akan mendapatkan hal-hal di luar ekspektasi. Jika nyasar sudah terlalu jauh dan waktu yang sempit, gunakan tuktuk atau taxi.</li>
<li>Kemungkinan hari lain bisa mendapatkan harga lebih murah. Saya pergi di peak season (Valentine day dan Chinesse New Year)</li>
<li>Orang Thailand tidak terlalu komersil, mereka mencari duit dengan cara-cara elegan. Parkir, masuk ke pantai dan ke beberapa objek wisata lain tidak dipungut biaya. Mereka biasanya berdagang atau menjual jasa.</li>
</ul>
<p>Beberapa teman bertanya, &#8220;apa yang lo dapat selama solo travelling?&#8221; sensasi solo travelling dan duo atau lebih travelling tidak bisa dibandingkan. Saya pernah beberapa kali travelling ramai-ramai dan seringkali juga travelling sendiri (ini bukan solo travelling pertama), yang saya dapatkan ketika solo travelling adalah:</p>
<ul>
<li>Saya dipaksa untuk berinteraksi dengan sekitar, ketika bosan kita bisa memulai obrolan dengan orang disamping. Harus bisa membaca karakter lawan bicara, gunakan bahasa yang sama-sama bisa dimengerti.</li>
<li>Saya mendapatkan kesempatan yang luas untuk memperhatikan sekitar. Jika bersama orang lain, ada tuntutan untuk menjaga satu sama lain sedangkan jika sendiri hanya menjaga diri sendiri.</li>
<li>Tidak takut ada keluhan. Kalau capek tinggal berhenti, jika tersesat santai saja tinggal bertanya, dan jika mau mengubah tujuan tinggal tulis ulang itinerary.</li>
<li>Tidak menilai-nilai sesuatu. Sensasi perjalanan adalah menikmati tiap langkah dan tidak menilai baik atau buruknya sesuatu. Saya bisa menginap di kamar ala kadarnya hanya untuk tidur, naik bus umum menikmati transportasi ala masyarakat umum atau makan dimanapun asal bersih dan sesuai selera.</li>
<li>..masih banyak hal baik lain dan tentunya ada beberapa hal yang tidak menyenangkan, misal ga ada yang motoin gue</li>
</ul>
<p>Dalam perjalanan ini saya membawa 12.000Baht, masih bersisa sekitar 1500Baht. Untuk oleh-oleh saya menghabiskan 1500-2000Baht. Berarti total kerusakan dari perjalanan ini sebesar 8500-9000Baht. Saya menukarkan kurs Rupiah->Baht di lantai 2 ITC Kuningan, di dekat Kantor Cabang Pembantu BCA. Rate yang saya dapatkan adalah 1Baht = 278IDR. Saya pernah mencoba bertanya di Airport, rate yang mereka tawarkan 320IDR untuk 1Baht.</p>
<p>Semoga informasi yang saya jabarkan di atas, bisa bermanfaat buat pembaca blog yang ingin melakukan perjalanan serupa. Dari harga yang disebutkan, besar kemungkinan bisa dibuat lebih rendah lagi karena kemampuan tawar menawar saya yang kurang mumpuni dan waktu peak season perjalanan ini (Valentine dan Chinese New Year). Mohon jangan salah artikan angka-angka yang ada di sini, hanya memberikan sedikit gambaran.</p>
<p>Untuk melihat album perjalanan, silahkan kunjungi album saya di facebook: </p>
<p><a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=147179&#038;id=632694422">Bangkok &#8211; Wats Tour</a><br />
Masuk ke beberapa Wat, merasakan keragaman budaya, melihat lebih dekat kehidupan sehari-hari, mempelajari cara mereka bersosialisasi, membayangkan peradaban tempo dulu dan mengagumi keindahan arsitektur khas Thailand.</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=147170&#038;id=632694422">Bangkok &#8211; City Tour</a><br />
Bouncing in and out, taking picture this and that, trying their public transportations (River Transport, Sky Train, Public Bus, Tuk Tuk), get lost, talk to strangers, discuss about anything, trying new things, eat strange food, go to remarkable place, meet and greet with other world backpackers, just stop and think, and see the world in the different view.<br />
Never ending Wow-moment.</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=147184&#038;id=632694422">Phuket &#8211; Beach Tour</a><br />
There are so many beaches in Phuket. Tourist &#8216;burn&#8217; their skin in order to make it more exotic. First spend the day at Patong beach, then see the Phuket Beach Party celebrating Val&#8217;s day, It&#8217;s a damn wild party!</p>
<p>Then rent the bike going around Phuket such as Karon beach, Kata Beach, Kata View Point where we can see the whole city in a bird view, the Big Buddha, then spend the evening seeing the sunset at Prompthep Cape.</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=147444&#038;id=632694422">Krabi &#8211; Phi Phi Island Tour</a><br />
The best part of this journey, I went to the place where I should visit before I die. The famous shooting location of The Beach movie, starred by Leonardo Di Caprio. One of the best beach I&#8217;ve ever walked. White sands, blue sky and clear water so we can see the sea coral. The journey start on Khai land, the beach where we can feed the fish then continue to Maya Bay Beach.</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=147446&#038;id=632694422">Krabi &#8211; Phi Phi Don on Camera Phone</a><br />
Ketika kamera DSLR sudah kehabisan energi, tidak menghentikan kegiatan dokumentasi perjalanan di Phi Phi Don. Saatnya kamera HP Nokia 5300 dengan kemampuan terbatas menangkap momen yang ada.</p>
<p>Hal terbaik di Phi Phi Don adalah, mereka mempunyai mesjid yang bersih dan luas.</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=147450&#038;id=632694422">Phuket &#8211; Prompthep Cape Sunset</a><br />
The last day in Phuket, the beautiful sunset close my journey.</p>
<p>Tomorrow morning I have to catch a flight back to my lovely country, Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/solo-backpacking-ke-bangkok-phuket-krabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>2012 minus 2</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/2012-minus-2/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/2012-minus-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 02:37:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1024</guid>
		<description><![CDATA[<p>Tahun lalu <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/resolusi-2009/">apa-aja-yang-pengen-gue-capai</a> tidak dijadikan konsumsi publik. Evaluasinya adalah beberapa hal lupa dijalanin karena tidak dicatat, tapi target yang masuk daftar have-to-do alhamdulillah sukses dijalanin seperti melanjutkan kuliah dan aktif di organisasi sosial. Kalo gue simpulkan, tahun lalu adalah tahun kesabaran dan komitmen. Kalo di tahun² sebelumnya, gue bisa dengan seenaknya lakuin ini itu kesana kemari..kalo tahun ini ga bisa begitu karena beberapa kegiatan seperti kuliah dan Klub sosial sangat menyita waktu.</p>
<p>Jika dibandingkan&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/2012-minus-2/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun lalu <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/resolusi-2009/">apa-aja-yang-pengen-gue-capai</a> tidak dijadikan konsumsi publik. Evaluasinya adalah beberapa hal lupa dijalanin karena tidak dicatat, tapi target yang masuk daftar have-to-do alhamdulillah sukses dijalanin seperti melanjutkan kuliah dan aktif di organisasi sosial. Kalo gue simpulkan, tahun lalu adalah tahun kesabaran dan komitmen. Kalo di tahun² sebelumnya, gue bisa dengan seenaknya lakuin ini itu kesana kemari..kalo tahun ini ga bisa begitu karena beberapa kegiatan seperti kuliah dan Klub sosial sangat menyita waktu.</p>
<p>Jika dibandingkan antara tahun 2008 dan 2009, gue semakin meyakini sebuah hipotesa bahwa jika kita membagi mimpi kita pada dunia, dunia akan berkonspirasi dan bersinergi bersama untuk mewujudkannya. Jangan takut untuk tidak bisa mewujudkan mimpi yang ada, tapi takutlah untuk takut bermimpi.</p>
<p>Dengan menggabungkan metode <a href="http://www.goal-setting-guide.com/smart-goals.html">S.M.A.R.T</a> dan teknik <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mind_map">MindMap</a>, gue mencoba merangkai dan memvisualisasikan target tahun depan. Semuanya Insya Alloh bisa dicapai, this is a promise I make to fellow readers and to myself. Insya Alloh buat orang on-time (makhluk langka!) seperti gue, adalah 95% usaha kita dan 5% ketentuan Alloh. 5% itu kalau di surat kontrak masuk ke pasal <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Force_majeure">Force Majeure.</a></p>
<div class="img " style="width:500px;">
	<img src="http://farm3.static.flickr.com/2531/4223506539_0a1a8bc3a0.jpg" alt="" width="500" height="240" />
	<div>Resolusi 2010</div>
</div><br />
<a href="http://www.flickr.com/photos/herowannabe/4223506539/" title="Resolusi 2010">Resolusi 2010</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/2012-minus-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rubicaholic</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/rubicaholic/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/rubicaholic/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 03:43:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1015</guid>
		<description><![CDATA[<p>Selama 4 hari di sela² gawean kantor dan kuliah, gue belajar bagaimana cara menyusun rubik. Candu ini berawal dari berita di TV ada yang bisa menyusun rubik dalam waktu hanya 17 detik. Gue dan <a href="inandatiaka.wordpress.com/">Nda</a> berdecak kagum dengan dan penasaran gimana bisa nyusun kotak 3&#215;3 tersebut.</p>
<p>Akhirnya minggu lalu gue membeli rubik pertama. Jujur aja, gue rada nyesel baru kenal ama permainan ini. Kenapa? karena banyak banget nilai-nilai yang bisa di dapat dari permainan&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/rubicaholic/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama 4 hari di sela² gawean kantor dan kuliah, gue belajar bagaimana cara menyusun rubik. Candu ini berawal dari berita di TV ada yang bisa menyusun rubik dalam waktu hanya 17 detik. Gue dan <a href="inandatiaka.wordpress.com/">Nda</a> berdecak kagum dengan dan penasaran gimana bisa nyusun kotak 3&#215;3 tersebut.</p>
<p>Akhirnya minggu lalu gue membeli rubik pertama. Jujur aja, gue rada nyesel baru kenal ama permainan ini. Kenapa? karena banyak banget nilai-nilai yang bisa di dapat dari permainan sederhana ini. Gue yang sangat amat lemah dalam hal memorizing dan dimensi, membutuhkan permainan seperti ini. Waktu tes IQ SMU dulu, nilai test ruang dimensi gue adalah nilai yang paling ancur.</p>
<p>rubik pertama ini gue beli di Gramedia Semanggi Plasa, tepatnya di sudut Corbuzier Shop. Dari si penjual, ada beberapa tipe rubik berdasarkan kualitas, bentuk dan warna. Karena ini permainan baru, gue ga mau neko² dulu. Rubik 3&#215;3 is fine for a start. Rubik 3&#215;3 ini ada banyak ragam, mulai dari yang asli sampai yang DIY (Do it Yourself). Secara komposisi warna, sama aja. Yang membedakan adalah kualitas putaran (mudah diputar dan sulit diputar) dan apakah warnanya di cat atau pake stiker. </p>
<p>Rubik 3&#215;3 terdiri dari 6 warna. Selain itu, ada 2 standar komposisi warna yang diakui International. Yaitu komposisi ala USA dan komposisi ala Jepang. Yang membedakan hanya susunan warna hijau dan biru saja. Sebuah fakta yang tidak mempengaruhi hasil akhir. </p>
<p>1 hari pertama gue pengen tes tanpa bantuan apapun, dan hasilnya adalah sebuah susunan kubus yang tidak berpola. Tidak ingin membuang waktu lebih banyak, gue pun mulai mencari artikel dan tutorial mengenai rubik ini. Ternyata, selama ini gue hanya melompat-lompat dalam tempurung. Banyak banget metode dan algoritma yang harus dilakukan untuk bisa menyusun sebuah rubik. Ada metode layer by layer, metode corner dna metode lainnya. Untuk yang beginner kaya gue, metode layer by layer adalah awal yang bagus untuk belajar.</p>
<p>Selain belajar algoritma dari Jessica Fridrich tersebut, ga ada salahnya juga menonton video berseri berikut: <a href="http://www.youtube.com/watch?v=HsQIoPyfQzM">video menyusun rubik seri satu</a> dan <a href="http://www.youtube.com/watch?v=IW_BBp3FPMQ">video menyusun rubik seri dua</a>.</p>
<p>Jika sudah mempelajari algoritma yang ada, rubik tidak lagi menjadi sebuah benda yang menakutkan lagi. Dan sekarang, dalam waktu 5 menit rubik sudah tersusun kembali. Masih jauh dari rekor dunia < 20 detik dan <a href="http://virkill.wordpress.com/my-cubelog/">rekor Virkill</a> dkk di komunitas rubik. Mereka bisa menyelesaikan rubik dengan mata tertutup dan hanya satu tangan. </p>
<div class="img aligncenter size-full" style="width:412px;">
	<img src="http://riky.kurniawan.us/wp-content/uploads/rubik.jpg" alt="" width="412" height="273" />
	<div>rubik</div>
</div>
<p>Nilai-nilai yang gue dapat selama belajar Rubik:<br />
1. Ga usah gengsi belajar dari metode yang sudah ada, belajar tanpa metode hanya akan menghabiskan waktu. Fakta #16. Jika seseorang mencoba secara acak untuk menyelesaikan permainan ini, maka waktu yang diperlukan akan melebihi umurnya sendiri.<br />
2. Lupa makan, lupa nelpon pacar, lupa kerja karna penasaran nyusun rubik.<br />
3. Setelah berhasil, pola pikir ruang kita akan meningkat tajam.<br />
4. Klo udah bisa, starving for speed and another challenge buat selesaikan rubiknya.<br />
5. Ini ga cuma berlaku buat rubik aja, semuanya bisa dipelajarin jika sungguh-sungguh. Nothing is impossible if you desperately want it.</p>
<p><a href="http://virkill.wordpress.com/2008/08/21/fakta-menarik-tentang-rubiks-cube/">Fakta menarik mengenai Rubik.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/rubicaholic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bangsa Kasihan</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/bangsa-kasihan/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/bangsa-kasihan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 01:19:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book&Movie]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1013</guid>
		<description><![CDATA[<p>Kasihan bangsa yang mengenakan pakaian yang tidak ditenunnya,<br />
memakan roti dari gandum yang tidak mereka panen,<br />
dan meminum anggur yang mereka tidak memerasnya.</p>
<p>Kasihan bangsa yang menjadikan orang dungu sebagai pahlawan<br />
dan menganggap penindasan sebagai hadiah.</p>
<p>Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur,<br />
sementara menyerah padanya ketika bangun.</p>
<p>Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan,<br />
tidak sesumbar kecuali di atas reruntuhan,<br&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/bangsa-kasihan/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kasihan bangsa yang mengenakan pakaian yang tidak ditenunnya,<br />
memakan roti dari gandum yang tidak mereka panen,<br />
dan meminum anggur yang mereka tidak memerasnya.</p>
<p>Kasihan bangsa yang menjadikan orang dungu sebagai pahlawan<br />
dan menganggap penindasan sebagai hadiah.</p>
<p>Kasihan bangsa yang meremehkan nafsu dalam mimpi-mimpinya ketika tidur,<br />
sementara menyerah padanya ketika bangun.</p>
<p>Kasihan bangsa yang tidak pernah angkat suara kecuali jika sedang berjalan di atas kuburan,<br />
tidak sesumbar kecuali di atas reruntuhan,<br />
dan tidak memberontak kecuali ketika lehernya sudah berada di antara pedang dan landasan.</p>
<p>Kasihan bangsa yang negarawannya srigala,<br />
filosofnya gentong nasi,<br />
dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.</p>
<p>Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya dengan terompet kehormatan<br />
namun melepasnya dengan cacian, hanya untuk menyambut penguasa baru lain dengan terompet lagi.</p>
<p>Kasihan bangsa yang orang sucinya dungu menghitung tahun-tahun berlalu<br />
dan orang kuatnya masih dalam gendongan.</p>
<p>Kasihan bangsa yang terpecah-pecah, dan masing-masing pecahan menganggap dirinya sebagai bangsa.</p>
<p>dari : Kahlil Gibran, “Cinta Keindahan Kesunyian”, Yayasan Bentang Budaya, 1997.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/bangsa-kasihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antusias pembeli dalam launching Esia Gayaku</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/antusias-pembeli-dalam-launching-esia-gayaku/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/antusias-pembeli-dalam-launching-esia-gayaku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 04:09:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Community]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1003</guid>
		<description><![CDATA[<p>Esia kembali membuat gebrakan. Kali ini Esia mengeluarkan hape murah dengan fitur canggih untuk meramaikan pasar gadget nasional. Hape yang memiliki segudang fitur ini dibanderol dengan harga hanya Rp.99.000 saja. Esia mencoba memberikan pilihan pada masyarakat dengan memanfaatkan fenomena Facebook yang saat ini sedang membooming. </p>
<p>Seperti biasanya, setiap acara yang diadakan Esia selalu mendapat antusias yang meriah dari masyarakat. Promosi yang secara nyentrik tampil di halaman koran nasional mampu membius masyarakat untuk hadir dan&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/antusias-pembeli-dalam-launching-esia-gayaku/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Esia kembali membuat gebrakan. Kali ini Esia mengeluarkan hape murah dengan fitur canggih untuk meramaikan pasar gadget nasional. Hape yang memiliki segudang fitur ini dibanderol dengan harga hanya Rp.99.000 saja. Esia mencoba memberikan pilihan pada masyarakat dengan memanfaatkan fenomena Facebook yang saat ini sedang membooming. </p>
<p>Seperti biasanya, setiap acara yang diadakan Esia selalu mendapat antusias yang meriah dari masyarakat. Promosi yang secara nyentrik tampil di halaman koran nasional mampu membius masyarakat untuk hadir dan membeli produk anyar yang melengkapi jajaran koleksi hp murah dari Esia tersebut. </p>
<p>Tampaknya Esia ingin mengulangi kesuksesan penjualan hp huawei C2601 yang legendaris terdahulu.</p>
<p>Esia bekerjasama dengan vendor Nexian menawarkan sebuah HP yang sesuai dengan kebutuhan terkini masyarakat yang gaul dan trendy. HP yang diberi nama Esia Gayaku kaya akan fitur gaul diantaranya facebook, fitur karaoke, radio FM dan fitur musik yang dikemas dengan desain yang mungil nan trendy. Tawaran Esia ini memberikan jawaban ke masyarakat bahwa hp canggih ga perlu mahal. </p>
<p>Dengan membaca tren yang berkembang di masyarakat, rasanya tak lengkap fitur sebuah hp jika tidak bisa mengakses jejaring pertemenan yang sedang populer yaitu Facebook. Melihat ‘kebutuhan pokok’ itulah Esia berusaha masuk ke pasar hp gaul dengan menawarkan fitur yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat tapi dengan harga murah, sesuai dengan ciri khas Esia murah tapi berkualitas.</p>
<div class="img alignnone size-full wp-image-1004" style="width:500pxpx;">
	<img src="http://riky.kurniawan.us/wp-content/uploads/Ini-orang-pada-ngantri-apa-resize.jpg" alt="" width="500px"  />
	<div>Ini orang pada ngantri apa ya?</div>
</div>
<p>Launching hp Esia gayaku diadakan di Plasa EX tanggal 25 November 2009, acara yang semula dibuka pukul 11 siang sudah dipadati pengunjung dari pagi hari. Pengunjung datang dari berbagai daerah di Jakarta berdatangan jauh sebelum waktu launching yang dijanjikan. Alhasil antrian sudah berbaris panjang ketika mendekati siang hari. Bahkan, pada pukul 8 sudah ada yang datang demi mendapatkan antrian paling depan dan membawa pulang hp yang seharusnya dijual dengan harga Rp. 299.000. </p>
<p>Pada jam 11, lantai dasar dan parkir plasa EX sudah banyak dikerumuni massa yang tak sabar untuk segera memiliki hp Esia gayaku, padahal acara sendiri baru akan dimulai pada pukul 11.30. Jumlah calon pembeli yang hadir sepertinya jauh diatas perkiraan dari panitia yang ‘hanya’ menyediakan jatah kurang dari 10.000 nomor untuk alokasi Jakarta. </p>
<p>Panitia pun kewalahan dan ingin acara di undur hingga pukul 3 untuk persiapan yang lebih matang. Peserta yang sudah datang dari pagi tidak rela harus menunggu lagi dan beberapa dari mereka berinisiatif untuk membantu agar antrian menjadi lebih rapi, penjualan pun diteruskan. Untuk mendapatkan hp tersebut dengan harga miring, calon pembeli diwajibkan untuk menukarkan brosur iklan Esia gayaku ketika membeli produk. </p>
<p>Jumlah panitia juga ditambah untuk melayani calon pembeli yang sudah datang dari jauh dan rela mengantri dari pagi hari.</p>
<p>Tak heran jika masyarakat rela mengantri demi mendapatkan hp murah dengan spesifikasi radio FM, bisa Facebook-an, warna 65 ribu di layar 1.5 inchi, baterai yang tahan 120 jam pada kondisi siaga, 3 jam waktu bicara, bisa menyimpan 500 kontak dan 350 sms yang tersedia dalam warna orange, hijau dan hitam. </p>
<p>Dengan kelebihan yang ditawarkan tersebut, wajar saja antrian yang awalnya hanya ada di dalam gedung plasa EX dipindahkan ke area parkir yang lebih luas dan lega. Sukses terus untuk Esia akan inovasi produk murah dan bersaing! </p>
<p><strong>Jadi, mau gaya ga harus mahal kaan..</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/antusias-pembeli-dalam-launching-esia-gayaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Imajiner Doa</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/imajiner-doa/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/imajiner-doa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 01:02:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=1000</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong>IMAJINER DOA</strong><br />
<em>oleh: Ratih Sanggarwati </em></p>
<p>Doa yang kupanjatkan ketika aku masih gadis<br />
&#8220;Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang sholeh. Beri aku suami yang dapat kujadikan imam dalam keluargaku.&#8221; </p>
<p>Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah<br />
&#8220;Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah, agar mereka dapat mendoakanku ketika nanti aku mati dan menjadi salah satu amalanku yang tidak pernah putus.&#8221; </p>
<p>Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir<br />&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/imajiner-doa/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>IMAJINER DOA</strong><br />
<em>oleh: Ratih Sanggarwati </em></p>
<p>Doa yang kupanjatkan ketika aku masih gadis<br />
&#8220;Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang sholeh. Beri aku suami yang dapat kujadikan imam dalam keluargaku.&#8221; </p>
<p>Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah<br />
&#8220;Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah, agar mereka dapat mendoakanku ketika nanti aku mati dan menjadi salah satu amalanku yang tidak pernah putus.&#8221; </p>
<p>Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir<br />
&#8220;Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islami yang baik meskipun mahal, beri aku rizki untuk itu ya Allah&#8230;.&#8221; </p>
<p>Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku sudah mulai sekolah<br />
&#8220;Ya Allah&#8230;.. jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda.&#8221; </p>
<p>Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku sudah beranjak remaja<br />
&#8220;Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yang mengkhawatirkanku.<br />
Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibarat buah Yang sedang ranum.&#8221; </p>
<p>Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku menjadi dewasa<br />
&#8220;Ya Allah entengkan jodohnya,berilah jodoh yang sholeh pada mereka, yang bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluarga kami.&#8221; </p>
<p>Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah<br />
&#8220;Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu &#038; anak ini, aku takut kehilangan perhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia akan ikut suaminya.&#8221; </p>
<p>Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan<br />
&#8220;Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat. Aku inginkan nama pemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan teritoria wibawaku sebagi ibu dari ibunya cucuku.&#8221; </p>
<p>Ketika kupanjatkan doa-doa itu,<br />
aku membayangkan Allah tersenyum dan berkata&#8230;&#8230; </p>
<p>&#8220;Engkau ingin suami yang baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baik dan sholehah?<br />
Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau jadi makmum yang baik?&#8221; </p>
<p>&#8220;Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan pada suamimu.<br />
Jangan egois begitu&#8230;&#8230;<br />
masak engkau ingin anak yang sholehah hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu&#8230;.<br />
tentu mereka menjadi sholehah utama karena-Ku, karena aturan yang mereka ikuti haruslah aturan-Ku.&#8221; </p>
<p>&#8220;Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam,<br />
karena apa?&#8230;&#8230; prestige? &#8230;&#8230; atau&#8230;.<br />
engkau tidak mau direpotkan dengan mendidik Islam padanya?<br />
Engkau juga harus belajar,<br />
Engkau juga harus bermoral Islami,<br />
Engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha mengkhatamkannya.&#8221; </p>
<p>&#8220;Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya<br />
dengan mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat?<br />
Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan Kehormatan umat-Ku.&#8221; </p>
<p>&#8220;Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu,<br />
seolah engkau tidak percaya ayat 3 &#038; 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku.<br />
Percayalah kalau anakmu dari bibit, bebet, bobot yang baik maka yang sepadanlah yang dia akan dapatkan.&#8221; </p>
<p>&#8220;Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu.<br />
Aku yang memiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan kehendaknya.<br />
Aku tetap mencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku,<br />
bahkan ketika dia melupakan-Ku.<br />
Aku tetap mencintainya.&#8221; </p>
<p>&#8220;Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah dari anakmu, berilah kebebasan<br />
untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadi amanahnya.&#8221; </p>
<p>Lantas&#8230;&#8230; aku malu&#8230;&#8230; dengan imajinasiku sendiri&#8230;.<br />
aku malu&#8230;&#8230;<br />
aku malu akan tuntutanku&#8230;&#8230;. </p>
<p>Maafkan aku ya Allah&#8230;&#8230;<br />
lantas aku malu dengan imajinasiku sendiri. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/imajiner-doa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuekuatsu</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/kuekuatsu/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/kuekuatsu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 10:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book&Movie]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=995</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong>Kayla Silverfox</strong>: Why the moon is so lonely?<br />
<strong>Logan</strong>: Why?<br />
<strong>Kayla Silverfox</strong>: Because she used to have a lover.<br />
His name was Kuekuatsu and they lived in the spirit world together.<br />
And every night, they would wander the skies<br />
together. But, one of the other spirits was jealous. Trickster wanted the Moon for himself. So he told Kuekuatsu that the Moon had<br />
asked for flowers; he told him to&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/kuekuatsu/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kayla Silverfox</strong>: Why the moon is so lonely?<br />
<strong>Logan</strong>: Why?<br />
<strong>Kayla Silverfox</strong>: Because she used to have a lover.<br />
His name was Kuekuatsu and they lived in the spirit world together.<br />
And every night, they would wander the skies<br />
together. But, one of the other spirits was jealous. Trickster wanted the Moon for himself. So he told Kuekuatsu that the Moon had<br />
asked for flowers; he told him to come to our world and pick her<br />
some wild roses. But Kuekuatsu didnt know that once you leave the<br />
spirit world, you can never go back. And every night, he looks up<br />
in the sky and sees the Moon and howls her name. But&#8230; he can<br />
never touch her again.<br />
Kuekuatsu means the &#8220;Wolverine&#8221;</p>
<p><strong>Logan</strong>: I thought you were the Moon and I was your Wolverine. But it turns out you&#8217;re the Trickster, and I&#8217;m just the fool who got played. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/kuekuatsu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Self-fulfilling prophecy dan statistic</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/self-fulfilling-prophecy-dan-statistic/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/self-fulfilling-prophecy-dan-statistic/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 05:11:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=992</guid>
		<description><![CDATA[<p><em>Thanx to <a href="http://blog.yosua.net/">Yos</a>, atas <a href="http://blog.yosua.net/2009/11/06/aku-statistik/comment-page-1/#comment-2257">inspirasinya</a>.<br />
</em></p>
<p>Gue pengen bahas yang namanya Self-Fulfilling Prophecy. Seperti biasa, kita mulai dengan defenisi agar kita sama-sama melihat binatang yang sama.</p>
<blockquote><p>The self-fulfilling prophecy is, in the beginning, a false definition of the situation evoking a new behavior which makes the original false conception come &#8216;true&#8217;. This specious validity of the self-fulfilling prophecy perpetuates a reign of error. For the prophet will cite the actual course of events</p></blockquote><p>&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/self-fulfilling-prophecy-dan-statistic/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Thanx to <a href="http://blog.yosua.net/">Yos</a>, atas <a href="http://blog.yosua.net/2009/11/06/aku-statistik/comment-page-1/#comment-2257">inspirasinya</a>.<br />
</em></p>
<p>Gue pengen bahas yang namanya Self-Fulfilling Prophecy. Seperti biasa, kita mulai dengan defenisi agar kita sama-sama melihat binatang yang sama.</p>
<blockquote><p>The self-fulfilling prophecy is, in the beginning, a false definition of the situation evoking a new behavior which makes the original false conception come &#8216;true&#8217;. This specious validity of the self-fulfilling prophecy perpetuates a reign of error. For the prophet will cite the actual course of events as proof that he was right from the very beginning.[1]</p></blockquote>
<p>Mengenai konsep Self fulfilling prophecy ini <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/self-fulfiling-prophecy/">pernah gue bahas 2008 lalu</a>, tapi sekarang relevansinya adalah dengan Statistika.</p>
<p>Kita apa yang kita pikirkan. Seperti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Thomas_theorem">teorema dari Thomas</a> &#8220;If men define situations as real, they are real in their consequences.&#8221; Celakanya lagi, seringkali apa yang kita pikirkan di-drive oleh pandangan umum yang dibentuk secara sadar atau tidak sadar dalam masyarakat. Pandangan itu dibentuk sedemikan rupa dengan bagan-bagan batang atau kue pie yang berwarna-warni. Kita menyebutnya Statistik.</p>
<p><strong>Self Fulfilling Prophecy</strong><br />
Gue asumsiin lo sudah pernah menonton Star Wars, dan tau dengan karakter Anakin Skywalker. Lahir sebagai Jedi tangguh namun tewas sebagai Sith yang kejam. Anakin bermimpi bahwa Padme Amidala akan meninggal, Anakin pun berusaha desperately sekuat tenaga untuk menyelamatkannya. Apapun cara ditempuh, bahkan untuk menggunakan black power yang bisa digunakan jika Anakin berubah menjadi Sith. Akhirnya, Padme meninggal di waktu Anakin mempelajari ilmu tersebut.</p>
<p><strong>Statistic</strong><br />
Ini ilmu yang hebat menurut gue. Ilmu ini bisa membuat SBY memenangkan pemilu secara <a href="http://www.google.co.id/search?q=define:+landslide">landslide</a>. Untuk negara yang suka mengikuti trend seperti Indonesia, ilmu ini sangat mumpuni sebagai pembenaran akan sesuatu. Misalnya, merokok itu ga sehat. Tapi secara statistik orang merokok itu panjang umurnya. Maka merokok tidak sehat menjadi tidak relevan (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_fallacies">Logical Fallacy</a>). Sama seperti ilmu-ilmu lainnya, statistik juga berguna bagi kemaslahatan umat. </p>
<p><strong>Self Fulfilling Prophecy dan Statistic</strong> <br />
Gue melihat hubungan yang erat antara statistik dan Self Fulfilling Prophecy. Seringkali kita berpikir berdasarkan statistik yang ada sehingga mengaburkan objektifitas kita akan sesuatu. Padahal hidup itu dinamis. Kita tidak bisa mengandalkan data masa lalu untuk sesuatu yang selalu berubah. Mungkin kita bisa menebak masa depan dengan deviasi/simpangan tertentu, tapi seringkali bias deviasi ini terlalu besar sehingga apa yang kita pikirkan jauh dengan apa yang akan terjadi nantinya.</p>
<p>Apa yang gue jabarkan di atas seringkali terjadi pada diri sendiri. Kita percaya pada statistik yang membuat tindakan dan perkataan kita dipengaruhi olehnya. Bukan berarti setiap hasil statistik jelek, yang harus dihindari adalah jika statistik yang mengungkapkan fakta negatif mendorong kita membenarkan pernyataan tersebut. Jika statistik mengenai hasil positif, wajib untuk kita imani.</p>
<p>Tidak hanya statistik, <span class="hilite">sebuah mimpi</span> pun bisa menjadi Self Fulfilling Prophecy yang bisa mengendalikan pikiran dan tindakan kita.<br />
<img src="http://polyn.com/strips/cookies.GIF" alt="gue ga pantas dapat cookies dari lo" /></p>
<p>baca juga:<br />
1. http://en.wikipedia.org/wiki/Placebo_effect<br />
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Pygmalion_effect<br />
3. http://en.wikipedia.org/wiki/Hawthorne_effect</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/self-fulfilling-prophecy-dan-statistic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>8 tahun menuju 8 bulan</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/8-tahun-menuju-8-bulan/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/8-tahun-menuju-8-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 08:48:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=957</guid>
		<description><![CDATA[<p>Rasanya terlalu sayang jika cerita ini disimpan begitu saja. Saya memutuskan untuk berbagi, mungkin sebagai pengingat diri sendiri agar tetap istiqomah mencari atau nanti diceritakan kepada anak-anak seperti salah satu episode dalam serial &#8220;How I met your Mother&#8221;. </p>
<p>Mohon maaf jika terlalu banyak drama di dalamnya, saya berusaha menjadi seoarang cerpenis biar cerita ini tak lekang oleh waktu. Pada dasarnya saya melankolis, namun koleris seringkali mengambil alih. Dan untuk saat ini, biarlah sisi melankolis&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/8-tahun-menuju-8-bulan/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasanya terlalu sayang jika cerita ini disimpan begitu saja. Saya memutuskan untuk berbagi, mungkin sebagai pengingat diri sendiri agar tetap istiqomah mencari atau nanti diceritakan kepada anak-anak seperti salah satu episode dalam serial &#8220;How I met your Mother&#8221;. </p>
<p>Mohon maaf jika terlalu banyak drama di dalamnya, saya berusaha menjadi seoarang cerpenis biar cerita ini tak lekang oleh waktu. Pada dasarnya saya melankolis, namun koleris seringkali mengambil alih. Dan untuk saat ini, biarlah sisi melankolis berteriak lepas.		</p>
<p>Kisah ini bermula 8 tahun lalu. Ketika pindah ke sebuah SMU di kota Palembang. Sama seperti ketika menghadapi suasana kerja baru, perasaan saya campur aduk.<br />
Takut, tidak nyaman, asing dan aneh menemani saya yang duduk di belakang tanpa kenalan. Perut mual keringat bercucuran menggambarkan suasana hati saat itu. Ketika yang lain bermain dan jajan di kantin sekolah, saya berpura-pura membaca di kelas. </p>
<p>Datanglah dua orang wanita dan mereka duduk di bangku depan, mereka biasa saja. Namun yang membuat pertemuan itu berkesan adalah senyuman dan keramahan yang membuat nyaman. Saya langsung suka dengan salah satu dari mereka, pada pandangan pertama. </p>
<p>Dan pada saat itu, saya telah melakukan kebodohan. </p>
<p>Saya menyukai cewek yang menjadi idola seantero sekolah. Cantik, pintar, dan populer. Bagaimana bisa anak baru, turun-naik bus, unpopular, average, mediocre dan ga pinter-pinter amat bisa masuk ke dalam liga A seri merebut-hati-si-cewek-populer. Bisa masuk di Liga B saja cost a fortune buat gue. Sadar dengan posisi klasemen yang tidak menguntungkan, perasaan itu dipendam. Berusaha untuk <strike>tampil bagus</strike> tidak tampil salah dan tidak menunjukkan rasa suka menjadi rutinitas. Dari jauh saya memperhatikan orang-orang yang berusaha mendekatinya, dari jauh melihat siapa yang berjalan dengannya dan siapa saja yang bisa menaklukkan hatinya. Berada pada satu kelas selama 2 tahun, menjadi sebuah keuntungan tersendiri. You may call me a stalker, but I prefer to be called observer. :p</p>
<p>To make it short, she is more than someone and I&#8217;m just a no one.</p>
<p>Pada waktu SMU, saya masuk pada kasta paling bawah pergaulan. Mungkin hanya beberapa teman yang mengenal. Jarang bermain di kantin, jarang ngumpul setelah balik, dan tidak ikut kegiatan ekstrakurikuler. Saya menghindari banyak kontak sosial disebabkan oleh rasa minder karena tidak ada yang bisa  ditunjukkan sebagai identitas pribadi. Identitas ini bisa berbentuk piala, sesuatu beroda 2 atau 4, atau benda kecil dengan banyak tombol. Jadi bisa dibayangkan bagaimana orang dengan karakter seperti di atas, dengan <strike>bodohnya</strike> nekatnya melakukan pendekatan. </p>
<p>Hampir 2 tahun rasa ini dipendam. Teman-teman tahu, mereka mencoba memaksa untuk menunjukkan perasaan ini. Hingga pada waktu mendekati kelulusan, saya mencoba untuk melakukan pendekatan. </p>
<p>Contoh pendekatan bodoh yang dilakukan adalah&#8230;ah, tak usahlah diceritakan bagaimana berusaha hanya untuk di-notice. Bagaimana melakukan sesuatu agar GPSnya berbunyi dan menunjukkan bahwa saya ada, bahwa ada tambahan satu orang yang sedang mengantri untuk masuk ke dalam fans-clubnya. Bisa jatuh harga diri ini jika penonton tahu apa saja yang sudah dilakukan dan reaksi apa yang dia berikan.</p>
<p>Puncak dari semua itu ketika memberanikan diri datang ke rumahnya untuk menyatakan perasaan, tentu saja berharap untuk diterima apa adanya. Ya..ya, saya tahu &#8216;apa adanya&#8217; berarti apa ada tampang keren? apa ada hape canggih? apa punya prestasi?<br />
Tetap mencoba berpikir positif, melupakan apa yang telah dilakukannya selama ini adalah karena ketidaktahuan dirinya. Bukankah ketika jatuh cinta tah<strike>i</strike>u pun berasa coklat.</p>
<p>Saya masuk ke rumahnya, dan disambut oleh pembantunya. Sepertinya dia tahu maksud kedatangan. Air putih disiapkan untuk mengguyur, eh bukan..sebagai persiapan saya jika gugup. Ya, dia tau saya tidak PD-an. </p>
<p>Saya menjelaskan alasan kenapa ujug-ujug datang ke rumah, dia maklum. Tidak banyak yang dia katakan, hanya sebuah syarat. Syarat yang jika terpenuhi, dia berjanji <strong>untuk menimbang permintaan tadi</strong>. Bukan 1000 candi yang dia minta, juga bukan mengubah kapal menjadi gunung. Adalah jika bisa diterima di Perguruan Tinggi dengan logo Gajah di Bandung. </p>
<p>Berat memang, namun tekad sudah bulat. Bersama beberapa teman, kami intensif di kota kembang untuk bisa meningkatkan passing grade kelulusan. Tujuan hanya dua, masuk ke fakultas idaman saya dan mendapatkan dia. </p>
<p>Namun, kapasitas otak ternyata tidak mampu menaklukkan soal-soal ujian. Saya gagal masuk ke Fakultas favorit, dan saya kehilangan kesempatan mendapatkannya. Kecewa, pasti.</p>
<p>Dan di sinilah saya sadar, saya harus berubah. Harus bisa melupakan dia.</p>
<p>Di masa-masa krisis jatidiri saya berkenalan dengan sekelompok weirdy-freak yang mengaku-ngaku jago komputer. Dunia IT selalu menarik dan bisa berkenalan dengan orang-orang dengan minat yang sama menjadi pelarian. Untuk bisa mengalihkan pikiran dari dia. Setiap kegiatan yang diadakan oleh komunitas tersebut diikuti, berusaha untuk &#8216;standing in the crowd&#8217;, berusaha untuk sibuk, berusaha untuk &#8216;menjadi seseorang&#8217;. Saya tak ingin hanya datang, duduk dan mendengarkan dosen lalu pulang dengan passing grade tinggi. Saya ingin berubah dan tidak ingin dianggap bukan siapa-siapa.</p>
<p>3 tahun berjuang, dan lumayan menampakkan hasil. Saya cukup puas dengan apa yang telah dilakukan dan sudah bisa melupakan dia. Entah kenapa hati ini sulit untuk jatuh cinta, setiap saya mendekati wanita&#8230;saya berharap itu dia. Dan portfolio pacaran selama kuliah, nothing. Bukan sesuatu yang bisa dibanggakan, bukan? That&#8217;s the fact.</p>
<p>Tapi saya tetap tidak bisa lari, setiap  mereview apa yang sudah saya lakukan, selalu mengingatnya. Apa yang sudah di lakukan, sedikit banyak karena dirinya. Walaupun saya melakukan sendiri, tapi motivasi dibelakangnya adalah dia.</p>
<p>Setelah 4 tahun berpisah, kami kembali dipertemukan. Dan sepertinya dia mulai menyadari keberadaan saya. Cinta lama bersemi, dan saya mencoba kembali. Walaupun kali ini keberadaan saya sudah diakui, ternyata tidak mudah untuk masuk dalam hidupnya. Kisahnya dengan seseorang yang spesial di masa lalu, membuat agresi-agresi saya mental. Maklum, memang sulit melupakan seseorang dan kembali kami harus terpisahkan. Lagi-lagi cinta saya kandas.</p>
<p>Dia sibuk dengan pekerjaannya, dan saya sibuk dengan kegiatan pribadi. And history repeats itself.<br />
Tak mudah melupakan dia (lagi), saya melakukan pendekatan yang berbeda untuk kembali melupakan dia. Mencari hobi sebagai pelarian dan kompetisi sebagai penyaluran emosi. </p>
<p>Tak sampai setahun, dia kembali lagi. Kali ini saya mencoba untuk hati-hati, namun tak bisa. Saya tetap bisa menerima dia apa adanya, apapun kisah yang dibawanya dan seperti apapun dia. Akhirnya kami saling menerima cinta masing-masing. Kita pun menjalaninya, bagi saya apa yang dijalani bersamanya lebih indah dari mimpi sekalipun.</p>
<p>Kita berbagi cerita, saling mengagumi dan saling mendukung satu sama lain. Tak ada alasan untuk tidak membawa hubungan ini ke tingkat yang lebih serius. Tapi&#8230;</p>
<p>Ada sesuatu yang membuat kita berpikir ulang, dan memutuskan untuk berpisah.</p>
<p>Setelah menjalani waktu bersama, kami belum bisa menemukan alasan yang kuat untuk meneruskan cerita ini. Mungkin saya belum bisa mengerti dia sepenuhnya atau saya yang terlalu banyak menuntut. </p>
<p>Ada beberapa hal yang bisa saya pelajari. Cinta membutuhkan kepercayaan yang tidak hanya sekedar diucap dengan kata-kata, tetapi harus ada komitmen dari dua orang untuk menjaga kepercayaan itu walaupun panasnya seperti bara api. Cinta itu seperti makhluk hidup, dia bisa tumbuh dan berkembang. Tapi jika ada hama, dia pun bisa layu. Jika tidak dipupuk dan disiram setiap waktu. Bahkan untuk sebuah cinta yang diperjuangkan selama 8 tahun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/8-tahun-menuju-8-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lowongan CPNS</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/lowongan-cpns/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/lowongan-cpns/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 06:50:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Community]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=983</guid>
		<description><![CDATA[<p>Lagi banyak lowongan CPNS akhir-akhir ini, sepertinya negara lagi butuh banyak abdi negara. </p>
<p>Masih belum minat kecuali <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/job-i-would-die-for/">KPK</a>.</p>
<p>Ada yang bisa share kenapa mau melamar jadi PNS atau kenapa ga mau jadi PNS?</p>
<ul>
<li>http://www.pom.go.id/public/berita_aktual/data/1_cpns_pengumuman.pdf</li>
<li>http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&#038;task=view&#038;id=4001&#038;Itemid=202</li>
<li>http://www.lapan.go.id/cpns/index.php?vpage=register.php</li>
<li>http://www.nakertrans.go.id/uploads/doc/Pengumuman%20Penerimaan%202009.pdf</li>
<li>http://www.depnakertrans.go.id/uploads/doc/Formulir%201%20dan%202.pdf</li>
<li>http://cpns.bpn.go.id/default/</li>
<li>http://sdm.ristek.go.id/cpns/</li>
<li>http://www.esdm.go.id/download/cpns2009/Pengumuman%20CPNS%202009_lengkap.pdf</li>
<li>http://116.90.165.194/</li>
<li>http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&#038;task=view&#038;id=4012&#038;Itemid=202</li>
<li>http://penpeg.dephan.go.id/cpns2009.html</li>
<li>http://www.penerimaancpns.dkp.go.id/DKP/</li>
<li>http://setjen.diknas.go.id/index.php?fuseaction=pengumuman.pengumumandetail&#038;id=43</li>
<li>http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_docman&#038;task=doc_download&#038;gid=199&#038;Itemid=57</li>
<li>http://rekrutmen.bappenas.go.id/</li>
</ul>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lagi banyak lowongan CPNS akhir-akhir ini, sepertinya negara lagi butuh banyak abdi negara. </p>
<p>Masih belum minat kecuali <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/job-i-would-die-for/">KPK</a>.</p>
<p>Ada yang bisa share kenapa mau melamar jadi PNS atau kenapa ga mau jadi PNS?</p>
<ul>
<li>http://www.pom.go.id/public/berita_aktual/data/1_cpns_pengumuman.pdf</li>
<li>http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&#038;task=view&#038;id=4001&#038;Itemid=202</li>
<li>http://www.lapan.go.id/cpns/index.php?vpage=register.php</li>
<li>http://www.nakertrans.go.id/uploads/doc/Pengumuman%20Penerimaan%202009.pdf</li>
<li>http://www.depnakertrans.go.id/uploads/doc/Formulir%201%20dan%202.pdf</li>
<li>http://cpns.bpn.go.id/default/</li>
<li>http://sdm.ristek.go.id/cpns/</li>
<li>http://www.esdm.go.id/download/cpns2009/Pengumuman%20CPNS%202009_lengkap.pdf</li>
<li>http://116.90.165.194/</li>
<li>http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&#038;task=view&#038;id=4012&#038;Itemid=202</li>
<li>http://penpeg.dephan.go.id/cpns2009.html</li>
<li>http://www.penerimaancpns.dkp.go.id/DKP/</li>
<li>http://setjen.diknas.go.id/index.php?fuseaction=pengumuman.pengumumandetail&#038;id=43</li>
<li>http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_docman&#038;task=doc_download&#038;gid=199&#038;Itemid=57</li>
<li>http://rekrutmen.bappenas.go.id/</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/lowongan-cpns/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aktif di milis</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/aktif-di-milis/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/aktif-di-milis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 06:39:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Community]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=980</guid>
		<description><![CDATA[<p>Selama ini banyak ikut milis. Mulai dari programming, fotografi, database, komunitas, kuliner, travelling, OS platform, gadget, sosial, pengembangan diri, lowongan kerja, sampai milis junk pun diikuti. </p>
<p>Bukan berarti ga ada kehidupan di luar sana karena harus membaca setiap email masuk, tapi karena suka sistem milis yang membuat informasi tersentralisasi. Gue bisa tau headline informasi dan topik terpanas dengan lebih cepat, kalo pengen tahu detail tinggal baca koran atau googling.</p>
<p>Sering dari email yang dibaca&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/aktif-di-milis/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini banyak ikut milis. Mulai dari programming, fotografi, database, komunitas, kuliner, travelling, OS platform, gadget, sosial, pengembangan diri, lowongan kerja, sampai milis junk pun diikuti. </p>
<p>Bukan berarti ga ada kehidupan di luar sana karena harus membaca setiap email masuk, tapi karena suka sistem milis yang membuat informasi tersentralisasi. Gue bisa tau headline informasi dan topik terpanas dengan lebih cepat, kalo pengen tahu detail tinggal baca koran atau googling.</p>
<p>Sering dari email yang dibaca ada pertanyaan-pertanyaan yang bisa gue jawab, tapi terkadang agak sungkan karena faktor malu. Malu takut salah, malu dianggap sok tahu, malu tidak memberikan informasi secukupnya dan malu-malu yang lain. Secara etika milis, gue tahu bagaimana cara menjawab yang baik tapi faktor low-self-esteem yang membatalkan jari menekan tombol Send.</p>
<p>Tapi nyesel juga klo ada pertanyaan dan jawaban yang dikasi sesuai dengan jawaban gue. Sepertinya sudah harus memberanikan membagi informasi walaupun cuma satu ayat, asal jangan satu baris saja karena one-liner adalah pendosa dibeberapa milis.</p>
<p><a href="http://riky.kurniawan.us/idea/there-is-no-such-thing-as-too-much-information/">There is no such thing as too much information.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/aktif-di-milis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>How I met their mother</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/how-i-met-their-mother/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/how-i-met-their-mother/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 00:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book&Movie]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=977</guid>
		<description><![CDATA[<p>Rencana semasa kuliah, pengen nikah di umur 30an. Gue mikir masih banyak ambisi yang harus diraih, semisal menguasai dunia. Makanya ga terlalu ambil pusing dengan rencana pra-nikah. Gue mikir, di umur segitu gue dah dewasa (apa defenisi dewasa sebenarnya?), secara emosi stabil, secara finansial mapan dan mungkin jadi sedikit lebih ganteng. Pada umur itu gue ngerasa ga akan ada cewek yang akan menolak pinangan dari seorang pengeran kodok yang punya rumah, mobil dan suka travelling.&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/how-i-met-their-mother/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rencana semasa kuliah, pengen nikah di umur 30an. Gue mikir masih banyak ambisi yang harus diraih, semisal menguasai dunia. Makanya ga terlalu ambil pusing dengan rencana pra-nikah. Gue mikir, di umur segitu gue dah dewasa (apa defenisi dewasa sebenarnya?), secara emosi stabil, secara finansial mapan dan mungkin jadi sedikit lebih ganteng. Pada umur itu gue ngerasa ga akan ada cewek yang akan menolak pinangan dari seorang pengeran kodok yang punya rumah, mobil dan suka travelling. </p>
<div class="img " style="width:311px;">
	<img src="http://photos.friendster.com/photos/92/83/48683829/1_175164383l.jpg" alt="" width="311" height="320" />
	<div>Merit</div>
</div>
<p>Tapi, rencana berubah setelah gue ngobrol ngalor-ngidul dengan teman, namanya Ismail (some of you may know him).</p>
<p>Topiknya ringan, isinya kosong (lho!). Waktu itu gue lagi tidur-tiduran di kamar kosnya dengan dia dengan lembut membelai rambut gue (!). Kagalah, kita lagi makan di warung padang samping sekret BNCC. Dia nanyain, &#8220;K, target nikah umur berapa?&#8221; santai gue jawab &#8220;30an&#8221;. Dia spontan jawab, &#8220;kelamaan&#8221;. Dia menyingkirkan piring di depannya dan memberikan gue beberapa analisa.</p>
<ul>
<li>Berapa umur nyokap waktu elo nikah?</li>
<p>Sekarang umur 22, dan nyokap umurnya 45..berarti waktu nikah umur 29, nyokap udah 52. Anggap nyokap masih bisa datang ke pernikahan, trus punya anak umur 30 (anggapan sukses di malam pertama). Waktu umur nyokap segitu apa masih bisa dia main-main ama cucu, menikmati mengurus cucu hasil perkawinan anaknya. Menggendong cucu dan dipanggil nenek oleh anak dari anaknya adalah salah satu kebahagiaan orang tua. Apa bisa ngasi kesempatan itu ketika umur nyokap elo udah bangkot. Itu juga dengan asumsi klu nyokap masih ada atau sisa umurnya masih panjang melihat cucunya tumbuh berkembang.</p>
<li>Berapa umur elo waktu anak masuk sekolah dan kuliah</li>
<p>Biaya pendidikan mahal, dan akan menjadi mahal sekali klo elo mau pendidikan yang bagus buat anak. Pada waktu anak umur 4 tahun, elo dah mulai mikir buat masukin dia playgroup. Mungkin sampai SMP atau SMU masih sanggup biayain. Tapi klo sudah masa kuliah umur 20 tahun, elo udah 49 tahun. Mungkin masih usia produktif untuk kerja, tapi masih kerja buat biayain anak elo dan bukan demi masa tua. Buat ini, mungkin bisa diakalin pake asuransi pendidikan siy.</p>
<li>Dapetin cewek waktu elo punya segalanya ga seru man!</li>
<p>Dengan sebotol wine di bar trus ngajakin doi ke apartemen/rumah gampang kan? Atau nenteng-nenteng gadget keren, pake dasi + kemeja trus nongkrong di Starbux atau Oh la la, dengan mudah bisa dapat cewek yang sama desperatenya ama elo. *gue manyun.</p>
<li>Kualitas cinta waktu lo nothing</li>
<p>Keknya seru aja bangun semua dari awal. Pas bagian ini gue lupa, dia ngomong apa.</p>
<li>Berapa waktu yang elo punya nikmatin masa sukses anak elo</li>
<p>Masa lo ga mau jalan-jalan bareng anak lo atau menikmati masa tua lo dengan tenang. Ga ngarepin ditanggung anak siy, tapi ya sedikit icip-icip rejekin anak keknya nikmat banget kali yaaa..
</ul>
<p>Awalnya iman gue ga goyah, karena gue orangnya keras kepala. Gue masih dengan keyakinan bahwa gue belum jadi siapa-siapa sebelum umur 30an. Namun, sejauh ini berlari, rasanya kesepian juga lari-lari sendiri&#8230;jadi pengen ada yang nemenin dan terkadang gue jadi ingat analisa temen tadi. Pengen ada yang nemenin sahur, pengen ada yang jadi makmum sehingga gue bisa belajar jadi imam yang baik, pengen ada yang nunggu/dijemput waktu pulang, pengen ada alasan kenapa kerja banting tulang seharian, pengen ada alasan gue balik cepat, pengen ada tempat curhat, pengen ada yang belai rambut waktu gue lagi down, pengen ada yang ngatur finansial, pengen ada yang ngaturin jadwal gue yang berantakan, pengen ada yang ngecupin waktu lagi lelah dan pengen ada yang ngangetin di malam hari yang dingin. Huaaaa, pengen semuanya..terlebih lagi karena gue pengen melengkapin agama gue.</p>
<p>Ada masanya gue cerita tentang aktifitas, ada masanya gue cerita kerjaan, mungkin sudah ini masanya gue membuat sebuah cerita bagaimana gue bisa ketemu dengan ibunya anak2. ^^</p>
<p>So readers, let the story of &#8216;How I Met Their Mother&#8217; begins&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/how-i-met-their-mother/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Great Lessons of Life</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/great-lessons-of-life/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/great-lessons-of-life/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 00:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book&Movie]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=970</guid>
		<description><![CDATA[<ul>
<li>When someone lies to you, it teaches you that <b>things are not always what they seem</b>. The truth is often far beneath the surface. Look beyond the masks people wear if you want to know what is in their hearts. Remove your own masks to let people know who you really are.</li>
<li>When someone steals from you it teaches you that <b>nothing is forever</b>. Always appreciate what you have. You never know when you</li></ul><p>&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/great-lessons-of-life/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>When someone lies to you, it teaches you that <b>things are not always what they seem</b>. The truth is often far beneath the surface. Look beyond the masks people wear if you want to know what is in their hearts. Remove your own masks to let people know who you really are.</li>
<li>When someone steals from you it teaches you that <b>nothing is forever</b>. Always appreciate what you have. You never know when you might lose it. Never take your friends or family for granted, because today and sometimes only this very moment is the only guarantee you may have.</li>
<li>When someone inflicts injury upon you, it teaches you that <b>the human state is a very fragile one</b>. Protect and take care of your body as best as you can, it’s the one thing that you are sure to have forever.</li>
<li>When someone mocks you, it teaches you that <b>no two people are alike</b>. When you encounter people who are different from you, do not judge them by how they look or act, instead base it on the contents of what is in their hearts.</li>
<li>When someone breaks your heart, it teaches you that <b>loving someone does not always mean that the person will love you back</b>. But don’t turn your back on love, because when you find the right person, the joy that one person brings you will make up for all of your past hurts. Times a thousand fold.</li>
<li>When someone holds a grudge against you, it teaches you that <b>everyone makes mistakes</b>. When you are wronged, the most virtuous thing you can do is forgive the offender without pretense. Forgiving those who have hurt us is often the most difficult and painful of life’s experiences, but it is also the most courageous thing a person can do.</li>
<li>When a loved one is unfaithful to you, it teaches you that <b>resisting temptation is man’s greatest challenge</b>. Be vigilant in your resistance against all temptations. By doing so, you will be rewarded with an enduring sense of satisfaction far greater than the temporary pleasure by which you were tempted.</li>
<li>When someone cheats you, it teaches you that<b> greed is the root of all evil</b>. Aspire to make your dreams come true, no matter how lofty they may be. Do not feel guilty about your success, but never let an obsession with achieving your goals lead you to engage in malevolent activities.</li>
<li>When someone ridicules you, it teaches you that <b>nobody is perfect</b>. Accept people for their merits and be tolerant of their flaws. Do not ever reject someone for imperfections over which they have no control.</li>
</ul>
<ul>
<li>When someone loves us, it teaches us <b>love, kindness, charity, honesty, humility, forgiveness, acceptance, and all of these can counteract all the evil in the world</b>. For every good deed, there is one evil deed. Man alone has the power to control the balance between good and evil, but because the lessons of love are not taught often enough, the power is too often abused.</li>
<li>When you enter someone’s life, whether by plan, chance or coincidence, consider what your lesson will be. Will you teach love or a harsh lesson of reality? When you die, will your life have resulted in more loving or more hurting? More comfort or more pain? More joy or more sadness? <b>Each one of us has the power over the balance of the love in the world</b>. Use it wisely!</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/great-lessons-of-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Separuh Jiwaku Pergi</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/separuh-jiwaku-pergi/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/separuh-jiwaku-pergi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 16:27:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=967</guid>
		<description><![CDATA[<p>Nulis ini sambil nyambi sembari lagi sedang <em>*word abuse*</em> nonton Just Alvin di Metro TV, tokoh yang diangkat adalah Anang. Kita semua tahu bahwa Anang sedang dirundung masalah. Bukan masalah Anang dan KD yang akan gue angkat dan ga mau juga menjadikan postingan ini sebuah berita ghibah. Yang pengen gue garis bawahi adalah sikap yang ditunjukkan Anang dalam menghadapi masalahnya. Anang begitu tenang meskipun emosinya sedang meluap-luap. Dia bisa menjawab pertanyaan Alvin dengan bijaksana. Dia&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/separuh-jiwaku-pergi/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nulis ini sambil nyambi sembari lagi sedang <em>*word abuse*</em> nonton Just Alvin di Metro TV, tokoh yang diangkat adalah Anang. Kita semua tahu bahwa Anang sedang dirundung masalah. Bukan masalah Anang dan KD yang akan gue angkat dan ga mau juga menjadikan postingan ini sebuah berita ghibah. Yang pengen gue garis bawahi adalah sikap yang ditunjukkan Anang dalam menghadapi masalahnya. Anang begitu tenang meskipun emosinya sedang meluap-luap. Dia bisa menjawab pertanyaan Alvin dengan bijaksana. Dia bisa menerangkan kenapa dia mengambil keputusan dengan baik dan lancar. Dia tetap menghargai (mantan) istrinya dan tidak menyalahkan keadaan, dia ikhlas. </p>
<p>Kata-kata yang gue suka terlontar dari Anang adalah alasan kenapa anak-anak harus ada dibawah asuhan dia, dia mengatakan bahwa anak adalah amanah Illahi yang menjadi tanggung jawab si bapak. Karena ibu bisa saja kawin lagi dan mempunyai anak dengan suami barunya, yang menjadi masalah apakah suami baru mau menerima anak yang bukan darah dagingnya. Juga bahwa dia selama 13 tahun sudah berusaha mempertahankan hubungan keluarganya meskipun dia sudah lama tahu kondisi (mantan) istri. Dia memposisikan dirinya sebagai kepala keluarga yang harus bisa bertindak laiknya seorang kapten, yang harus tenang dalam menghadapai badai rumah tangga. Dia tau betul posisinya sebagai Imam.</p>
<p>Semoga Anang bisa kembali menemukan Separuh Jiwanya yang kini telah pergi.</p>
<p><em>penting ga penting: info Anang&#038;KD ini sama hebohnya buat gue dengan info gempa Tasikmalaya kemarin. Dan salutnya lagi, koq gue bisa kelewatan info ini yaaaa&#8230;secara gosip pagi jadi temen sarapan,,hauahahha..daripada nonton berita korupsi yang bikin makan ati, mendingan liat tampang artis yang bikin seger pagi hari.</em></p>
<p>&#8212;-</p>
<p>Separuh Jiwaku Pergi<br />
Memang indah semua<br />
Tapi berakhir luka</p>
<p>Reff:<br />
Benar ku mencintaimu<br />
Tapi tak begini<br />
Kau khianati hati ini<br />
Kau curangi aku</p>
<p>Kau bilang tak pernah bahagia<br />
Selama dengan aku<br />
Itu ucap bibirmu<br />
Kau dustakan semua<br />
Yang kita bina<br />
Kau hancurkan semua</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/separuh-jiwaku-pergi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan sebelum mudik</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/catatan-sebelum-mudik/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/catatan-sebelum-mudik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 02:24:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=962</guid>
		<description><![CDATA[<p>Besok mudik, yay!<br />
Sebelum mudik dan secara puasa tinggal 2 hari lagi (kalo jadi lebaran hari Minggu), gue pengen evaluasi kegiatan selama 2bulan terakhir.</p>
<p><strong>Ibadah</strong><br />
Sebenarnya agak sensitif ngomongin ibadah di ruang publik, takut masuk kategori Riya&#8217;. Karena niatan pengen evaluasi dan introspeksi (Alhamdulillah jika ada menganggap Syiar), gue tulis beberapa kegiatan selama Ramadhan.</p>
<p>Apa yang berubah selama Ramadhan? Alhamdulillah, sampai kemarin tetap istiqomah menjalankan ibadah sunnah Ramadhan. Berbeda banget dengan tahun sebelumnya. Selama&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/catatan-sebelum-mudik/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Besok mudik, yay!<br />
Sebelum mudik dan secara puasa tinggal 2 hari lagi (kalo jadi lebaran hari Minggu), gue pengen evaluasi kegiatan selama 2bulan terakhir.</p>
<p><strong>Ibadah</strong><br />
Sebenarnya agak sensitif ngomongin ibadah di ruang publik, takut masuk kategori Riya&#8217;. Karena niatan pengen evaluasi dan introspeksi (Alhamdulillah jika ada menganggap Syiar), gue tulis beberapa kegiatan selama Ramadhan.</p>
<p>Apa yang berubah selama Ramadhan? Alhamdulillah, sampai kemarin tetap istiqomah menjalankan ibadah sunnah Ramadhan. Berbeda banget dengan tahun sebelumnya. Selama kuliah, lebih banyakan ga taraweh karna sibuk <strike>belajar</strike> bermain game dan kegiatan kampus. Selama awal kerja, sibuk <strike>mencari perhatian bos biar dapat nilai bagus</strike> bekerja dengan rajin. Dan baru kali ini bisa penuh menunaikan tanpa paksaan buku catatan Ramadhan semasa SD dulu. Kebetulan masa kuliah sedang hiatus, jadi bisa berkonsetrasi untuk ibadah.</p>
<p>Apa yang kurang selama Ramadhan? Sahur! bisa dihitung berapa kali gue sahur selama sebulan. Paling males bangun sahur karena faktor kesendirian *curcol*<br />
Sepertinya sudah waktunya mencari &#8216;teman sahur&#8217;, buat Ramadhan tahun depan. Do&#8217;akan saja, bisa segera mendapatkan pendamping hati *ngarep</p>
<p>Pengalaman paling indah selama Ramadhan adalah bisa qiyaamul lail bersama-nya di Istiqlal, semoga kesempatan kemarin bukan yang pertama dan terakhir.</p>
<p><strong>Kerjaan</strong><br />
Kita lagi ngerjain proyek 5S. Ini proyek follow-up dari hasil training yang disponsorin kantor. Secara background IT, ini merupakan hal yang baru. 5S/5R diadopsi dari metodologi lingkungan kerja yang dipakai di Jepang yaitu Seiri (Ringkas), Seiton (Rapih), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), Shitsuke (Rajin). Selain bagus untuk lingkungan kerja, konsep ini juga bagus untuk pengembangan pribadi. Rada malas membahas ini, silahkan baca mengenai <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/5S_(methodology)">5S</a></p>
<p>Terus juga, di minggu terakhir Ramadhan banyak sekali undangan berbuka puasa. Sengaja pakai kata sekali, karena setiap hari kita harus menentukan jatah siapa pergi kemana, apa mereka tidak mengatur jadwal untuk mengundang kita ya *sok penting.<br />
Walhasil, program diet yang gue jalanin jadi berantakan, screw buffet menu!</p>
<p>2 hari kemarin, gue juga sempat ditugaskan ke Palembang untuk roll-out project. Berkah Ramadhan, karena gue dikasi kesempatan untuk berbuka dan sahur bareng keluarga.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Selama 5 hari gue mudik, sudah ada itinerary yang harus dijabanin. Maksud hati juga pengen liburan, bukan (sekedar) silaturrahmi. So here we go welcoming a victory day! </p>
<p>Semoga amalan kita bisa diterima Alloh SWT dan menjadikan derajat kita lebih tinggi di sisi-NYA.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/catatan-sebelum-mudik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>How mature am I?</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/how-mature-am-i/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/how-mature-am-i/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 04:40:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=958</guid>
		<description><![CDATA[<p>Not bad.</p>
<table border=0 bgcolor=black cellspacing=2 cellpadding=10>
<tr bgcolor=white>
<td align=center><B><font face=verdana size=2><a target=_top href=http://www.youthink.com/quiz.cfm?action=go_detail&#038;sub_action=take&#038;obj_id=884><font color=2D3562>What is your level of maturity?</font></a></B>
<p><font color=2D3562 size=4><b>EXCELLENT</b></font>
<p>Your Grade: A. You have arrived!</td>
</tr>
<tr>
<td align=center><a target=_top href=http://www.youthink.com/quiz.cfm?action=go_detail&#038;sub_action=take&#038;obj_id=884><font face=verdana size=2 color=white><b>Click Here to Take This Quiz</B></font></a><br /><font size=1 color=C0C0C0 face=verdana>Brought to you by <a href=http://www.youthink.com/quiz.cfm><font color=white>YouThink.com</font></a> quizzes and personality tests.</font></td>
</tr>
</table>
<p><em>Untuk menghibur diri sendiri karena telah melakukan sesuatu yang bodoh.</em></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Not bad.</p>
<table border=0 bgcolor=black cellspacing=2 cellpadding=10>
<tr bgcolor=white>
<td align=center><B><font face=verdana size=2><a target=_top href=http://www.youthink.com/quiz.cfm?action=go_detail&#038;sub_action=take&#038;obj_id=884><font color=2D3562>What is your level of maturity?</font></a></B>
<p><font color=2D3562 size=4><b>EXCELLENT</b></font>
<p>Your Grade: A. You have arrived!</td>
</tr>
<tr>
<td align=center><a target=_top href=http://www.youthink.com/quiz.cfm?action=go_detail&#038;sub_action=take&#038;obj_id=884><font face=verdana size=2 color=white><b>Click Here to Take This Quiz</B></font></a><br /><font size=1 color=C0C0C0 face=verdana>Brought to you by <a href=http://www.youthink.com/quiz.cfm><font color=white>YouThink.com</font></a> quizzes and personality tests.</font></td>
</tr>
</table>
<p><em>Untuk menghibur diri sendiri karena telah melakukan sesuatu yang bodoh.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/how-mature-am-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>.tentang cinta</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/tentang-cinta/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/tentang-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 04:26:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=959</guid>
		<description><![CDATA[<p>&#8230;.<br />
RK: bedain <strong>penasaran</strong> sama <strong>cinta</strong> apa?<br />
InP: ya cinta,,mau kebanting ma kelempar2 tetep aja sama<br />
InP: klo perasaan fluktuatif..<br />
&#8230;.</p>
<p>dan saya pun berpikir,&#8230;apakah selama 8 tahun kebelakang, perasaan saya tidak berubah padanya walaupun sudah kebanting dan kelempar2?</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;.<br />
RK: bedain <strong>penasaran</strong> sama <strong>cinta</strong> apa?<br />
InP: ya cinta,,mau kebanting ma kelempar2 tetep aja sama<br />
InP: klo perasaan fluktuatif..<br />
&#8230;.</p>
<p>dan saya pun berpikir,&#8230;apakah selama 8 tahun kebelakang, perasaan saya tidak berubah padanya walaupun sudah kebanting dan kelempar2?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/tentang-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jawaban atas alasan kenapa tidak menikah</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/jawaban-atas-alasan-kenapa-tidak-menikah/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/jawaban-atas-alasan-kenapa-tidak-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 02:32:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=953</guid>
		<description><![CDATA[<p><em>Ada yang ngasih jawaban, perlu gue cantumin blognya ga yaaa? heuehhe</em></p>
<p>random thought from a woman.. and maybe these are what all women thought,,</p>
<ul>
<li>Lo ga perlu berbagi ranjang atau sofa dengannya?</li>
<p>well yeah ga punya sofa king size? Hmm,, kalo udah punya,, yakin mau dipake sendiri?</p>
<li>Ga perlu nyuci piring yang ga lo pake, ga perlu nyapu debu yang ga lo bawa dan ga perlu masak lebih?</li>
<p>siapa yang nyuruh cuci piring n</p></ul><p>&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/jawaban-atas-alasan-kenapa-tidak-menikah/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ada yang ngasih jawaban, perlu gue cantumin blognya ga yaaa? heuehhe</em></p>
<p>random thought from a woman.. and maybe these are what all women thought,,</p>
<ul>
<li>Lo ga perlu berbagi ranjang atau sofa dengannya?</li>
<p>well yeah ga punya sofa king size? Hmm,, kalo udah punya,, yakin mau dipake sendiri?</p>
<li>Ga perlu nyuci piring yang ga lo pake, ga perlu nyapu debu yang ga lo bawa dan ga perlu masak lebih?</li>
<p>siapa yang nyuruh cuci piring n nyapu,sepertinya lo Cuma diam baca Koran dan menikmati kopi yang gue buat.. </p>
<li>Ga perlu berebut cenel TV?</li>
<p>we have two TVs, right?</p>
<li>Mau balik subuh, bisa!?</li>
<p>yuk ahh,, kita sama2 balik subuh, jangan kaget kalo ketemu di suatu tempat ya</p>
<li>Bisa makan porsi berdua buat lo sendiri?</li>
<p>bukannya memang makan selalu 2 porsi ya?</p>
<li>Cuma perlu mengingat 1 hari tanggal penting dalam setahun, hari ulang tahun lo?</li>
<p>ga perlu diingat, nanti gue ingatkan.</p>
<li>Ada janji ama temen kapan aja, bisa donk?</li>
<p>kalo temen lo semua sibuk, mau janjian sama siapa? mending kalo ada gue</p>
<li>Ga ada yeng perlu di rawat dan di jaga?</li>
<p>dan ga ada yang akan ngerawat dan ngejaga</p>
<li>Waktu wiken, ga perlu buru-buru bangun?</li>
<p>loh bukannya kita ga akan buru-buru bangun pas wiken?</p>
<li>Ga perlu malu karna muka lo masih kusam di waktu pagi?</li>
<p>kenapa mesti malu, toh ya sama-sama kusam</p>
<li>Lempar kaos sana-sini, letak baju dimana aja…ga ada yang ngomel?</li>
<p>ga ada yang ngomel dan ga ada yang beresin.</p>
<li>Klo lagi butuh ‘temen’, tinggal kasi tiket gratis atau voucher makan ?</li>
<p>hmm, kenapa mesti spending lebih, kalau ada gue?</p>
<li>Ga perlu capek mencari kado ulang tahun atau anniversary?</li>
<p>ga perlu koq, gue yang bakal milih buat diri sendiri. Tugas lo? Kasih aja duitnya…</p>
<li>ga perlu jaim depan mertua?</li>
<p>ga bisa deny bagian ini, gue juga ga mau jaim depan mertua.</p>
<li>Berisik waktu makan? siapa yang larang??</li>
<p>gada yang larang, cuma mungkin calon client lo bakal ilfeel dan ga jadi bisnis bareng lo</p>
<li>Mau beli lensa? suka-suka?</li>
<p>hei yah,, gue suka lo beli lensa baru, artinya gw bisa dipotret lebih bagus donk?</p>
<li>Mau travelling? kemana aja kapan aja donk?</li>
<p>kalo gue punya duit, gue boleh ikut, dan kita bisa kemana aja dan kapan aja</p>
<li>Bisa begadang dengan siapa aja dan dimana aja?</li>
<p>skip this part!</p>
<li>Gue udah bilang hidup lebih bebas belum??</li>
<p>lebih bebas, dan lebih ga diperhatiin</p>
<li>Ga perlu capek melapor apa yang sudah dilakuin hari ini?</li>
<p>gue juga udah tahap percaya harusnya, tinggal lo aja gimana.</p>
<li>Mau ngomong apa aja ga ada yang ngelarang?</li>
<p>nggak ada, tapi dinding pun punya telinga. So becareful!</p>
<li>Browsing sana browsing sini ga ada yang ngomel?</li>
<p>iya, karena lo sibuk dengan yang maya, dan melewatkan kesempatan menarik dengan yang nyata. gue ngomel Cuma buat “menyadarkan” lo koq..</p>
<li>Ga nyuci motor ga ada yang berisik?</li>
<p>iya, ga nyuci artinya kan lo minta gue yang nyuci dengan cara halus. Walaupun ngomel, lo kan terbebas dari nyuci motor</p>
<li>Isi kamar mandi cuma peralatan lo doank?</li>
<p>heu euh, peralatan mandi yang dibeli sendiri. Tapi, ada apa ya dengan tambahan peralatan mandi dari gue?</p>
<li>Waktu single, ga perlu ada ‘drama kehidupan’?</li>
<p>hey, u live in your drama, single or not u will live on it!</p>
<li>Kamar berantakan? biarin aja dulu?</li>
<p>bukannya enak kalo ada yang beresin,</p>
<li>Ga perlu gelas klo minum dari botol?</li>
<p>gue bakal nyiapin banyak botol aqua kalo lo mau, tapi siapin aja duit yang banyak, karna lo kudu spending lebih.kalo pake gelas kan lebih hemat</p>
<li>Ga perlu minta maaf?</li>
<p>skiiip.,,</p>
<li>Ga da yang nyela lo waktu lo ngomong salah?</li>
<p>gue ga nyela, Cuma kasih tau yang bener</p>
<li>Ga perlu berbagi apapun dengan siapapun?</li>
<p>yakin ga mau berbagi cinta?</p>
<li>Kalo pulang kerja, lo ga perlu ‘kerja’ lagi?</li>
<p>hahha, kerjaan after work bukannya menyenangkan.</p>
<li>Kalo bilang ‘Gue masih single’, lo ga perlu bohong?</li>
<p>bukannya lebih enak bilang “I’m happily married man”?</p>
<li>Bisa menyimpan semua uang yang lo dapat?</li>
<p>hahha,, gue juga punya uang kalo lo ga mau kasih.  </p>
<li>Pergi ke club, ga perlu sembunyi-sembunyi?</li>
<p>well then yeah,, lo emang belum siap buat settle</p>
<li>Yang paling penting, sewaktu single..lo bisa diam kapan aja?</li>
<p>dan tidak bisa berbagi ketika lo lagi butuh berbagi</p>
<ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/jawaban-atas-alasan-kenapa-tidak-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alasan kenapa tidak menikah</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/alasan-kenapa-tidak-menikah/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/alasan-kenapa-tidak-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 09:11:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=946</guid>
		<description><![CDATA[<ul>
<li>Lo ga perlu berbagi ranjang atau sofa dengannya</li>
<li>Ga perlu nyuci piring yang ga lo pake, ga perlu nyapu debu yang ga lo bawa dan ga perlu masak lebih</li>
<li>Ga perlu berebut cenel TV</li>
<li>Mau balik subuh, bisa!</li>
<li>Bisa makan porsi berdua buat lo sendiri</li>
<li>Cuma perlu mengingat 1 hari tanggal penting dalam setahun, hari ulang tahun lo</li>
<li>Ada janji ama temen kapan aja, bisa donk</li>
<li>Ga ada yeng perlu di rawat dan di</li></ul><p>&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/alasan-kenapa-tidak-menikah/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>Lo ga perlu berbagi ranjang atau sofa dengannya</li>
<li>Ga perlu nyuci piring yang ga lo pake, ga perlu nyapu debu yang ga lo bawa dan ga perlu masak lebih</li>
<li>Ga perlu berebut cenel TV</li>
<li>Mau balik subuh, bisa!</li>
<li>Bisa makan porsi berdua buat lo sendiri</li>
<li>Cuma perlu mengingat 1 hari tanggal penting dalam setahun, hari ulang tahun lo</li>
<li>Ada janji ama temen kapan aja, bisa donk</li>
<li>Ga ada yeng perlu di rawat dan di jaga</li>
<li>Waktu wiken, ga perlu buru-buru bangun</li>
<li>Ga perlu malu karna muka lo masih kusam di waktu pagi</li>
<li>Lempar kaos sana-sini, letak baju dimana aja&#8230;ga ada yang ngomel</li>
<li>Klo lagi butuh &#8216;temen&#8217;, tinggal kasi tiket gratis atau voucher makan</li>
<li>Ga perlu capek mencari kado ulang tahun atau anniversary</li>
<li>ga perlu jaim depan mertua</li>
<li>Berisik waktu makan? siapa yang larang?</li>
<li>Mau beli lensa? suka-suka</li>
<li>Mau travelling? kemana aja kapan aja donk</li>
<li>Bisa begadang dengan siapa aja dan dimana aja</li>
<li>Gue udah bilang hidup lebih bebas belum?</li>
<li>Ga perlu capek melapor apa yang sudah dilakuin hari ini</li>
<li>Mau ngomong apa aja ga ada yang ngelarang</li>
<li>Browsing sana browsing sini ga ada yang ngomel</li>
<li>Ga nyuci motor ga ada yang berisik</li>
<li>Isi kamar mandi cuma peralatan lo doank</li>
<li>Waktu single, ga perlu ada &#8216;drama kehidupan&#8217;</li>
<li>Kamar berantakan? biarin aja dulu</li>
<li>Ga perlu gelas klo minum dari botol</li>
<li>Ga perlu minta maaf</li>
<li>Ga da yang nyela lo waktu lo ngomong salah</li>
<li>Ga perlu berbagi apapun dengan siapapun</li>
<li>Kalo pulang kerja, lo ga perlu &#8216;kerja&#8217; lagi</li>
<li>Kalo bilang &#8216;Gue masih single&#8217;, lo ga perlu bohong</li>
<li>Bisa menyimpan semua uang yang lo dapat</li>
<li>Pergi ke club, ga perlu sembunyi-sembunyi</li>
<li>Yang paling penting, sewaktu single..lo bisa diam kapan aja</li>
</ul>
<p><em>O dear God up there,..send me a <del datetime="2009-09-03T08:38:26+00:00">beautiful, rich, sexy, pious</del> nice-looking and emotionally-stable woman&#8230;I&#8217;ll vow to love her because of You.</em><br /><div class="img " style="width:450pxpx;">
	<img src="http://ohdediku.files.wordpress.com/2009/07/jump-for-love.jpg" alt="" width="450px"  />
	<div>Fly for Love</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/alasan-kenapa-tidak-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fakta yang mengejutkan namun tak terbantahkan</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/fakta-yang-mengejutkan-namun-tak-terbantahkan/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/fakta-yang-mengejutkan-namun-tak-terbantahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 13:39:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=933</guid>
		<description><![CDATA[<p><img style="float:left; margin: 4px;" src="http://www.excessmagazine.net/blog/wp-content/uploads/2008/11/207976055.jpg" width="200px" /></p>
<p>Lo pernah nonton <a href="http://www.imdb.com/title/tt0426931/">August Rush</a>? Buat lo yang pernah nonton, kebayang ga siy punya anak dengan bakat seperti itu? Paduan genetik seorang ibu pianist dan ayah vokalis bisa menghasilkan keturunan dengan bakat yang luar biasa.</p>
<p>Selama ini kita tau bahwa faktor kesuksesan itu ada 2, bakat dan kerja keras. Jika punya bakat tapi tidak mau bekerja keras, maka hasil yang dikeluarkan tidak akan maksimal. Jika tidak punya bakat tapi mau kerja keras, lo&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/fakta-yang-mengejutkan-namun-tak-terbantahkan/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left; margin: 4px;" src="http://www.excessmagazine.net/blog/wp-content/uploads/2008/11/207976055.jpg" width="200px" /></p>
<p>Lo pernah nonton <a href="http://www.imdb.com/title/tt0426931/">August Rush</a>? Buat lo yang pernah nonton, kebayang ga siy punya anak dengan bakat seperti itu? Paduan genetik seorang ibu pianist dan ayah vokalis bisa menghasilkan keturunan dengan bakat yang luar biasa.</p>
<p>Selama ini kita tau bahwa faktor kesuksesan itu ada 2, bakat dan kerja keras. Jika punya bakat tapi tidak mau bekerja keras, maka hasil yang dikeluarkan tidak akan maksimal. Jika tidak punya bakat tapi mau kerja keras, lo juga bisa sukses. Ada lagi yang percaya dengan faktor X, faktor kebetulan. Faktor yang bisa datang kapan saja dan ada campur tangan tuhan di dalamnya.</p>
<p>Selama ini, faktor di atas yang gue imani. Tapi setelah membaca <a href="http://www.excessmagazine.net/blog/wp-content/uploads/2008/11/207976055.jpg">buku ini</a>, iman gue goyah.</p>
<blockquote><p>&#8220;Outlier&#8221; is a scientific term to describe things or phenomena that lie outside normal experience</p></blockquote>
<p>Anomali, jika diartikan.</p>
<p>Di buku ini, Malcolm Gladwell ini mengulas beberapa fakta penting bagaimana orang-orang sukses bisa meraih pencapaian yang luar biasa. Bukan karena bakat atau kerja keras. Mereka bekerja sebanyak manusia normal dan dengan bakat yang rata-rata. </p>
<p>Apa yang membedakan mereka dengan orang lain, Malcolm menyebut beberapa faktor:</p>
<ol>
<li>Keuntungan akumulasi</li>
<p>Malcolm menyadari bahwa anak-anak yang lahir pada bulan² awal akan memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan anak-anak yang lahir bulan²akhir di tahun yang sama. Karena anak-anak tersebut memiliki kesempatan yang lebih besar dan jam belajar yang lebih lama dari teman-temannya.</p>
<p>Waktu SMP-SMA, gue sempat menganalisa kejadian ini. Beberapa teman yang menurut gue outstanding -baik secara pergaulan atau akademis- kebanyakan adalah mereka yang lahir pada bulan Januari-Februari.</p>
<li>Perlu 10.000 jam untuk menjadi seorang Expert</li>
<p>Tak peduli apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda minati, untuk bisa hebat dan terkenal Anda harus mengikuti hukum 10.000 ini. Tak terkecuali Beethoven, Ronaldo atau <a href="http://himawan.blogsome.com/">bapak ini</a>. Untuk bisa melakukan sesuatu, mungkin mudah..tapi untuk mahir dan menghasilkan masterpiece dari sesuatu, lo harus bekerja 10.000 jam terlebih dahulu.</p>
<li>Budaya</li>
<p>Dulu, gue sempat kagum dengan kemampuan matematis anak-anak Indonesia. Mereka dengan mudahnya menyabet emas, perak apalagi perunggu di lomba matematika kancah Internasional. Gue bilang itu dulu sebuah anugerah, tapi setelah membaca analisis dari Malcolm Gladwell..ternyata semuanya biasa saja.</p>
<p>Bahkan hal yang simple seperti quote/peribahasa, bisa menujukkan tingkat survavilitas suatu bangsa.
</ol>
<p>Sebenarnya ga ada yang baru, semua resep dan rahasia tentang kesuksesan sudah berserakan di mana-mana. Seperti kata temen gue mengenai filosofi: Bisa-Mampu-Mau.</p>
<p>Saya yakin, banyak dari kita yang bisa dan mampu, namun terhambat karena tidak mau.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/fakta-yang-mengejutkan-namun-tak-terbantahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>13.08 2009</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/13-08-2009/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/13-08-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 10:29:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=930</guid>
		<description><![CDATA[<p>Hari ini, 2 tahun lalu gue membuka chapter baru dalam hidup. 13 Agustus 2007 Gue dipinang oleh sebuah perusahaan telekomunikasi anak negeri. Tak terasa waktu cepat berlalu dan sudah 24 purnama gue lalui bersama orang-orang di dalamnya. </p>
<p>Dari cerita teman-teman seangkatan, 2 tahun mereka sudah kawin cerai dengan banyak perusahaan. Tentu saja alasannya mencari yang lebih baik (memang seharusnya begitu). Mulai dari segi jobdesc atau gaji.</p>
<p>Dulu, gue juga sering &#8216;selingkuh&#8217; dengan tawaran beberapa&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/13-08-2009/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, 2 tahun lalu gue membuka chapter baru dalam hidup. 13 Agustus 2007 Gue dipinang oleh sebuah perusahaan telekomunikasi anak negeri. Tak terasa waktu cepat berlalu dan sudah 24 purnama gue lalui bersama orang-orang di dalamnya. </p>
<p>Dari cerita teman-teman seangkatan, 2 tahun mereka sudah kawin cerai dengan banyak perusahaan. Tentu saja alasannya mencari yang lebih baik (memang seharusnya begitu). Mulai dari segi jobdesc atau gaji.</p>
<p>Dulu, gue juga sering &#8216;selingkuh&#8217; dengan tawaran beberapa perusahaan. Ketika masih bekerja gue mengikuti beberapa tawaran dari perusahaan lain. Tapi semakin sering gue mengikuti proses perekrutan, semakin gue menyadari bahwa semua pekerjaan adalah sama. Sama dalam artian bahwa &#8216;Try to make a living&#8217;.</p>
<p>Ini memang bukan pekerjaan terbaik di dunia yang gue idam-idamkan, tapi paling tidak masih bisa gue jalani. Bukankah esensi dari kebahagiaan adalah &#8216;menikmati yang dimiliki, bukan menginginkan yang tak dimiliki&#8217;?</p>
<p>Gue (dan mungkin lo), mungkin sedikit dari orang yang beruntung yang masih bisa <strike>menikmati</strike> menjalani sebuah pekerjaan. Banyak orang yang saat ini masih mencari pekerjaan karena status pengangguran mereka, dan yang paling kasihan adalah mereka yang sudah bekerja tapi tidak bisa menikmati pekerjaannya.</p>
<p>Apa yang sudah gue dapat 2 tahun ini?<br />
Materi? ga banyak..gue masih belum bisa nyicil rumah dan biaya nikah.<br />
Pengalaman? gue merasa kemampuan menjadi downgrade.<br />
Teman? hey..gue bisa mendapatkan teman di mana saja.<br />
Lingkungan kerja? dimana-mana sama aja, gue pernah ngerasain yang lebih tertekan lagi.</p>
<p>Lalu apa yang membuat gue masih bertahan sampai saat ini? Pertanyaan sama yang sering gue tanyakan dan seringkali membuat gue takjub dengan jawaban yang muncul, dedikasi dan loyalitas. Terdengar bodoh, bukan? </p>
<p>Dedikasi&#038;loyalitas yang gue maksud bukanlah sesuatu yang ingin gue tunjukkan ke perusahaan, tapi sesuatu yang ingin gue buktiin ke diri gue sendiri. Apakah gue bisa mensyukuri apa yang gue dapat dan menjalaninya dengan ikhlas atau gue dengan mudahnya mencari sesuatu di luar sana? Tidak ada target berapa lama lagi gue harus membuktikan ini, tapi waktu 2 tahun bukanlah waktu yang sebentar dan gue sudah cukup puas dengan apa yang gue lakukan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/13-08-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Pernah Menyerah &#8211; D&#8217;Massive</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/jangan-pernah-menyerah-dmassive/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/jangan-pernah-menyerah-dmassive/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 08:39:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book&Movie]]></category>
		<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=928</guid>
		<description><![CDATA[<p>Tak ada manusia<br />
Yang terlahir sempurna<br />
Jangan kau sesali<br />
Segala yang telah terjadi</p>
<p>Kita pasti pernah<br />
Dapatkan cobaan yang berat<br />
Seakan hidup ini<br />
Tak ada artinya lagi</p>
<p>Reff 1:<br />
Syukuri apa yang ada<br />
Hidup adalah anugerah<br />
Tetap jalani hidup ini<br />
Melakukan yang terbaik</p>
<p>Tak ada manusia<br />
Yang terlahir sempurna<br />
Jangan kau sesali<br />
Segala yang telah terjadi</p>
<p>Back to Reff 1</p>
<p>Reff 2:<br&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/jangan-pernah-menyerah-dmassive/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak ada manusia<br />
Yang terlahir sempurna<br />
Jangan kau sesali<br />
Segala yang telah terjadi</p>
<p>Kita pasti pernah<br />
Dapatkan cobaan yang berat<br />
Seakan hidup ini<br />
Tak ada artinya lagi</p>
<p>Reff 1:<br />
Syukuri apa yang ada<br />
Hidup adalah anugerah<br />
Tetap jalani hidup ini<br />
Melakukan yang terbaik</p>
<p>Tak ada manusia<br />
Yang terlahir sempurna<br />
Jangan kau sesali<br />
Segala yang telah terjadi</p>
<p>Back to Reff 1</p>
<p>Reff 2:<br />
Tuhan pasti kan menunjukkan<br />
Kebesaran dan kuasanya<br />
Bagi hambanya yang sabar<br />
Dan tak kenal Putus asa<br />
=============================</p>
<p>Lagu ini selalu terngiang dalam kepala. Acapkali secara tak sengaja berbisik mendendangkannya. Waktu di kantor, di perjalanan, bahkan waktu boker.</p>
<p>Walaupun lirik dan melodinya sederhana, terasa pas banget dan enak di dengar.</p>
<p>Kesempurnaan hanya miliknya, yang hanya bisa kita lakukan adalah mensyukuri apa yang ada dan tak henti untuk berusaha.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/jangan-pernah-menyerah-dmassive/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>lead a double life</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/lead-a-double-life/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/lead-a-double-life/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 17:34:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=926</guid>
		<description><![CDATA[<p>I used to want to be as a secret agent, 007 is my idol. Not only he has so many cool gadgets and admired by girls, but he can lead so many life at once. One moment he is an artist and then he become the most dangerous assassin in the world. In a day he become pilot, in a night he become an invincible spy.</p>
<p>I think it&#8217;s easy, but I&#8217;m wrong.</p>
<p>Now I&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/lead-a-double-life/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I used to want to be as a secret agent, 007 is my idol. Not only he has so many cool gadgets and admired by girls, but he can lead so many life at once. One moment he is an artist and then he become the most dangerous assassin in the world. In a day he become pilot, in a night he become an invincible spy.</p>
<p>I think it&#8217;s easy, but I&#8217;m wrong.</p>
<p>Now I lead a double life. Not as a secret agent nor as spy, but as an employee and post-graduate student. Nothing special about it, but it&#8217;s kind of thing I want to write right now.</p>
<p>It&#8217;s not hard though, but kind of tricky.</p>
<p>When things get hard at the office, you must prepare task to finish so you can submit it to the lecturer. It&#8217;s not the time I&#8217;m complain about. Its the mood you have to setup. A whole day I have to suit the employee-uniform and in the evening you have to open the notebook to see the subject&#8217;s slideshow. </p>
<p>In the beginning, I think its fun and have no worry about it. I&#8217;ve been there, I&#8217;ve done that. I used to stand in tougher battlefield and I survived. The differentiation is, that this battle I have to fight it alone. I have no teammate, I dont fight as a group.</p>
<p>I am a team player, my best come up when I&#8217;m in a team. And now, getting the fact that I have through it by myself&#8230;It sux, if I may say.</p>
<p>I take this road because I know, someday in a chapter of my life I need it. I know things getting tough and tough gets going. I just don&#8217;t want when I get going, I can&#8217;t enjoy every step of it.</p>
<p>Does a refresh-button in real life really exist, if it does I need to push it right now.</p>
<p><em>*this post is intended to smash the brick wall that separate my mind and this blog, hope I can write much more*</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/lead-a-double-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Commitment</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/commitment/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/commitment/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 13:27:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=922</guid>
		<description><![CDATA[<p><img src="http://marriagevowworkbook.com/images/blog/commitment-scale-lg.gif" alt="Commitment" /></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://marriagevowworkbook.com/images/blog/commitment-scale-lg.gif" alt="Commitment" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/commitment/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Transcript: Oprah Speech at Stanford University</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/transcript-oprah-speech-at-stanford-university/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/transcript-oprah-speech-at-stanford-university/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 11:23:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=917</guid>
		<description><![CDATA[<p>&#8220;Thank you, President Hennessy, and to the trustees and the faculty, to all of the parents and grandparents, to you, the Stanford graduates. Thank you for letting me share this amazing day with you.</p>
<p>I need to begin by letting everyone in on a little secret. The secret is that Kirby Bumpus, Stanford Class of 2008, is my goddaughter. So, I was thrilled when President Hennessy asked me to be your Commencement speaker, because this&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/transcript-oprah-speech-at-stanford-university/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Thank you, President Hennessy, and to the trustees and the faculty, to all of the parents and grandparents, to you, the Stanford graduates. Thank you for letting me share this amazing day with you.</p>
<p>I need to begin by letting everyone in on a little secret. The secret is that Kirby Bumpus, Stanford Class of 2008, is my goddaughter. So, I was thrilled when President Hennessy asked me to be your Commencement speaker, because this is the first time I&#8217;ve been allowed on campus since Kirby&#8217;s been here.</p>
<p>You see, Kirby&#8217;s a very smart girl. She wants people to get to know her on her own terms, she says. Not in terms of who she knows. So, she never wants anyone who&#8217;s first meeting her to know that I know her and she knows me. So, when she first came to Stanford for new student orientation with her mom, I hear that they arrived and everybody was so welcoming, and somebody came up to Kirby and they said, &#8220;Ohmigod, that&#8217;s Gayle King!&#8221; Because a lot of people know Gayle King as my BFF (best friend forever).</p>
<p>And so somebody comes up to Kirby, and they say, &#8220;Ohmigod, is that Gayle King?&#8221; And Kirby&#8217;s like, &#8220;Uh-huh. She&#8217;s my mom.&#8221;</p>
<p>And so the person says, &#8220;Ohmigod, does it mean, like, you know Oprah Winfrey?&#8221;</p>
<p>And Kirby says, &#8220;Sort of.&#8221;</p>
<p>I said, &#8220;Sort of? You sort of know me?&#8221; </p>
<p>Well, I have photographic proof. I have pictures which I can e-mail to you, all of Kirby riding horsey with me on all fours. So, I more than sort-of know Kirby Bumpus. And I&#8217;m so happy to be here, just happy that I finally, after four years, get to see her room. There&#8217;s really nowhere else I&#8217;d rather be, because I&#8217;m so proud of Kirby, who graduates today with two degrees, one in human bio and the other in psychology. Love you, Kirby Cakes! That&#8217;s how well I know her. I can call her Cakes.</p>
<p>And so proud of her mother and father, who helped her get through this time, and her brother, Will. I really had nothing to do with her graduating from Stanford, but every time anybody&#8217;s asked me in the past couple of weeks what I was doing, I would say, &#8220;I&#8217;m getting ready to go to Stanford.&#8221;<br />
<span id="more-917"></span><br />
I just love saying &#8220;Stanford.&#8221; Because the truth is, I know I would have never gotten my degree at all, &#8217;cause I didn&#8217;t go to Stanford. I went to Tennessee State University. But I never would have gotten my diploma at all, because I was supposed to graduate back in 1975, but I was short one credit. And I figured, I&#8217;m just going to forget it, &#8217;cause, you know, I&#8217;m not going to march with my class. Because by that point, I was already on television. I&#8217;d been in television since I was 19 and a sophomore. Granted, I was the only television anchor person that had an 11 o&#8217;clock curfew doing the 10 o&#8217;clock news.</p>
<p>Seriously, my dad was like, &#8220;Well, that news is over at 10.30. Be home by 11.&#8221;</p>
<p>But that didn&#8217;t matter to me, because I was earning a living. I was on my way. So, I thought, I&#8217;m going to let this college thing go and I only had one credit short. But, my father, from that time on and for years after, was always on my case, because I did not graduate. He&#8217;d say, &#8220;Oprah Gail&#8221;&#8211;that&#8217;s my middle name &#8211;&#8221;I don&#8217;t know what you&#8217;re gonna do without that degree.&#8221; </p>
<p>And I&#8217;d say, &#8220;But, Dad, I have my own television show.&#8221; And he&#8217;d say, &#8220;Well, I still don&#8217;t know what you&#8217;re going to do without that degree.&#8221;</p>
<p>And I&#8217;d say, &#8220;But, Dad, now I&#8217;m a talk show host.&#8221; He&#8217;d say, &#8220;I don&#8217;t know how you&#8217;re going to get another job without that degree.&#8221;</p>
<p> So, in 1987, Tennessee State University invited me back to speak at their commencement. By then, I had my own show, was nationally syndicated. I&#8217;d made a movie, had been nominated for an Oscar and founded my company, Harpo. But I told them, I cannot come and give a speech unless I can earn one more credit, because my dad&#8217;s still saying I&#8217;m not going to get anywhere without that degree.</p>
<p>So, I finished my coursework, I turned in my final paper and I got the degree.</p>
<p>And my dad was very proud. And I know that, if anything happens, that one credit will be my salvation.</p>
<p>But I also know why my dad was insisting on that diploma, because, as BB King put it, &#8220;The beautiful thing about learning is that nobody can take that away from you.&#8221; And learning is really in the broadest sense what I want to talk about today, because your education, of course, isn&#8217;t ending here. In many ways, it&#8217;s only just begun.</p>
<p>The world has so many lessons to teach you. I consider the world, this Earth, to be like a school and our life the classrooms. And sometimes here in this Planet Earth school, the lessons often come dressed up as detours or roadblocks. And sometimes as full-blown crises.</p>
<p>And the secret I&#8217;ve learned to getting ahead is being open to the lessons, lessons from the grandest university of all, that is, the universe itself.</p>
<p>It&#8217;s being able to walk through life eager and open to self-improvement and that which is going to best help you evolve, &#8217;cause that&#8217;s really why we&#8217;re here, to evolve as human beings. To grow into more of ourselves, always moving to the next level of understanding, the next level of compassion and growth.</p>
<p>I think about one of the greatest compliments I&#8217;ve ever received: I interviewed with a reporter when I was first starting out in Chicago. And then many years later, I saw the same reporter. And she said to me, &#8220;You know what? You really haven&#8217;t changed. You&#8217;ve just become more of yourself.&#8221;</p>
<p>And that is really what we&#8217;re all trying to do, become more of ourselves. And I believe that there&#8217;s a lesson in almost everything that you do and every experience, and getting the lesson is how you move forward. It&#8217;s how you enrich your spirit. And, trust me, I know that inner wisdom is more precious than wealth. The more you spend it, the more you gain.</p>
<p>So, today, I just want to share a few lessons &#8212; meaning three &#8212; that I&#8217;ve learned in my journey so far. And aren&#8217;t you glad? Don&#8217;t you hate it when somebody says, &#8220;I&#8217;m going to share a few,&#8221; and it&#8217;s 10 lessons later? And, you&#8217;re like, &#8220;Listen, this is my graduation. This is not about you.&#8221; So, it&#8217;s only going to be three.</p>
<p>The three lessons that have had the greatest impact on my life have to do with feelings, with failure and with finding happiness.</p>
<p>A year after I left college, I was given the opportunity to co-anchor the 6 o&#8217;clock news in Baltimore, because the whole goal in the media at the time I was coming up was you try to move to larger markets. And Baltimore was a much larger market than Nashville. So, getting the 6 o&#8217;clock news co-anchor job at 22 was such a big deal. It felt like the biggest deal in the world at the time.</p>
<p>And I was so proud, because I was finally going to have my chance to be like Barbara Walters, which is who I had been trying to emulate since the start of my television career. So, I was 22 years old, making $22,000 a year. And it&#8217;s where I met my best friend, Gayle, who was an intern at the same television station. And once we became friends, we&#8217;d say, &#8220;Ohmigod, I can&#8217;t believe it! You&#8217;re making $22,000 and you&#8217;re only 22. Imagine when you&#8217;re 40 and you&#8217;re making $40,000!</p>
<p>When I turned 40, I was so glad that didn&#8217;t happen.</p>
<p> So, here I am, 22, making $22,000 a year and, yet, it didn&#8217;t feel right. It didn&#8217;t feel right. </p>
<p>The first sign, as President Hennessy was saying, was when they tried to change my name. The news director said to me at the time, &#8220;Nobody&#8217;s going to remember Oprah. So, we want to change your name. We&#8217;ve come up with a name we think that people will remember and people will like. It&#8217;s a friendly name: Suzie.&#8221;</p>
<p>Hi, Suzie. Very friendly. You can&#8217;t be angry with Suzie. Remember Suzie. But my name wasn&#8217;t Suzie. And, you know, I&#8217;d grown up not really loving my name, because when you&#8217;re looking for your little name on the lunch boxes and the license plate tags, you&#8217;re never going to find Oprah.</p>
<p>So, I grew up not loving the name, but once I was asked to change it, I thought, well, it is my name and do I look like a Suzie to you? So, I thought, no, it doesn&#8217;t feel right. I&#8217;m not going to change my name. And if people remember it or not, that&#8217;s OK.</p>
<p>And then they said they didn&#8217;t like the way I looked. This was in 1976, when your boss could call you in and say, &#8220;I don&#8217;t like the way you look.&#8221; Now that would be called a lawsuit, but back then they could just say, &#8220;I don&#8217;t like the way you look.&#8221; </p>
<p>Which, in case some of you in the back, if you can&#8217;t tell, is nothing like Barbara Walters. So, they sent me to a salon where they gave me a perm, and after a few days all my hair fell out and I had to shave my head. And then they really didn&#8217;t like the way I looked.</p>
<p>Because now I am black and bald and sitting on television. Not a pretty picture.</p>
<p>But even worse than being bald, I really hated, hated, hated being sent to report on other people&#8217;s tragedies as a part of my daily duty, knowing that I was just expected to observe, when everything in my instinct told me that I should be doing something, I should be lending a hand.</p>
<p>So, as President Hennessy said, I&#8217;d cover a fire and then I&#8217;d go back and I&#8217;d try to give the victims blankets. And I wouldn&#8217;t be able to sleep at night because of all the things I was covering during the day.</p>
<p>And, meanwhile, I was trying to sit gracefully like Barbara and make myself talk like Barbara. And I thought, well, I could make a pretty goofy Barbara. And if I could figure out how to be myself, I could be a pretty good Oprah. I was trying to sound elegant like Barbara. And sometimes I didn&#8217;t read my copy, because something inside me said, this should be spontaneous. So, I wanted to get the news as I was giving it to the people. So, sometimes, I wouldn&#8217;t read my copy and it would be, like, six people on a pileup on I-40. Oh, my goodness.</p>
<p>And sometimes I wouldn&#8217;t read the copy &#8212; because I wanted to be spontaneous &#8212; and I&#8217;d come across a list of words I didn&#8217;t know and I&#8217;d mispronounce. And one day I was reading copy and I called Canada &#8220;ca nada.&#8221; And I decided, this Barbara thing&#8217;s not going too well. I should try being myself.</p>
<p>But at the same time, my dad was saying, &#8220;Oprah Gail, this is an opportunity of a lifetime. You better keep that job.&#8221; And my boss was saying, &#8220;This is the nightly news. You&#8217;re an anchor, not a social worker. Just do your job.&#8221;</p>
<p>So, I was juggling these messages of expectation and obligation and feeling really miserable with myself. I&#8217;d go home at night and fill up my journals, &#8217;cause I&#8217;ve kept a journal since I was 15 &#8212; so, I now have volumes of journals. So, I&#8217;d go home at night and fill up my journals about how miserable I was and frustrated. Then I&#8217;d eat my anxiety. That&#8217;s where I learned that habit.</p>
<p>And after eight months, I lost that job. They said I was too emotional. I was too much. But since they didn&#8217;t want to pay out the contract, they put me on a talk show in Baltimore. And the moment I sat down on that show, the moment I did, I felt like I&#8217;d come home. I realized that television could be more than just a playground, but a platform for service, for helping other people lift their lives. And the moment I sat down, doing that talk show, it felt like breathing. It felt right. And that&#8217;s where everything that followed for me began.</p>
<p>And I got that lesson. When you&#8217;re doing the work you&#8217;re meant to do, it feels right and every day is a bonus, regardless of what you&#8217;re getting paid.</p>
<p>It&#8217;s true. And how do you know when you&#8217;re doing something right? How do you know that? It feels so. What I know now is that feelings are really your GPS system for life. When you&#8217;re supposed to do something or not supposed to do something, your emotional guidance system lets you know. </p>
<p>The trick is to learn to check your ego at the door and start checking your gut instead. Every right decision I&#8217;ve made &#8212; every right decision I&#8217;ve ever made &#8212; has come from my gut. And every wrong decision I&#8217;ve ever made was a result of me not listening to the greater voice of myself.</p>
<p>If it doesn&#8217;t feel right, don&#8217;t do it. That&#8217;s the lesson. </p>
<p>And that lesson alone will save you, my friends, a lot of grief. Even doubt means don&#8217;t. This is what I&#8217;ve learned. There are many times when you don&#8217;t know what to do. When you don&#8217;t know what to do, get still, get very still, until you do know what to do.</p>
<p>And when you do get still and let your internal motivation be the driver, not only will your personal life improve, but you will gain a competitive edge in the working world as well. Because, as Daniel Pink writes in his bestseller, A Whole New Mind, we&#8217;re entering a whole new age. </p>
<p>And he calls it the &#8216;Conceptual Age&#8217;, where traits that set people apart today are going to come from our hearts &#8212; right brain &#8212; as well as our heads. It&#8217;s no longer just the logical, linear, rules-based thinking that matters, he says. It&#8217;s also empathy and joyfulness and purpose, inner traits that have transcendent worth.</p>
<p>These qualities bloom when we&#8217;re doing what we love, when we&#8217;re involving the wholeness of ourselves in our work, both our expertise and our emotion. So, I say to you, forget about the fast lane. If you really want to fly, just harness your power to your passion. Honor your calling. Everybody has one. Trust your heart and success will come to you.</p>
<p>So, how do I define success? Let me tell you, money&#8217;s pretty nice. I&#8217;m not going to stand up here and tell you that it&#8217;s not about money, &#8217;cause money is very nice. I like money. It&#8217;s good for buying things.</p>
<p>But having a lot of money does not automatically make you a successful person. What you want is money and meaning. You want your work to be meaningful. Because meaning is what brings the real richness to your life. What you really want is to be surrounded by people you trust and treasure and by people who cherish you. That&#8217;s when you&#8217;re really rich.</p>
<p>So, lesson one, follow your feelings. If it feels right, move forward. If it doesn&#8217;t feel right, don&#8217;t do it.</p>
<p>Now I want to talk a little bit about failings, because nobody&#8217;s journey is seamless or smooth. We all stumble. We all have setbacks. If things go wrong, you hit a dead end—as you will—it&#8217;s just life&#8217;s way of saying time to change course. So, ask every failure &#8212; this is what I do with every failure, every crisis, every difficult time &#8212; I say, what is this here to teach me? And as soon as you get the lesson, you get to move on. If you really get the lesson, you pass and you don&#8217;t have to repeat the class. If you don&#8217;t get the lesson, it shows up wearing another pair of pants &#8212; or skirt &#8212; to give you some remedial work.</p>
<p>And what I&#8217;ve found is that difficulties come when you don&#8217;t pay attention to life&#8217;s whisper, because life always whispers to you first. And if you ignore the whisper, sooner or later you&#8217;ll get a scream. Whatever you resist persists. But, if you ask the right question—not why is this happening, but what is this here to teach me? &#8212; it puts you in the place and space to get the lesson you need.</p>
<p>My friend Eckhart Tolle, who&#8217;s written this wonderful book called A New Earth that&#8217;s all about letting the awareness of who you are stimulate everything that you do, he puts it like this: He says, don&#8217;t react against a bad situation; merge with that situation instead. And the solution will arise from the challenge. Because surrendering yourself doesn&#8217;t mean giving up; it means acting with responsibility.</p>
<p>Many of you know that, as President Hennessy said, I started this school in Africa. And I founded the school, where I&#8217;m trying to give South African girls a shot at a future like yours &#8212; Stanford. And I spent five years making sure that school would be as beautiful as the students. I wanted every girl to feel her worth reflected in her surroundings. </p>
<p>So, I checked every blueprint, I picked every pillow. I was looking at the grout in between the bricks. I knew every thread count of the sheets. I chose every girl from the villages, from nine provinces. And yet, last fall, I was faced with a crisis I had never anticipated. I was told that one of the dorm matrons was suspected of sexual abuse.</p>
<p>That was, as you can imagine, devastating news. First, I cried &#8212; actually, I sobbed &#8212; for about half an hour. And then I said, let&#8217;s get to it; that&#8217;s all you get, a half an hour. You need to focus on the now, what you need to do now. So, I contacted a child trauma specialist. I put together a team of investigators. I made sure the girls had counseling and support. And Gayle and I got on a plane and flew to South Africa.</p>
<p>And the whole time I kept asking that question: what is this here to teach me? And, as difficult as that experience has been, I got a lot of lessons. I understand now the mistakes I made, because I had been paying attention to all of the wrong things. I&#8217;d built that school from the outside in, when what really mattered was the inside out.</p>
<p>So, it&#8217;s a lesson that applies to all of our lives as a whole. What matters most is what&#8217;s inside. What matters most is the sense of integrity, of quality and beauty. I got that lesson. And what I know is that the girls came away with something, too. They have emerged from this more resilient and knowing that their voices have power.</p>
<p>And their resilience and spirit have given me more than I could ever give to them, which leads me to my final lesson &#8212; the one about finding happiness &#8212; which we could talk about all day, but I know you have other wacky things to do.</p>
<p>Not a small topic this is, finding happiness. But in some ways I think it&#8217;s the simplest of all.</p>
<p>Gwendolyn Brooks wrote a poem for her children. It&#8217;s called Speech to the Young: Speech to the Progress-Toward. And she says at the end, &#8220;Live not for battles won. / Live not for the-end-of-the-song. / Live in the along.&#8221; </p>
<p>She&#8217;s saying, like Eckhart Tolle, that you have to live for the present. You have to be in the moment. Whatever has happened to you in your past has no power over this present moment, because life is now.</p>
<p>But I think she&#8217;s also saying, be a part of something. Don&#8217;t live for yourself alone. This is what I know for sure: In order to be truly happy, you must live along with and you have to stand for something larger than yourself. Because life is a reciprocal exchange. To move forward you have to give back. And to me, that is the greatest lesson of life. To be happy, you have to give something back.</p>
<p>I know you know that, because that&#8217;s a lesson that&#8217;s woven into the very fabric of this university. It&#8217;s a lesson that Jane and Leland Stanford got and one they&#8217;ve bequeathed to you. Because all of you know the story of how this great school came to be, how the Stanfords lost their only child to typhoid at the age of 15. </p>
<p>They had every right and they had every reason to turn their backs against the world at that time, but instead, they channeled their grief and their pain into an act of grace. Within a year of their son&#8217;s death, they had made the founding grant for this great school, pledging to do for other people&#8217;s children what they were not able to do for their own boy.</p>
<p>The lesson here is clear, and that is, if you&#8217;re hurting, you need to help somebody ease their hurt. If you&#8217;re in pain, help somebody else&#8217;s pain. And when you&#8217;re in a mess, you get yourself out of the mess helping somebody out of theirs. And in the process, you get to become a member of what I call the greatest fellowship of all, the sorority of compassion and the fraternity of service.</p>
<p>The Stanfords had suffered the worst thing any mom and dad can ever endure, yet they understood that helping others is the way we help ourselves. And this wisdom is increasingly supported by scientific and sociological research. It&#8217;s no longer just woo-woo soft-skills talk. There&#8217;s actually a helper&#8217;s high, a spiritual surge you gain from serving others. So, if you want to feel good, you have to go out and do some good.</p>
<p>But when you do good, I hope you strive for more than just the good feeling that service provides, because I know this for sure, that doing good actually makes you better. So, whatever field you choose, if you operate from the paradigm of service, I know your life will have more value and you will be happy.</p>
<p>I was always happy doing my talk show, but that happiness reached a depth of fulfillment, of joy, that I really can&#8217;t describe to you or measure when I stopped just being on TV and looking at TV as a job and decided to use television, to use it and not have it use me, to use it as a platform to serve my viewers. That alone changed the trajectory of my success.</p>
<p>So, I know this &#8212; that whether you&#8217;re an actor, you offer your talent in the way that most inspires art. If you&#8217;re an anatomist, you look at your gift as knowledge and service to healing. Whether you&#8217;ve been called, as so many of you here today getting doctorates and other degrees, to the professions of business, law, engineering, humanities, science, medicine, if you choose to offer your skills and talent in service, when you choose the paradigm of service, looking at life through that paradigm, it turns everything you do from a job into a gift. And I know you haven&#8217;t spent all this time at Stanford just to go out and get a job.</p>
<p>You&#8217;ve been enriched in countless ways. There&#8217;s no better way to make your mark on the world and to share that abundance with others. My constant prayer for myself is to be used in service for the greater good.</p>
<p>So, let me end with one of my favorite quotes from Martin Luther King. Dr King said, &#8220;Not everybody can be famous.&#8221; And I don&#8217;t know, but everybody today seems to want to be famous.</p>
<p>But fame is a trip. People follow you to the bathroom, listen to you pee. It&#8217;s just &#8212; try to pee quietly. It doesn&#8217;t matter, they come out and say, &#8220;Ohmigod, it&#8217;s you. You peed.&#8221;</p>
<p>That&#8217;s the fame trip, so I don&#8217;t know if you want that.</p>
<p>So, Dr King said, &#8220;Not everybody can be famous. But everybody can be great, because greatness is determined by service.&#8221; Those of you who are history scholars may know the rest of that passage. He said, &#8220;You don&#8217;t have to have a college degree to serve. You don&#8217;t have to make your subject and verb agree to serve. You don&#8217;t have to know about Plato or Aristotle to serve. You don&#8217;t have to know Einstein&#8217;s theory of relativity to serve. You don&#8217;t have to know the second theory of thermodynamics in physics to serve. You only need a heart full of grace and a soul generated by love.&#8221;</p>
<p>In a few moments, you&#8217;ll all be officially Stanford&#8217;s &#8217;08.</p>
<p>You have the heart and the smarts to go with it. And it&#8217;s up to you to decide, really, where will you now use those gifts? You&#8217;ve got the diploma, so go out and get the lessons, &#8217;cause I know great things are sure to come.</p>
<p>You know, I&#8217;ve always believed that everything is better when you share it, so before I go, I wanted to share a graduation gift with you. Underneath your seats you&#8217;ll find two of my favorite books. Eckhart Tolle&#8217;s A New Earth is my current book club selection. Our New Earth webcast has been downloaded 30 million times with that book. And Daniel Pink&#8217;s A Whole New Mind: Why Right-Brainers Will Rule the Future has reassured me I&#8217;m in the right direction.</p>
<p>I really wanted to give you cars but I just couldn&#8217;t pull that off! Congratulations, &#8217;08!</p>
<p>Thank you. Thank you.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/transcript-oprah-speech-at-stanford-university/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Decoding the barcode</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/decoding-the-barcode/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/decoding-the-barcode/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 11:56:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=915</guid>
		<description><![CDATA[<p><img src="http://graphics8.nytimes.com/images/2009/06/26/business/0626-biz-BARCODE.jpg" /></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://graphics8.nytimes.com/images/2009/06/26/business/0626-biz-BARCODE.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/decoding-the-barcode/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rihlah YISC F ke P. Seribu</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/rihlah-yisc-f-ke-p-seribu/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/rihlah-yisc-f-ke-p-seribu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 16:01:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Community]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Photography]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=913</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sabtu-Minggu (13-14 Juni) lalu, gue dan kawan-kawan dari YISC mengadakan acara perpisahan di luar kota.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Pulau Seribu adalah tujuan kami.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Ini berawal dari <strike>hasutan</strike> ajakan gue kalo mereka harus melakukan sesuatu out-of-the routines, something new that they will remember all the time. Gue menantang mereka melakukan snorkeling. Tidak bisa berenang bukan alasan untuk tidak bisa menikmati keindahan bawah laut dan ciptaan Alloh SWT.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Ide ini disambut beberapa orang dengan antusias. Tapi ada&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/rihlah-yisc-f-ke-p-seribu/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu-Minggu (13-14 Juni) lalu, gue dan kawan-kawan dari YISC mengadakan acara perpisahan di luar kota.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Pulau Seribu adalah tujuan kami.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Ini berawal dari <strike>hasutan</strike> ajakan gue kalo mereka harus melakukan sesuatu out-of-the routines, something new that they will remember all the time. Gue menantang mereka melakukan snorkeling. Tidak bisa berenang bukan alasan untuk tidak bisa menikmati keindahan bawah laut dan ciptaan Alloh SWT.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Ide ini disambut beberapa orang dengan antusias. Tapi ada yang tidak begitu antusias karena alasan biaya dan waktu. Di minggu akhir, rencana hampir saja berantakan karena dari target 10 orang yang ikut hanya 4 orang saja yang konfirmasi pasti ikut. Padahal gue udah menghubungi kenalan yang ada di sana untuk menyediakan tempat tinggal, makanan, peralatan snorkeling dan sewa kapal.</p>
<p>&#13;</p>
<p>(Nyaris) Gagal ini sedikit membuat gue senang karena minggu depan gue mau UTS, jadi paling tidak ada sedikit waktu untuk belajar dan menghabiskan waktu bersamanya. Di sisi lain, gue harus mempertanggungjawabkan ke Pak Menik di sana karena beliau sudah mempersiapkan segalanya. Gue berinisiatif untuk mengumpulkan 25ribu perorang sebagai &#8216;biaya tidak enak&#8217;. Mengingkari janji is not my style.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Tapi karena <strike>paksaan</strike> bujukan Taufiq mentor kelas, berhasil terkumpul 9 orang yang pasti ikut. So here we go to Pulau Seribu.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Minggu pagi, jam 4 gue udah menunggu di randesvouz, simpang CL/Grogol menunggu teman-teman. Walopun kita janjian jam 5.30, tapi gue berusaha datang lebih cepat biar gue menunggu lebih awal. Hingga pukul 5.45 belum ada satupun yang keluar batang hidungnya. Yeah, rather sux. Versi gue, jam 5.30 adalah dimana jarum panjang menunjukkan angka 6 dan jarum pendek berada ditengah angka 5 dan 6.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Setelah jam 6, kita semua berkumpul dan dengan 2 mobil kita menuju ke Muara Karang, dermaga kapal tempat kita akan naik kapal (ya iyalah, masak naik bom-bom car) ke Pulau Pramuka. Bau Ikan dan keramean turis lokal yang bertujuan sama menemani perjalanan kami. 5 cewek berada di kapal, dan 4 cowok duduk di atas.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Gue nyaris mabuk karena nekat ga make jaket, stupid thing I&#8217;ve done. Untung aja ada Wawan yang baik hati mengambilkan jaket. Keringat dingin membasahi tubuh dan wajahku. Aaaargh, mau ditaruh mana muka gue kalo mereka tau mabuk laut.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Di tengah laut (yup..disekitar kami lautan nan dalam) kapal bermasalah, mesin bocor dan air masuk ke kapal. Kapal yang seharusnya diisi 150orang  dipaksakan menjadi 300orang. OMG, tindakan yang bodoh menawar maut. Walopun gugup, deg-degan dan panik, untung saja kapal bisa mendarat darurat di salah satu pulau. Semua penumpang turun.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Tak lama kemudian, beberapa kapal penolong datang untuk melanjutkan perjalanan. Setengah jam kami menuju pulau Pramuka.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Di P. Pramuka, gue menemui Pak Menik untuk mengurus makan siang, peralatan snorkeling, dan penginapan. Setelah makan siang dan sholat dzuhur, kita menuju tempat snorkeling. Dari semua yang ikut, hanya dua yang pernah snorkeling (gue salah satunya) dan hanya satu orang yang bisa berenang (dan gue bukan satu orang ituh).</p>
<p>&#13;</p>
<p>Di tempat latihan, gue memaksa semua untuk terjun ke laut karena insya Alloh aman. Gegara ini, gue dibilang mentor galak..hauhaha</p>
<p>&#13;</p>
<p>Setelah latihan, kami lanjut ke tempat snorkeling di P. Air. Hampir semua terjun dan menikmati pemandangan yang ada. Hanya 2 orang yang takut.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Setelah puas kita lanjut ke tempat snorkeling berikutnya, kali ini gue harus meyakinkan semuanya terjun. Dan semua terjun juga ke lautan. Bahkan yang tadinya takut, malah tidak mau naik kapal karena keasyikan.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Setelah puas snorkeling jam 4, rencananya kita mau kembali ke penginapan. Walaupun tidak ada di agenda, gue berinisiatif mengajak mereka ke P. Semak Daun. Pulau pribadi yang menurut gue bagus untuk mereka sambangi. Hingga mentari sembunyi kami bermain di sana.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Kami pun balik ke P. Pramuka tempat kami menginap, sholat Maghrib dan makan malam.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Sudahkah aku bercerita tentang tangan kiriku yang beberapa hari belakangan sakit ketika digerakkan? Sewaktu snorkeling, Gue agak memaksakan bergerak karena menurut analisa ngawur gue..kalo dibawa berenang, tangan gue bisa sembuh. Ternyata tidak, semakin sakit yang gue rasakan. Gue minta tolong penduduk sekitar untuk mengurut tangan.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Seharusnya ada acara silaturrahmi di malam hari, tapi karena gue sedang diurut maka acara dibatalkan dan mereka pun tidur. Sedangkan gue? menjerit kesakitan karena seluruh badan gue di totok, diurut dan dipijat sampai gue harus menggigit bantal. Badan gue remuk. Gue dianalisa punya penyakit rematik. Sounds not good.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Pginya, kami bangun untuk sholat tahajud, witir, tadarus dan sholat Subuh. Kami harus mengejar kapal pagi karena ada beberapa dari kami yang harus datang kondangan di siang hari. Ya..ya..lagi musim kawin. Dan katanya, datang ke kondangan adalah berkah bagi yang ingin menikah.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Jam 7 kapal beranjak dari dermaga, kami mengambil posisi masing-masing di kapal supaya perjalanan nyaman. AKhirnya jam 10 kami tiba di Jakarta dan berpisah untuk melanjutkan hari ini.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Oleh-oleh yang aku dapatkan adalah beberapa potong kertas berupa pandangan, tanggapan, saran dan masukan dari teman-teman yang telah mengenal kami selama satu semester belajar ilmu agama.</p>
<p>&#13;</p>
<p>Gue puwas bukan karena bisa kembali ke Pulau Seribu, tapi karena gue sudah berhasil membawa mereka pada petualangan baru.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/rihlah-yisc-f-ke-p-seribu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Itam Manis yang Membuat Merem Melek</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/itam-manis-yang-membuat-merem-melek/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/itam-manis-yang-membuat-merem-melek/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 15:55:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=908</guid>
		<description><![CDATA[<p><img src="http://zizima.files.wordpress.com/2009/03/cup-of-coffee.jpg" /></p>
<p>Ada satu ritual baru dalam keseharian gue akhir-akhir ini. Setelah makan siang sebelum Ashar, harus merasakan nikmatnya. Dua sendok kopi itam, satu sendok cream, dan setengah sendok gula diaduk dalam satu cangkir kecil bisa membuat gue bertahan lebih lama. Bertahan dari hadangan kantuk demi menghadapi aktifitas di malam hari.</p>
<p>Bergadang bukan hal baru, tapi mata ini tidak lagi setangguh dulu. Setelah berkutat dengan rutinitas kantor (yeah, work sux! but I need money actually) gue&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/itam-manis-yang-membuat-merem-melek/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://zizima.files.wordpress.com/2009/03/cup-of-coffee.jpg" /></p>
<p>Ada satu ritual baru dalam keseharian gue akhir-akhir ini. Setelah makan siang sebelum Ashar, harus merasakan nikmatnya. Dua sendok kopi itam, satu sendok cream, dan setengah sendok gula diaduk dalam satu cangkir kecil bisa membuat gue bertahan lebih lama. Bertahan dari hadangan kantuk demi menghadapi aktifitas di malam hari.</p>
<p>Bergadang bukan hal baru, tapi mata ini tidak lagi setangguh dulu. Setelah berkutat dengan rutinitas kantor (yeah, work sux! but I need money actually) gue harus melanjutkan aktifitas berikutnya di kelas. Padahal dulu ga pernah perlu yang namanya doping melek ini.</p>
<p>Bokap gue maniak kopi. Sarapan secangkir kopi, di mobil harus ada kopi, yang harus dilakuin adek sebelum mandi pagi harus membuat kopi, dan kalo nyokap bepergian beberapa hari harus dipastikan stock kopi selalu tersedia. Tapi kebiasaan itu tidak menurun ke anaknya yang paling ganteng ini. Sama halnya dengan hobi merokok bokap, gue benci yang namanya kopi. Pahit choy!</p>
<p>Selama bergadang masa kuliah, kopi adalah daftar minuman yang terakhir di list gue. Gue lebih memilih air putih walaupun rasanya tawar, dan mata ini tetap bisa kuat walopun harus bergadang.</p>
<p>Selain kopi, menurut lo apa yang bisa membuat mata tetap merem melek?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/itam-manis-yang-membuat-merem-melek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>burden of being a hero</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/burden-of-being-a-hero/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/burden-of-being-a-hero/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 15:55:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=903</guid>
		<description><![CDATA[<blockquote><p>Not everyone is meant to make a difference. But for me, the choice to lead an ordinary life is no longer an option.</p></blockquote>
<blockquote><p>Who am I? You sure you want to know? The story of my life is not for the faint of heart. If somebody said it was a happy little tale&#8230; if somebody told you I was just your average ordinary guy, not a care in the world&#8230; somebody lied. </p></blockquote>
<blockquote><p>We knows</p></blockquote><p>&#8230; <a href="http://riky.kurniawan.us/idea/burden-of-being-a-hero/" class="read_more">Read the rest..</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Not everyone is meant to make a difference. But for me, the choice to lead an ordinary life is no longer an option.</p></blockquote>
<blockquote><p>Who am I? You sure you want to know? The story of my life is not for the faint of heart. If somebody said it was a happy little tale&#8230; if somebody told you I was just your average ordinary guy, not a care in the world&#8230; somebody lied. </p></blockquote>
<blockquote><p>We knows a hero when we sees one. Too few characters out there, flying around like that, saving old girls like me. And Lord knows, kids like Henry need a hero. Courageous, self-sacrificing people. Setting examples for all of us. Everybody loves a hero. People line up for them, cheer them, scream their names. And years later, they&#8217;ll tell how they stood in the rain for hours just to get a glimpse of the one who taught them how to hold on a second longer. I believe there&#8217;s a hero in all of us, that keeps us honest, gives us strength, makes us noble, and finally allows us to die with pride, <strong>even though sometimes we have to be steady, and give up the thing we want the most</strong>. <span style="hilite">Even our dreams.</span></p></blockquote>
<p>yeah..no wonder much of Heroes live alone.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/burden-of-being-a-hero/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>the truth (never) revealed.</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/the-truth-never-revealed/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/the-truth-never-revealed/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 08:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/idea/the-truth-never-revealed/</guid>
		<description><![CDATA[<p><img src="http://9.media.tumblr.com/GZbqLZ3AXor0wkk94HxpKSMAo1_500.jpg" width="400"></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://9.media.tumblr.com/GZbqLZ3AXor0wkk94HxpKSMAo1_500.jpg" width="400"></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/the-truth-never-revealed/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>true is imperfect</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/true-is-imperfect/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/true-is-imperfect/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 10:42:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=896</guid>
		<description><![CDATA[<p><img src="http://img.visualizeus.com/thumbs/09/06/02/creativity,words-7e9a24e0b2abbd570797878951501b4e_h.jpg" /></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://img.visualizeus.com/thumbs/09/06/02/creativity,words-7e9a24e0b2abbd570797878951501b4e_h.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/true-is-imperfect/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>when you love someone</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/when-you-love-someone/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/when-you-love-someone/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 09:46:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=898</guid>
		<description><![CDATA[<p><img src="http://18.media.tumblr.com/phLiJKuMnnm4srybR1iXxuUIo1_400.jpg" alt="" /></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://18.media.tumblr.com/phLiJKuMnnm4srybR1iXxuUIo1_400.jpg" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/when-you-love-someone/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>.stop making plans</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/stop-making-plans/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/stop-making-plans/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 06:39:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/?p=894</guid>
		<description><![CDATA[<p><img src="http://8.media.tumblr.com/iiqjfPz8aoo9rg9kPNUcg1AWo1_400.png" /></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://8.media.tumblr.com/iiqjfPz8aoo9rg9kPNUcg1AWo1_400.png" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/stop-making-plans/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Unique Wedding Invitation</title>
		<link>http://riky.kurniawan.us/idea/unique-wedding-invitation/</link>
		<comments>http://riky.kurniawan.us/idea/unique-wedding-invitation/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 15:50:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riky Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dream]]></category>
		<category><![CDATA[Fun]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riky.kurniawan.us/idea/unique-wedding-invitation/</guid>
		<description><![CDATA[<p>It started with a story, ends with a merry (start a new story, actually)</p>
<p>When you know, you just know.</p>
<p><img src="http://assets.designspongeonline.com.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2009/06/invite_scan_fnl1.gif" /></p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>It started with a story, ends with a merry (start a new story, actually)</p>
<p>When you know, you just know.</p>
<p><img src="http://assets.designspongeonline.com.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2009/06/invite_scan_fnl1.gif" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riky.kurniawan.us/idea/unique-wedding-invitation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
